Minggu, 05 Juli 2009 , 09:43:00 Ke Pariaman Kita Berwisata <http://www.padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=8083##>
Investasi sering dipersepsikan dalam rupa pengusaha dari luar daerah/luar negeri membawa uang yang dibelanjakan untuk pembangunan infrastruktur dan peralatan produksi usaha apa saja dengan memanfaatkan potensi ekonomi yang terdapat di satu daerah/lokasi. Sementara itu, investasi yang dilakukan usahawan lokal - apalagi berskala amat kecil secara nominal sering tidak dipandang/diperlakukan sebagai investasi. Investasi dalam pemahaman Cucu Magek Dirih, dapat berupa material pisik (infrastruktur dan alat berusaha), perangkat lunak (manajemen), dan nonfisik (dana yang ditanam untuk membangun dan menghasilkan manusia yang cerdas dan berakhlaq mulia, misalnya) untuk memperoleh nilai tambah/manfaat. Katakan sejumlah dana yang dibelanjakan untuk membangun infrastruktur dan alat berusaha yang usia kegunaannya di atas setahun. Sebagai ilustrasi, katakan seorang yang punya usaha berdagang pisang goreng dengan gerobak di sudut perempatan jalan yang memerlukan alat berusaha berupa gerobak, kompor, dan wajan (kuali), misalnya. Pengusaha goreng pisang berinvestasi membeli dan atau mengadakan gerobak/kompor/wajan, dan ia memutar modal kerja untuk membeli material bahan baku produksinya (pisang, tepung, minyak goreng, dan seterusnya). Dalam sehari (sejak sore sampai malam), ia menggoreng sepuluh sikat pisang (tiap sikat sekitar 20 goreng pisang) dan dijual Rp 800/buah. Bilamana semua produksinya habis terjual, maka pedagang goreng tadi memperoleh hasil sekitar Rp 160.000/hari, atau kalau 26 hari kerja sebulan, maka ia memperoleh penghasilan kotor sekitar Rp 4,16 juta (bruto). Bilamana goreng pisang yang dibuatnya laku (karena keunggulan rasa/faktor layanan), ia mengembangkan usahanya dengan meningkatkan produksi dan atau membuka cabang di lokasi/perempatan jalan lainnya. Semula ia menggoreng 10 sikat pisang, kini ia tingkatkan menjadi 15 sikat, dan bilamana tetap sukses, maka ia mengharapkan mendapat penghasilan Rp 240.000/hari atau sekitar Rp 6 juta/bulan. Atau ia tingkatkan produksi/enghasilannya dengan cara membuka cabang. Untuk itu ia menambah satu kompor pompa dan satu wajan. Dana yang dibeanjakannya untuk membeli masing-masing kompor dan wajan adalah investasi, dan dana yang dibelanjakannya untuk membeli lima sikat pisang dan minyak goreng sekian kiloggram serta tepung adalah modal kerja. Ia dapat menambah investasi dari keuntungan usaha selama ini dan atau meminjam ke keluarga atau le bank. Hal sama dapat berlaku pada segala jenis usaha rumah tangga lainnya. Sama ada usaha tersebut masih berupa usaha suami istri beserta anak dan atau sudah berkembang menjadi usaha keluarga dengan menggunakan tenaga kerja di luar keluarga (diberi honor). Seandainya di kota Pariaman terdapat usahawan dengan hasil usaha rata-rata Rp 5 juta/bulan sekitar 5.000 orang, yang hasil usaha Rp Rp 10 juta/bulan sekitar 3.000 orang, dan yang hasil usaha Rp 15 juta/bulan 2.000 orang, dan Rp 20 juta/bulan 1.000 orang, rata-rata katakan akan meningkatkan produksinya 25 persen dengan pinjaman rata-rata Rp 5-10 juta untuk alat produksi atau pedagang yang perlu menata tokonya dengan rak atau apa saja (investasi) dengan bunga rendah, maka ada 10.000 orang dengan nilai pinjaman Rp 50-100 milyar adalah investasi untuk usaha rakyat skala kecil/mikro. KOTA Pariaman - yang pada tanggal 2 Juli 2009 lalu berusia tujuh tahun, adalah sebuah kota otonom yang terletak di tengah/dikelilingi kabupaten Padangpariaman. Kota berpenduduk sekitar 77.500 jiwa ini dikenal sebagai kota budaya dan wisata di Sumatera Barat - tidak salah bilamana Walikota Pariaman Drs. H. Mukhlis Rahman MM menyusun visi Pariaman Kota Tujuan Wisata Berbudaya. Yang sudah jadi agenda tetap antara lain pesta Tabuik setiap bulan Muharram Tahun Hijriyah - populer secara klasik dalam lagu yang dinyanyikan oleh Elly Kasim "Pariaman tadanga langang/batabuik makonyo rami". Kini Pariamahn tak hanya ramai karena tabuik setiap tahun, tapi, sepanjang waktu karena sudah jadi sentra perdagangan di Pariaman sendiri dan hinterland-nya (kabupaten Padangpariaman). Di kota ini tidak hanya dikenal penganan sala lauak, tapi, juga berbagai kuliner lain - khususnya gulai ikan laut yang enak dan gurih sampai warga kota Padang sengaja makan ke Pariaman hanya untuk makan enak. Keramaian Kota Pariaman kini makin semarak dengan adanya kereta api wisata yang melintasi jalur Padang-Pariaman sepanjang waktu. Bahkan, Gubernur Gamawan Fauzi menganjurkan tiap sekolah di Padang untuk berwisata naik kereta api wisata bersama guru-gurunya. Perkembangan ini memberi semangat kepada pemerintah kota (Pemko) Pariaman dan masyarakatnya untuk membuyka kemungkinan masa depan kota/warga kota yang lebih maju/makmur melalui pengembangan industri pariwisata. Untuk itu, khususnya sejak Walikota Pariaman Mukhlis Rahman memangku jabatan sejak setahun ini melihat peluang Pariaman untuk mendorong investasi di sektor industri pariwisata khususnya. Karena itu pula Walikota memposisikan Pariaman seperti Pataya yang bermaksud mengembangkan tracking (terbang layang) dari pantai Pariaman ke gususan pulau di lepas pantainya (Angso, Bando, Gosong Ujuang Tangah, dan Kasiak), misalnya. Industri pariwisata diharapkan akan memberikan multiplier effect terhadap sektor/subsektor lain secara langsung dan tidak langsung. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke kota Pariaman semakin memberikan nilai tambah bagi kota/warga kota Pariaman. Wisatawan diasumsikan membelanjakan uang untuk transportasi, kuliner, oleh-oleh, dan buah tangan (gift), misalnya. Semua produksi berbagai jenis usaha tersebut membutuhkan bahan baku dan tenaga kerja dan jasa angkutan. Memang, bilamana semua obyek wisata dikembangkan, di sepanjang pantai dan di tengah kota dikembangkan berbagai agenda budaya dan atraksi keramaian, dan khususnya tracking ke pulau-pulau di lepas pantai Pariaman yang dikelola secara profesional dan memenuhi standar suguhan untuk wisatawan luar kota Pariaman dan mancanegara, maka nilai tambah yang diperoleh kota/warga kota Pariaman tentu akan semakin meningkat. AGAKNYA, kita patut memberikan apresiasi kepada Pemko Pariaman - khususnya Walikota Drs. H. Mukhlis Rahman MM - yang dalam rangka perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-7 pada tanggal 2 Juli 2009 lalu, menyelenggarakan satu seminar sehari bertajuk Pariaman Kota Terbuka, Senin (29/6). Yang menarik, seminar tidak hanya menampilkan para pemakalah Mukhlis Rahman sendiri, mantan Ketua DPRD Padangpariaman Sofyan Idris SH, Ketua Lembaga Keramatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Pariaman Imam Maaz, dan ekonom senior Prof. Syafrizal, tapi, juga para pebisnis. Yaitu, Basrizal Koto, Feriyanto Gani, Sutan M. Rani Ismail, dan termasuk Cucu Magek Dirih sendiri. Walau juga seorang pebisnis, Cucu Magek Dirih tentu lebih memandang diri/memposisikan diri sebagai seorang wartawan, diberi topik Dampak Investasi Terhadap Sosial Budaya Masyarakat Piaman (Pariaman). Patut diapresiasi, dengan menampilkan para pelaku bisnis dalam seminar pembangunan kota - khusus bagaimana untuk menarik investasi ke Kota Pariaman, maka walikota/wakil walikota beserta jajaran serta pemuka masyarakat Kota Pariaman akan memperoleh sharing visi yang lebih kaya. Sebab, para pelaku bisnis dapat memberikan sisi pandang berbeda dan lebih kaya - sedang selama ini para pakar sering memandang secara teoritis dan normatif. Terlebih lagi, para pelaku bisnis yang berbicara juga cukup memberanikan diri untuk berterus terang dan berbicara apa adanya demi perubahan/membangun paradigma baru dalam membangun persepsi dan wawasan sehingga visi dan misi yang diformulasikan lebih ril karena berangkat dari realitas/fakta nyata dan tantangan yang dihadapi serta bagaimana mesti mencarikan solusinya. Dalam pemahaman Cucu Magek Dirih, para kepala daerah (gubernur dan bupati/walikota dan para wakilnya) hasil dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung mempunyai peluang untuk mengembangkan prakarsa dan kebijakan yang tidak saja meningkatkan pengembangan apa yang sudah dikembangkan sejauh ini, tapi, terutama menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki bersama rakyat dan para investor. Memang pemko Pariaman, misalnya, tak dapat melakukan sendiri pembangunan kota karena keterbatasan fiskal/anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kota yang kecil. Masalahnya, lebih pada strategi dan pendekatan yang dilakukan. Investor todak akan datang/tertarik begitu saja bilamana kondisi yang ditawarkan belum memenuhi harapan para investoir dan skala usaha yang diteruka belum memenuhi skala kelayakan ekonomis. Investor tentu akan selalu mempertimbangkan: apakah investasi yang akan ditanam akan menguntungkan -walaupun dalam skala waktu menengah dan panjang. BETAPA pun, sekali lagi patut diapresiasi, Walikota Mukhlis Rahman/Pemko Pariaman - bekerjasama dengan Sanggar Paris - sudah melangkah dengan arah yang benar. Dan, untuk membuat para calon investor berminat dan tertarik - pasca seminar sehari yang dilakukan itu, Walikota Mukhlis Rahman beserta jajaran masih perlu melakukan pemetaan potensi/peluang pengembangan industri wisata yang dipresentasikan kepada para calon investor dengan kondisi menguntungkan apa yang dapat ditawarkan. Walikota Mukhlis dan jajaran harus menggeser posisi memandang dari sisi keperluan/kepentingan/harapan calon investor - sejauh memungkinkan untuk dilakukan. (H. Sutan Zaili Asril) http://www.padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=8083 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
