Senin, 13 July 2009

Bule Pengajar Silat Kumango


YUSNALDI

BATUSANGKAR - Silat, sebuah tradisi yang lahir dan besar di ranah
Minang. Namun bila ditanya kemampuan mewarisi tradisi, dan keberadaannya
hari ini, tentu akan sedikit "menciderai budaya" dan menjadi
persoalannya.
Kegamangan muncul bila melihat fenomena saat meredupnya gairah silat
tradisi yang punya banyak aliran, seperti anak-kemenakan yang malas
mempelajarinya. 
Guru silat kebanyakan sudah uzur. Secara fisik tak sanggup lagi
mengajari ilmunya, atau secara ekonomi mereka tak bisa menanggung beban
kehidupan kalau dari hasil mengajarkan silat semata. 
Ketika bertemu dengan seorang bule asal Belanda yang seakan telah
mewarisi tradisi ini, Singgalang merasa ada yang menyentak atau
merenggut saat tradisi di surau zaman saisuak.
Saat anak muda di halaman surau belajar silat yang punya banyak
aliran itu, mereka mahir segalanya. Bersilat dan ilmu agama, ini
semata karena tradisi di mana seorang laki-laki besar di surau, yang
ditempa ilmu luar dan dalam batin.
Atas kesungguhan dan kesabaran laki-laki bermata hijau ini tak
mustahil nanti silat Kumangngo yang dipelajari dan dikuasainya itu akan
pindah tempat ke Belanda, dan dapat dibayangkan silat Kumango bakal
lebih maju dan berkembang pesat di Eropa, karena di tanah kelahirannya
disambut dingin dan telah ditinggalkan.
'Pewaris budaya' itu sebelum pandai silat Kumango punya nama Bert Van
den Boorn, kemudian  menjadi Muhammad Abdul Latif saat ia merasakan
bagaimana silat Kumango mengandung pancaran akidah, ia kemudian
mengucapkan kalimah syahadat.
Latif yang saat ini bekerja di sebuah Comtree, Clint Communication
Center lancar berbahasa Indonesia, bersama dua koleganya, Don Arfin dan
Agus Tri Mulyono.
Latif mengaku tengah mempersiapkan diri untuk menghadap Presiden
Silat Antarbangsa, Edi M. Nalapraya di Jakarta meminta rekomendasi dan
legalitas permanen status kepelatihannya di Belanda.
Karena sebelumnya, ia telah telah diberi sertifikat dari Dewan
Pembina IPSI Sumbar, yang saat itu dipegang oleh M. Shadiq Pasadique
yang membolehkannya menjadi guru silat.
Dalam kegelisahannya, Latif seakan bertemu segalanya delapan tahun lalu,
ketika guru silat Malin Marajo yang punya sasaran Persikum di Lantai
Batu menerimanya menjadi murid.
Dianggap demikian, karena selama di Belanda ia telah mahir dengan
ilmu bela diri silat santuang sebuah aliran silat campuran asal Cina.
Namun, dalam proses demikian ia merasa kurang mendapatkan nilai lebih
dari beladiri yang telah dipelajarinya sejak remaja itu, karena
jurus-jurusnya merupakan campuran dari ilmu beladiri.
Tak hanya itu, ia juga pelajari tentang filsafat Budha dalam
aliran beladiri  yang dirasa kurang menjawab kegelisahannya,
apalagi tradisi Barat yang kian tak sesuai dengan nuraninya.
Masih dalam kegelisahannya, karena telah dekat dengan ilmu filasafat
Timur yang seakan membuatnya berpetualang, maka  ia terpanggil ke
Indonesia, untuk lebih mengenal semuanya ia belajar tradisi dan budaya
beberapa waktu di Jawa, dan dalam perjalanannya ia sampai di Luak Nan
Tuo.
Guru yang menerima Latif mengajarkannya dengan filosofi silat
Kumango dalam kekuatan ada kelembutan. Selama tiga tahun ia tekun
belajar dasar-dasar silat. Selama itu pula sering ia bolak-balik
Belanda-Batusangkar untuk memantapkan ilmunya.
Menurut Latif, silat Kumango telah mengajarkan banyak makna dalam
hidupnya, untuk menahan diri dari nafsu amarah, membela dan menjaga diri
dari segala kemungkaran. (*)

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=246
2

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke