KENAPA  NABI  MUHAMMAD  SEHAT  14
            Oleh : K Suheimi 
Kuliah subuh saya jum’at  17 Juli 2009 adalah membahas  kenapa Nabi Muhammad 
Sehat..Salah satu sifat Nabi ialah pasrah, menyerahkan sesuatu kepada ketentuan 
Allah dan meyakini bahwa apa yg ditentukan Allah, itulah yg terbaik..Pasrah ini 
menimbulkan ke redhaan. Keteduhan, ketenangan tanpa gejolak..Hatinya tenang, 
fikirannya damai, perasaannya tenang, semua itu sangat di butuhkan un6uk 
memcapai kesehatan jasmani dan rohani
Tak sedikit orang yg sangat dan terlalu berharap, bila harapannya itu tak jadi 
kenyataan dia akan kecewa berat. Kecewa adalah awal dari ber macam-macam 
penyakit
Pasien saya sangat dan demikian harap mendamakan seorang bayi, namun setelah 
segala usaha di jalankan tak berhasil, kemudian dia pasrah.  Kepasrahan dan 
penyerahan dirinya pada Ilahi menyebabkan hormone-hormon di tubuhnya  beredar 
secara normal,  alat dan organ tubuhnyapun normal. Sehingga kita heran dia 
sendiripun heran ketika  kehamilan itu datang dan dia akhirnya mendapatkan bayi 
yg di dambakannya
Tak sedikit orang-orang yg pasrah dalam menghadapi sakitnya lebih cepat sembuh 
dibandingkan dengan orang yg cemas, resah dan gelisah. Sebetulnya di tubuh 
orang pasrah ada fikiran positif yaitu memohon dan mengembalikan persoalan pada 
Allah dengan pasrah kepada Nya
Untuk itu ada beberapa bacaan yg saya himpun sebagai berikut,
PASRAH atas apa yang berlaku serta menganggap setiap ketentuan Allah tersirat 
seribu hikmah, adalah sifat mulia dan terpuji dituntut oleh Islam. Islam 
mendidik umatnya sentiasa reda melakukan kebaikan dan menerima kejahatan serta 
ujian.
Ketetapan Ilahi adalah sesuatu yang tidak mampu ditandingi kerana sebagai 
hamba, kita akan sentiasa diuji untuk menambahkan keimanan dalam diri.
Daripada Suhibul Raumi berkata, sabda Rasulullah SAW,
“Betapa ajaibnya orang yang beriman itu. Sesungguhnya semua perkara adalah baik 
bagi mereka. Dan tiadalah kebaikan itu kecuali bagi mukmin. Jika memperoleh 
kegembiraan dia berterima kasih bererti kebaikan baginya dan jika ditimpa 
kesulitan dia bersabar bererti kebaikan baginya.” (Hadis riwayat Imam Muslim)
Sebagai seorang hamba, setiap umat Islam perlu pasrah menerima hukum Allah dan 
penghakiman lain yang sudah ditetapkan melalui wahyu disampaikan Rasulullah 
SAW. Kepatuhan dan ketaatan terhadap suruhan dan larangan-Nya menunjukkan 
keredaan kita terhadap apa digariskan agama, apatah lagi jika kita melakukannya 
dengan ikhlas dan bertanggungjawab.
Sering kali kita melihat umat Islam diuji bertalu-talu, bukan disiksa, tetapi 
itulah tanda kasih-Nya kerana kadangkala ujian sajalah yang menjadikan 
seseorang itu kembali kepada-Nya, sedang waktu senang ada kalanya kita tergamak 
mendahulukan keseronokan dunia melebihi sepatutnya.
Ketika melalui ujian tidak tertanggung, jelas dilihat pada wajah orang beriman 
sifat pasrah atas suratan dan mereka pasti hikmah tersirat lebih istimewa 
daripada kesusahan dihadapi, justeru keyakinan terhadap kekuasaan-Nya saja yang 
mampu mengubat hati.
Daripada Anas, sabda Rasulullah SAW bermaksud,“Apabila Allah cinta kepada suatu 
kaum, mereka diuji. Barang siapa reda menerima ujian itu, Allah reda pula 
kepadanya. Dan barang siapa yang marah (tidak reda), maka Allah pun murka 
kepadanya.” (Hadis riwayat Imam At-Tarmizi)
Jelas sekali percaya kepada qada’ dan qadar adalah satu tuntutan dan rukun iman 
ke atas setiap umat Islam. Jika tidak wajib beriman dengan qada’ dan qadar, 
sudah tentulah manusia tidak dapat menerima ketentuan Ilahi, sebaliknya 
menyalahkan pelbagai perkara sehingga akhirnya kesalahan itu berbalik kepada 
diri sendiri.
Rasulullah SAW bersabda bermaksud:“Dari Abu Hurairah, sabda Rasulullah SAW: 
Jika engkau terkena oleh sesuatu musibah, maka janganlah engkau berkata: Andai 
kata saya mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu. Tetapi 
berkatalah: Ini adalah takdir Allah dan apa saja yang dikehendaki oleh-Nya 
tentu Dia melaksanakan-Nya, sebab sesungguhnya ucapan andai kata itu membuka 
pintu godaan syaitan.” (Hadis riwayat Imam Muslim)
Sesungguhnya jika kita pasrah terhadap apa yang ditentukan Allah, maka kita 
juga akan memperoleh keredaan Allah. Nabi Muhammad Pasrah maka beliau dapat 
keredaan Allah, bila Allah Reda, maka ketika ada do’a sehatkanlah hamba Mu ini, 
tentu Allah yg Maha Pengasih dan penyayang akan menghadiahkan sehat itu pada 
hamba Nya
Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suciNya dalam Al Qur"an
Allah berfirman:"Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang 
benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang mengalir dibawahnya 
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap 
mereka, dan merekapun ridha terhadapnya. Itulah keberuntungan yang paling 
besar". (QS. 5:119)
 
Pekan Baru 17 Juli 2009
 

Terima Kasih

Prof.H.K.Suheimi, SpOG(K)


      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke