http://public.kompasiana.com/2009/06/28/ipar-istri-dan-anak-sby-akan-masuk-kpk-menyusul-besan/

Ipar, Istri dan Anak SBY akan Masuk KPK ? Menyusul Besan


Oleh saricantika - 28 Juni 2009 - Dibaca 8069 Kali - 

Pernyataan SBY yang menyebut bahwa KPK sudah menjadi lembaga super
body, serta  perintahnya kepada BPKP untuk mengaudit KPK, tak lepas
dari skenario SBY untuk mengobrak-abrik KPK. Selain dilatari dendam
lantaran besannya Aulia Pohan dijebloskan ke penjara oleh KPK, SBY
sudah mulai cemas; bisnis keluarganya sedang diselidiki KPK.
Pernyataan- pernyataan SBY selama ini yang memuji langkah KPK dalam
memberantas korupsi itu hanya manuver politik semata dan sekadar untuk
pencitraan. Padahal sebenarnya  SBY sangat panik karena kini KPK yang
dia rancang sedemikian rupa untuk kepentingannya, kini tidak dapat SBY
kontrol lagi. 
SBY sendiri sekarang sudah mulai cemas dengan manuver KPK yang mulai
melirik bisnis keluarganya. Juga, KPK saat ini sudah mulai “menembak”
orang Partai Demokrat, dengan menyeret salah satu tokoh penting Partai
Demokrat, yakni  Jhony Allen dalam kasus pembangunan sarana pelabuhan
di wilayah Indonesia Timur.
Inilah salah satu alasan mengapa SBY ingin membubarkan KPK. Jika itu
tidak dihentikan, bisa-bisa KPK akan terus saja melakukan manuvernya
untuk mengusut korupsi keluarganya dan juga orang-orang Demokrat.
Sebetulnya SBY tidaklah benar-benar serius memberantas korupsi,
terbukti dengan lambannya pemerintah mengeluarkan Perpu Pengadilan
Tipikor, karena proses pembuatan UU Pengadilan Tipikor di DPR hingga
saat ini masih belum jelas bentuknya. Sementara DPR sendiri sudah akan
berakhir masa tugasnya September mendatang. 
Korupsi Besan SBY: Aulia Pohan
KPK telah berhasil mengungkap korupsi besan SBY, mantan Deputi Gubernur Bank 
Indonesia (BI)Aulia Tantawi Pohan. Dan
kini Aulia telah masuk penjara dijerat dengan kasus dugaan korupsi dana
Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar.
Kasus ini berawal sejak tahun 2000. Saat itu, tekanan publik terhadap
BI sangat besar akibat skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Tim Penuntut Umum menuntut Aulia Tantawi Pohan empat
tahun penjara dalam perkara dugaan penyelewengan dana Yayasan
Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar pada 2003. 
Aulia dituntut bersama dengan tiga mantan Deputi Gubernur BI yang
lain, yaitu Maman H. Somantri, Bunbunan Hutapea, dan Aslim Tadjuddin.
Ketiga mantan pejabat BI itu juga mendapat tuntutan yang sama.
Dana YPPI sebesar Rp100 miliar itu diduga digunakan untuk bantuan
hukum para mantan pejabat BI. Aulia Pohan dan terdakwa lainnya diduga
menyetujui pemberian bantuan melalui mekanisme RDG.
Para mantan pejabat BI itu adalah mantan Direksi BI, Hendro
Budianto, Paul Sutopo, dan Heru Supraptomo. Mereka menerima bantuan
masing-masing sebesar Rp10 miliar.
Selain itu, para terdakwa juga menyetujui memberikan dana Rp 25
miliar kepada mantan Gubernur BI Sudradjad Djiwandono dan Rp13,5 miliar
kepada mantan Deputi Gubernur BI Iwan R. Prawiranata.
Selain memberikan bantuan kepada para mantan pejabat BI, para
terdakwa juga diduga menyetujui pemberian uang sebesar Rp 31,5 miliar
kepada DPR melalui anggota DPR Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu.
Pemberian itu untuk memperlancar amandemen UU BI dan penyelesaian
masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Atas perbuatan itu, Aulia dan terdakwa lain dijerat dengan pasal 3
jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor
20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55
ayat (1) kesatu KUHP.
KKN Kel. Ani Yudhoyono & Kel. Hatta Rajasa
Saat ini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi keluarga SBY di PowerTel.  
Perusahaan penyedia jasa infrastruktur backbone internet ini merupakan 
perusahaan yang melibatkan keluarga Ani Yudhoyono dan keluarga Hatta Rajasa.
Dalam susunan pejabat teras PowerTel duduk Hartanto Edhie Wibowo, adik kandung 
Ani Yudhoyono, sebagai komisaris utama dan nama Retno Cahyaningtyas. Sedangkan 
Di jajaran direksi ada dua anggota keluarga Hatta Rajasa, yakni Ketua DPW PAN 
Sumatera Selatan Achmad Hafisz Tohir dan Jon Erizal.
Hubungan mesra antara Hatta Rajasa dengan keluarga Cikeas disinyalir
terjalin sejak lama. Saat politisi berambut perak itu
menguasai Departemen Perhubungan. Sehingga wajarlah jika muncul dugaan
apabila PowerTel mendapat kemudahan dari pihak Dephup, dalam hal ini
dengan PT Kereta Api (KA).
Ketika Hatta menjabat sebagai Menhub, nama Hartanto, Hafisz dan Jon
Erizal disinyalir selalu bermain di berbagai proyek di lingkungan
Dephub. Bermodalkan hubungan darah dengan kekuasaan, ketiganya cukup
disegani di lingkungan Dephub.
Kabarnya, menurut sumber, beberapa proyek yang mereka garap adalah pembangunan 
double
track serta infrastruktur pendukung kereta api jurusan Tanah
Abang-Serpong. Proyek tersebut menghabiskan dana APBN 2006-2007 senilai
Rp 333 miliar. Proyek lainnya, pengadaan16 unit kereta api listrik (KRL) bekas 
asal Jepang, senilai Rp 44,5 miliar. Belakangan proyek KRL eks Jepang itu, 
dipertanyakan banyak kalangan karena dinilai kemahalan.
Tak hanya itu, di sector pembangunan sarana transportasi laut, tak
lepas dari pantauan mereka. Termasuk penyelenggaraan diklat di
lingkungan Dephub,  masuk dalam kuasa mereka. Sejak itu, temali
perkawanan Hatta dengan Cikeas berjalan mulus. Apalagi Hatta termasuk
menteri yang loyalitasnya tegak lurus kepada SBY.
Korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono dan Gatot Suwondo di BNI
Sementara itu kini KPK tengah menyelidiki dugaan korupsi Eddy Baskoro Yudhoyono 
danGatot Suwondo di BNI. Ada berbagai manuver yang dilakukan Gatot dan Eddy 
untuk
membobol BNI, Gatot sang paman bertindak sebagai Dirut BNI dan Eddy
Baskoro bertindak selaku nasabah penerima pinjaman. Ditengarai jumlah
dana yang dimainkan berkisar ratusan milyar rupiah, antara lain dalam
bentuk kredit macet dan dana-dana lain yang sedang ditelusuri KPK,
dengantotal dana sekitar Rp. 600 milyar.
Gatot M Suwondo Dirut BNI adalah ipar Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono. pria itu menikahi adik perempuan dari Ani Yudhoyono.
Dari awal pengangkatan Gatot menjadi Dirut BNI sempat menggegerkan BNI
dan dunia perbankan, mengingat kinerja Gatot yang dibawah rata-rata
direktur bank.
Dalam RUPS yang digelar 6 Februari 2008, susunan direksi
baru BNI dibentuk. Susunan direksi BNI adalah Dirut Gatot Mudiantoro
Suwondo, wakil dirut Felia salim yang sebelumnya menjabat komisaris
independen. Direktur: Achmad Baiquni, Bien Subiantoro, Suwoko
Singoasto, Krishna Suparto, Darwin Suzandi, Ahdi Jumhari Luddin, Doddy
Virgianto, Yap Tjay Soen. Posisi komisaris utama diberikan ke Erry
Riyana Hardjapamekas yang sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK).
Eddy Baskoro Yudhoyono, anak bungsu Presiden Soesilo
Bambang Yudhoyono pernah terlibat kasus  money politic. Harian Bangsa
di Ponorogo, Jawa Timur, menulis bahwa Ibas –panggilan Eddy Baskoro
Yudhoyono– membagi-bagikan uang Rp. 10.000,- kepada masyarakat di
daerah pemilihannya di Ponorogo, Jawa Timur. Anehnya justru karena
pemberitaan itu, ketiga media dijerat dengan pasal pencemaran nama baik.
Nama-nama Keluarga SBY yang tersangkut KPK
        1. Istri - Ani Yudhoyono
        2. Anak - Eddy Baskoro Yudhoyono
        3. Besan - Aulia Tantawi Pohan
        4. Ipar - Gatot Suwondo
        5. Ipar - Hartanto Edhie Wibowo
        6. Ipar - Retno Cahyaningtyas
NOTE:
KALAU SEMUA INFORMASI DIATAS BOHONG, MAS SBY TIDAK PERLU PANIK
NAMUN KALAU INFORMASI DIBENAR, BERSIAPLAH
KARENA CEPAT ATAU LAMBAT PASTI AKAN TERBONGKAR
Gusti Mboten Sare



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke