Selasa, 14 July 2009

Presiden Siapa?


(Taufik Effendi) 

Mega-Pro, Lanjutkan, atau Lebih Cepat, Lebih Baik? 
Lihatlah, ketiga calon presiden (capres), seperti memberi pertanda akan
kekalahan dan kemenangan masing-masing. 
Dua capres, Mega dan JK, bersama suami-istri masing-masing mencoblos di
Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sekitar mereka berdomisili. Usai
mencoblos merekapun menandai jari tangan masing-masing dengan tinta. 
Perhatikan, baik Mega dengan suaminya Taufiq Kiemas, maupun JK dengan
Mufidah, mencelupkan jari kelingking masing-masing pada wadah tinta.
SBY-Ani justru menandai jempol masing-masing. Kita ketahui, jempol
memang penanda untuk hal-hal yang bagus, the best!
Dan, sesuai hasil sejumlah quick count yang dilakukan beberapa lembaga
survei memastikan kemenangan pasangan SBY-Boediono, kendati penghitungan
manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan digelar pada 22-24
Juli mendatanglah yang dipakai sebagai hasil final. Berdasarkan
penghitungan manual itu, kemudian KPU akan menetapkan calon
presiden/wakil presiden terpilih. 
Siapapun nanti, pasangan terpilih akan menjadi presiden/wakil presiden
ketujuh bagi kita (di luar Syafruddin Prawiranegara yang sempat menjadi
presiden "darurat" pada 19 Desember 1948 sampai 13 Juli 1949, dan Mr
Assaat yang menjadi "Pemangku Sementara Jabatan Presiden" pada 27
Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950, (www.wikipedia.org).   
Siapapun nanti yang terpilih, sebagaimana dilansir sebuah koran lokal,
ada kaitannya dengan Ranah Minang. Megawati adalah istri Taufiq Kiemas
Datuak Basa Batuah asal Sabu, Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten
Tanah Datar. 
Bahkan Megawati waktu pengukuhan Datuak Basa Batuah pun dianugerahi
gelar adat Puti Reno Nilam. Bau keminangkabauan SBY pun tak kalah
kentalnya. Dia, beberapa tahun lalu dianugerahi gelar sangsoko dengan
gelar adat Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Alam. Gelar kehormatan juga
diberikan kepada Ny Ani SBY, yakni Puan Puti Ambun Suri. Gelar sangsoko
untuk SBY dan istrinya ini diberikan masyarakat Tanjung Alam, Kecamatan
Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar. 
Kaitan JK dengan Minangkabau tak usah diragukan lagi. JK adalah rang
sumando. Istrinya, Mufidah, adalah anak nagari Lintau, Tanah Datar. Oleh
tim kampanye JK-Wiranto, rang sumando ini digadang-gadang dengan slogan
yang cukup bombastis; rang sumando bakuku ameh! (Tiap sepekan sekali,
sekurang-kurangnya, kita tunggu keratan kukunya. Ameh, siapa yang tidak
tergiur?) Tentu saja ini merupakan upaya untuk menarik primordialisme
para pemilih.  Siapa yang tak mau mendukung rang sumando. Sedangkan
dunsanak saja kita relakan untuk diperistrinya! 
Walaupun kemudian ternyata primordialisme tidak signifikan dampaknya
terhadap keterpilihan, tapi setidaknya, upaya mengedepankan kultur
Minangkabau dalam praktik kampanye JK-Wiranto merupakan kebanggaan
tersendiri. 
Tapi amat disayangkan, dengan dalih primordialisme itu pula, sejumlah
tokoh yang nyata-nyata mendukung SBY-Boediono, dihujat oleh para
pendukung rang sumando. Jagad politik Minangkabau sempat heboh dan panas
manakala hujatan tersebut bersimaharajalela. Bahkan sempat berkembang
menjadi fitnah yang beredar dari mulut ke mulut, dari lepau ke lepau. 
Untunglah yang kena hujat hanya tersenyum dan lebih banyak diam. Memilih
bersembunyi dari publikasi sembari merapatkan barisan dan menggalang
dukungan. Hasilnya, diperkirakan 80 persen masyarakat Minangkabau
memilih SBY. Sebuah fenomena baru dalam ilmu sosial-politik, bahwa isu
primordialisme tidak mangkus dalam Pilpres (entahlah nanti dalam
pemilihan kepala daerah?). 
Kita telah melihat secara kasat mata, betapa dewasa dan bijaksananya
para tokoh Minangkabau dalam berkiprah di arena Pilpres 2009 ini.
Strategi politik yang amat matang diperlihatkan oleh tokoh-tokoh
Minangkabau pro Cikeas; tidak memperturutkan, apalagi terbawa arus isu
primordialisme. Pantas kita ucapkan selamat kepada para tokoh tersebut.
Alhasil, selamatlah Minangkabau dari perpecahan. Apalagi dengan langkah
bijaksana rang sumando yang berkomunikasi via telepon genggam dengan
SBY, seperti diwartakan Singgalang, Jumat (10/7) ikut menjadi sitawa
sidingin bagi friksi yang sempat mengemuka di kalangan elit politik
Minangkabau.  Sedangkan JK saja sudah menelpon SBY untuk "mengucapkan
selamat", apa jadinya jika justru kita saling hujat bersahutan? 
Demikianlah, tahapan paling krusial dalam helat pilpres  ini sudah
dilewati. Jika melihat fakta quick count yang melandaskan pada
objektivitas scientific, sudah jelas siapa presiden ke-7 kita. Yang
pasti, bahwa presiden terpilih nanti yakni "presiden Minangkabau"! 
Helat Pilpres berbiaya Rp4 triliun ini mengukuhkan Minangkabau sebagai
"pemenang." (*)

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=247
9

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke