"Hampir saja kulempari televisi malam tadi, ketika seorang jenderal, seorang 
anggota DPR, pak Wiryono, Cut Keke, dan pemandu acara di sebuah televisi 
membicarakan kematian dua anak kecil di Aceh kemaren sambil tertawa-tawa. 
Membicarakan kematian dua anak kecil yang sedang bertanam jagung, sambil 
tertawa-tawa? kesadisan apa lagi yang hendak ditunjukkan? Apa kesalahan 
anak-anak kecil itu? apa karena ia ada di medan pertempuran antara GAM dan TNI, 
maka ia dianggap berada di tempat yang salah dan waktu yang salah? Padahal, 
bukankah itu kebun dia, yang dia kembali olah setelag CoHA disepakati? Berapa 
hektar kebun jagung yang tak bisa lagi ditanami, hanya untuk menghindari 
pertempuran GAM-TNI? berapa korban kelaparan lagi yang harus dihitung, juga 
berapa kebodohan lagi yang akan mengisi the lost generation kita karena tak 
bisa sekolah akibat perang?"

(Kutipan Posting Indra Piliang, Milis Forum Indonesia Damai, Selasa 15 April 
2003) 

Saya kalah sama anak muda ini, yang tidak pernah tertutup hati nuraninya, yang 
tidak pernah kehilangan kepekaannya terhadap penderitaan orang lain yang bukan 
siapa-siapanya, yang tidak pernah kering ludahnya untuk berteriak melawan 
pemerkosaan terhadap kemanusiaan, yang dalam berpendapat tidak pernah 
memikirkan utntung rugi bagi dirinya.

Saya kalah, karena saya sering melihat drama kemanusiaan hanya sebagai pengamat 
 sinetron, karena saya sangat bangga betapa tajamnya anlisis saya, betapa 
luasnya perbendaharaan kebudayaan saya, betapa kayanya referensi saya, betapa 
saintifiknya saya, betapa inteleknya saya

Saya kalah, karena saya lebih sering berkoar-koar di atas menara gading dan 
tidak pernah menaruh kuping di tanah.

Saya kalah, karena manusia-manusia Aceh, Manusia Papua, Manusia Timur Leste, 
Manusia Poso, Manusia Palestina, dan manusia-manusia terhina, teraniaya dan 
terperkosa di berbagai belahan dunia lainnya, bukan manusia seperti saya.

Saya kalah, kalah dan kalah

Malah saya kalah sama Jusfiq Hadjar ---yang dalam salah satu diskusi di Prol 
beberapa waktu yang lalu pernah ingin saya cekik lehernya---manakala ia menulis 
menanggapi, dengan kosakatanya yang khas,  sebuah posting dari---sebut 
saja---si Fulan:

Anda adalah bangsat, Fulan! 

Anda adalah manusia hina! 

Anda ucapkan selamat kepada "pasukan USA & Koalisi " yang telah dan masih  
menebar maut di Iraq! 

Anjing! 

Anda adalah manusia berotak anjing! 

Manusia nista! 

Manusia menjijikkan. 

Akan bisakah anda mengembalikan kedua tangan Ali, bocah berumur dua belas tahun 
yang juga telah menjadi yatim piatu itu? 

Anjing!

Anda adalah mansia berotak anjing!

((Kutipan Posting Jusfiq Hadjar gelar Sutan Maradjo Lelo di Milis Proletar Rabu 
9 Apr 2003)

Wassalam, HDB-SBK (66-) 

[*] Salinan sebuah posting yang saya kirim ke beberapa milis di tahun 2003.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke