Kamis, 16 July 2009
Sumbar Harus Lebih Agresif PARIWISATA Padang, Singgalang Pemerintah Provinsi Sumbar harus lebih agresif dalam melakukan promosi pariwisata ke Negeri Belanda. Sebab pangsa pasar pariwisata di Negeri Belanda per tahunnya mencapai 1,6 juta. Tahun 2008 saja, jumlah wisatawan Belanda yang berkunjung ke Indonesia mencapai 130 ribu orang dengan lama tinggal mencapai tiga minggu, dan menghasilkan devisa menjapai Rp100 miliar per tahun. "Ini adalah suatu potensi yang sangat menjanjikan bagi kemajuan dunia pariwisata Indonesia, khususnya Sumbar. Sebab Sumbar menpunyai potensi pariwisata yang cukup menjanjikan. Selain memiliki alam yang indah, budaya yang memesona, juga nilai historis dan hubungan emosional dengan Belanda cukup tinggi," sebut Firdaus Dahlan, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Belanda, Rabu (15/7) di kantor redaksi Singgalang. Ia mengatakan, selama ini kelemahan Indonesia umumnya, Sumbar khususnya belum menyentuh pasar Belanda secara maksimal dengan melakukan promosi di Negeri Kincir Angin itu. "Hal itulah yang membuat negara kita kalah bersaing dengan negara lain misal Malaysia dan Singapura. Kenapa orang Belanda lebih banyak ke dua negara itu dibanding Indonesia, padahal hubungan emosional dan historisnya lebih dekat ke Indonesia. Itu disebabkan dua negara itu gencar dalam melakukan promosi. Sementara kita sangat minim," ujarnya. Kedepan, katanya, ia sangat mengharapkan Sumbar khusunya lebih banyak melakukan promosi di pelbagai iven yang diselenggarakan di Belanda seperti Vacancy Burst (travel agent fair) yang merupakan pameran wisata terbesar di Eropa. "Selain itu, perlu juga melakukan road show kebudayaan dengan menampilkan pagelaran budaya Sumbar di Belanda. Dengan giat berpromosi, saya yakin jumlah kunjungan wisatawan Belanda ke Indonesia, Sumbar khususnya akan jauh lebih meningkat. Sebab karakter orang Belanda, selain berwisata, mereka juga sekaligus bernostalgia. Dan potensi itu dimiliki oleh kita," jelasnya. (302) http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=251 5 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
