Assalamualaikum wr.wb

Dunsanak RN Palanta yang Dikasihi...
indak dapek ambo manahan sebak sadiah mambaco carito nan di baokkan Mak Ngah 
tentang kegundahan hati adiak Laila dan amai no...kemungkinan ndak dapek 
manyambuang sikola dek karano ndak bapitih..lai bacubo juo manahan aia mato 
tapi ndak tatahankan...ma ilia juo..
nan ambo sadiah lai..ambo sendiri ndak mampu untuak menghulurkan 
bantuan....Ampunkan hamba mu ini wahai Tuhan...

Kapado Adi dunsanak nan lah maklum...nan ado kekuatan dan kemampuan sudi-sudi 
kanlah membantu dengan apo juo saluran nan mungkin
Kapado niniak mamak adiak laila tu mungkin buliah manyuarokan kesulitan yang di 
alami ka Pak Bupati, barang kali, kan urang kampuang juo..antah2 adiak tu pun 
suku koto, mano tau

mohon maaf kok talabiah emosional..
wassalam, ryan L 42 ipoh M'sia

________________________________
From: sjamsir_sjarif <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, July 8, 2009 7:32:49 AM
Subject: [...@ntau-net] Lulusan PMDK itu Berurai Air Mata


Dari Hariana singglang Online kita baca:

http://hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=2374

Senin, 06 July 2009
Lulusan PMDK itu Berurai Air Mata

TAK PUNYA UANG

MARTIAPRI YANTI

Gadis berkulit putih itu berurai air mata. Niatnya untuk melanjutkan pendidikan 
ke perguruan tinggi terancam karena tidak punya uang.
Padahal ia telah diterima di di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech 
Djamil Djambek, Bukittinggi melalui jalur penelusuran minat dan kemampuan 
(PMDK), tapi terbentur biaya pendaftaran sebesar Rp1,3 juta. Uang tak punya, 
hidup miskin pula.
Dengan suara terbata-bata  Laila Nurdiana, 18, lulusan SMA Negeri IV Koto 
mengatakan, kepada siapa lagi ia akan mengadu. Ayah tercinta sudah lama 
meninggal dunia. Ia tinggal bersama ibunya Syamsiar yang sudah tua dan hidup 
miskin.
Namun keinginan untuk dapat kuliah tak pernah pupus dari benak Laila, anak 
pasangan Nurdin (alm) dan Syamsiar, warga Birugo Puhun, Bukittinggi. 

.....
Namun sudah berbagai cara diusahakan tetapi belum ada jalan keluarnya.
"Andai ada orang yang peduli, tentulah Laila akan dapat kuliah," kata Syamsiar 
lirih. (*)




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke