Tawakal Cabang Termulia dari Iman
“ Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal,
niscaya Ia (Allah) akan memberikan rezki seekor burung yang keluar terbang pad
pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang ”
(HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dalam iman ada beberapa cabang. Tawakkal adalah cabang termulia dari
cabang-cabang iman yang berkedudukan tinggi dari tingkatan-tingkatan ar
rabbaniyyin.
Al Qur’an dan hadits-hadits An Nabawiyah yang mulia menerangkan dan
menggambarkan dengan berbagai macam bentuk dan idiom.
Rasulullah SAW merupakan suri tauladan utama bagi mukminin sebagai seorang
hamba yang bertawakkal kepada Rabbnya dengan sebenar-benar tawakkal.
Sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, dengan memasukkan beberapa hal khurafat
bercampur aduk dengan tawakkal, seperti mistik dan sejenis nya hingga
mengakibatkan kesalahan tindak yang fatal.
Seorang muslim yang taat dan beriman kepada Allah SWT tetap berpegang teguh
kepada Al Qur’an dan sunnah-sunnah As Sholihah. Dengan keduanya kita akan
terhindar dari kebinasaan, selamat dari terjerumus ke dalam kesesatan.
Beserta tawakkal, selalu memohon petunjuk dari Allah kepada hal yang dicintai
dan diridhai-Nya dan selalu diberi cahaya kehidupan, sesuai firman-Nya dalam Al
Qur’an surat As Syura ayat 52.
Tawakkal merupakan ibadah hati yang paling utama, dan akhlak iman yang paling
mulia.
Imam Al Ghazali berkata : “Tawakkal memiliki posisi penting dalam agama, dan
merupakan maqam yang mulia di kalangan orang-orang yang beriman, bahkan
merupakan derajat yang paling tinggi bagi orang-orang yang mendekatkan diri
kepada Allah SWT. "
Ibnu Al Qayyim juga mengatakan, bahwa tawakkal adalah merupakan sebagian dari
agama dan sebagian yang lain adalah Inabah yang diiringi permohonan selalu
kepada Allah Ta'ala sebagaimana ditunjukkan dalam Al Qur’an surat Huud ayat 88.
Seorang muslim yang taat dalam mengarungi samudera kehidupannya amat memerlukan
tawakkal sebagai dayung untuk mengatur bahtera kehidupannya, khususnya dalam
perkara “rezeki” dan "cita-cita".
Pemikiran dan hati umat manusia telah disibukkan dengan permasalahan yang satu
ini.
Sehingga, seringkali membuat badan menjadi letih, terpuruk dalam khayal dan
angan, lembur di malam hari dan keletihan di siang hari. Bahkan ada yang
mengorbankan seluruh tenaga dan kehormatannya hanya untuk mendapatkan “sesuap
nasi”, atau "seteguk harapan". Itu semua karena ia memiliki obsesi bahwa rezeki
itu berada di tangan seorang makhluk seperti dirinya.
Padahal tidak demikian adanya. Ada pemiliknya dan pengaturnya. Yakni Allah
Ta'ala. Jika DIA berkehendak DIA dapat memberikan, dan apabila DIA menginginkan
DIA bisa mencegahnya. "kun fa ya kun ..."
Kehidupan manusia, anak dan istrinya berada di tanganNYA.
Menurut kaca mata iman, DIA lah penentu dalam kehidupan dan kematian. DIA lah
penentu tentang berhasil atau tidak. Manusia tak lebih dari pemimpi,
pengharap, berupaya, dengan tenaga terbatas pula, yang semuanya itu adalah
anugerahNYA semata pula ....
Di dalam Al Qur’an ada sembilan ayat menunjukkan perintah Allah kepada
Rasulullah SAW untuk bertawakkal, empat di antaranya diturunkan di Mekah yaitu:
“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi, dan
kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan
bertawakkal lah kepada-Nya….” (QS. Huud: 123)
“ Dan bertawakkal lah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan
bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al Furqan: 58)
“Dan bertawakkal lah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS.
Asy Syu’araa: 17)
“Sebab itu bertawakkal lah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas
kebenaran yang nyata.” (QS. An Naml: 79)
Sedangkan lima yang lain diturunkan di Madinah, yaitu firman Allah:
“….Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkal lah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
(QS. Ali Imran: 159)
“ …Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah
kamu dari mereka, dan bertawakkal lah kepada Allah, cukuplah Allah menjadi
pelindung.” (QS. An Nisaa’ : 81)
“ Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan
bertawakkal lah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui. ” (QS. Al Anfaal : 61)
“Dan bertawakkal lah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (QS.
Al Ahzab: 3)
“Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik
itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkal lah kepada Allah.
Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.” (QS. Al Ahzab: 48)
Ada pula ayat perintah tawakkal untuk Rasulullah SAW yang kesepuluh, tetapi
dengan sighah yang berbeda, yaitu firman Allah dalam surat Al Muzammil ayat 6.
Banyak ayat lain yang memerintahkan Rasulullah SAW untuk menyampaikan perintah
tawakkal kepada Allah SWT, untuk seluruh umat, melalui lisan para rasul sebelum
Nabi Muhammad SAW.
Sesuatu yang kita maklumi, bahwa segala perintah yang ditujukan (dikhitabkan)
kepada Rasulullah, sesungguhnya juga tertuju kepada seluruh mukallaf dari
umatnya SAW.
Jadi perintah kepada Rasulullah SAW untuk bertawakkal, juga adalah perintah
untuk seluruh umat mukminin secara kaaffah.
Al Qur’an telah menegaskan kepada kita, bahwa tawakkal merupakan akhlak seluruh
rasul, mulai dari nabi Nuh a.s. hingga nabi Muhammad SAW.
Salah satu fadhilah tawakkal yang ada dalam Al Qur’an, adalah firman Allah
dalam surah Al Maidah ayat 23, yang menunjukkan bahwa Allah telah menjadikan
tawakkal sebagai syarat dari iman.
Apabila hilang tawakkal maka hilanglah pula iman.
Wallahu A’lam.
Wassalam,
Buya HMA
(L.74, Majo Kayo, Piliang, Kotogadang, di Padang Kini)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---