Rky. Hanifah Daman yth. dan Sanak di palanta nan ambo hormati
Ambo copykan dari Tahu di Nan Ampek seperti di bawah ini atau selengkapanya
dapat diklik dari
http://www.nanampek.nagari.or.id/c43.html

*Tahu pada empat urutan orang yang harus dihormati di dunia*



Menurut riwayat, seseorang bertanya kepada nabi Muhammad: "Siapa orang yang
seharusnya kuhormati?"
Jawab Nabi : "Ibumu".
Sesudah itu siapa lagi ya Rasul ?, Jawab Nabi : "Ibumu".
Sesudah itu siapa lagi ya, Rasul ?, Jawab Nabi : "Ibumu".
Sesudah itu siapa lagi ya, Rasul ? Jawab Nabi : "Bapakmu". Penghormatan
untuk Ibu tiga kali berturut-turut tersebut dapat dihubungkan dengan
pemahaman fungsi :dengan tiga fungsi
"ibu sebenar-sebenarnya ibu", yaitu ketika *mengandung, saat melahirkan dan
ketika menyusukan/memelihara bayi, yang tidak bisa digantikan oleh bapak. *


Tiga kegiatan ini tidak dapat digantikan oleh Bapak atau orang lain, dan
tidak mungkin dibalas jasanya oleh anak.
Sesudah penghormatan kepada Ibu, maka giliran Bapak mendapat penghormatan
dari anak.

Menurut peribahasa bangsa Timur
Kasih Ibu sepanjang jalan
Sayangnya tak mungkin dapat diukur
Tidak mengharap balas imbalan

Syarat menjadi orang yang takwa
Kepada Ibu Bapak harus berbakti
Seandainya beliau sudah tua
Jangan diserahkan ke dalam panti

Disebut wanita mendahulukan karir
Gaji dan materi terlalu dikejar
Itulah Ibu yang kurang pikir
Karena keluarga dapat bubar

Ibu dan Ayah berbeda fungsi
Tugas Bapak mencari nafkah
Seumpama Bapak supir taksi
Siang malam meninggalkan rumah

Sebelum memimpin orang banyak
Jadilah Ibu sebenarnya Ibu
Mengatur keluarga, mendidik anak
Fitrah manusia memang begitu

Inilah urutan dalam sistematika
Negara bersendi kepada masyarakat
Masyarakat bersendi kepada keluarga
Hancur keluarga, negara kiamat

Ibarat pabrik produsen manusia
Tugas ibu melahirkan anak
Semua bahan harus sedia
Ketika mesin mulai bergerak

Mengharapkan hasil yang optimal
Pabrik dan mesin harus bagus
Dibuat rencana memakai akal
Agar kehidupan maju terus

Dalam peradaban budaya kafir
Wanita dijadikan alat promosi
Di mana tempat selalu hadir
Dalam busana dibuat seksi

Perempuan dianggap bagian dagangan
Boleh dibeli, dapat dijual
Padahal ini merupakan larangan
Dalam agama yang kita kenal

Ibu bapak keramat dunia
Doanya makbul sumpahnya manjur
Supaya hidup senang bahagia
Kalau berucap jangan terlanjur

Mintalah doa sebelum pergi
Kepada Ibu, terhadap Bapak
Doa mereka laksana energi
Menambah kuat semangat anak

Ini ucapan sangat keliru
"Orang tua sebagai kawan"
Kawan bisa jadi seteru
Ibu Bapak haram dilawan

Tidak disebut manusia terpelajar
Bila tak punya budi akhlak
Sejak kecil anak diajar
Sujud kepada Ibu Bapak

Kembali ke daftar judul <http://www.nanampek.nagari.or.id/judul.php>

wassalam

Abraham Ilyas


On 7/17/09, hanifah daman <[email protected]> wrote:
>
>   MENYUSUI
>
>
>
> Membaca tentang pentingnya menyusui
>
> Aku jadi teringat ketika anak-anak masih bayi
>
> Alhamdulillah keduanya kususui
>
> Mungkin waktu itu karena faktor ekonomi
>
>
>
> Kulahirkan di Padang anak pertamaku
>
> Kubawa anakku memasuki rumah baru
>
> Perumnas yang potongannya terasa besar bagiku
>
> Dua pertiga dari gajiku
>
>
>
> Gabungan sisa uangku dan uang suamiku
>
> Membuatku harus pandai-pandai mengatur menu
>
> Ku hitung-hitung andai kebelikan susu
>
> Yang teririt dan praktis adalah menyusu padaku
>
>
>
> Aku beruntung sabagi ibu
>
> Yang bisa atur jadwal kuliah sesuai seleraku
>
> Kegiatan lain aku tak mau tau
>
> Sampai anakku berhenti menyusu
>
>
>
> Dua tahun lamanya anak pertamaku menyusu
>
> Sudah malu pula orang melihatku
>
> Ketika kususukan saja dimana dia mau
>
> Entah kemana perginya malu
>
>
>
> Tak mudah menyuruhnya berhenti
>
> Pahir sedikit dia tidak peduli
>
> Akhirnya kuusap putingku dengan akar ali-ali
>
> Baru dia berhenti karena pahit sekali
>
>
>
> Anakku yang kedua
>
> Tak serakus yang pertama
>
> Kususukan enam belas bulan lamanya
>
> Berhenti sendiri karena ku tinggal lama
>
>
>
> Waktu itu aku tinggalkan dia bersama bapaknya
>
> Aku ikut penataran di USU FMIPA Matematika
>
> Sebenarnya aku tersiksa disana
>
> Susuku bengkak dan sakit karena penuh isinya
>
>
>
> Kubeli penyedot air susu
>
> Ku sedot air susuku
>
> Beberapa hari berlalu
>
> Berkurang sendiri air susuku
>
>
>
> Begitu aku kembali ke Bengkulu
>
> Ku susukan lagi anakku
>
> Entah kenapa aku tak tau
>
> Tak mau lagi dia menyusu padaku
>
>
>
>
>
> Bengkulu, 17 Juli 2009
>
>
>
>
>
> Hanifah Damanhuri
>
>
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke