Sapangana ambo, dalam bahasa indonesia, me-i obyeknya diam, kalau
me-kan, obyeknya yang di"manipulate". Contohnyo, menaiki tangga
(tangganya diam, dipijak), menaikkan tangga <janjangnyo nan diangkek>.
Atau, mengaliri sawah vs. mengalirkan air.

riri
bekasi, l, 47

On 19/07/2009, Zorion <[email protected]> wrote:
>
> Ambo bukan ahli bahaso, tapi bahaso nan benar selalu menarik untuak dibahas
> Pandapek ambo pribadi, kato manyusui untuak ibu nan memberikan ASI. Sadang
> kato masyusukan atau memberi susu, menggunakan alat botol susu, Mungkin ado
> pandapek palanta nan lain?
>
>
> ----- Original Message -----
> From: sjamsir_sjarif <[email protected]>
> Sent: 17 July 2009 23:29
> To: [email protected]
> Subject: [...@ntau-net] Re: MENYUSUI
>
>
> Mana yang biasa didengar, atau mana yang betul,
>
> Menyusui atau menyusukan?
> Menyusui bayi atau menyusukan bayi?
>
> Atau dalam Caro Awak, nan maa nan biaso dikecekan,
> Manyusui anak atau Manyusuan anak?
>
> Nan biaso tadanga di ambo dalam Caro Awak "manyusuan anak".
> Kama biyaino?
> Ano sadang manyuaan anakno.
>
> Anakno sadang manyusu.
> Oh, alun baranti no manyusu lai?
>
> Tangiang-ngian lo laguno:
> Sarooman anaak areek maanyusu ...
> Jikok ..... apoo dayoonyo ...
>
> Salam,
> --MakNgah
>
>
> --- In [email protected], hanifah daman <iffa...@...> wrote:
>>
>> MENYUSUI
>>
>> Membaca tentang pentingnya menyusui
>> Aku jadi teringat ketika anak-anak masih bayi
>> Alhamdulillah keduanya kususui
>> Mungkin waktu itu karena faktor ekonomi
>>
>> Kulahirkan di Padang anak pertamaku
>> Kubawa anakku memasuki rumah baru
>> Perumnas yang potongannya terasa besar bagiku
>> Dua pertiga dari gajiku
>>
>> Gabungan sisa uangku dan uang suamiku
>> Membuatku harus pandai-pandai mengatur menu
>> Ku hitung-hitung andai kebelikan susu
>> Yang teririt dan praktis adalah menyusu padaku
>>
>> Aku beruntung sabagi ibu
>> Yang bisa atur jadwal kuliah sesuai seleraku
>> Kegiatan lain aku tak mau tau
>> Sampai anakku berhenti menyusu
>>
>> Dua tahun lamanya anak pertamaku menyusu
>> Sudah malu pula orang melihatku
>> Ketika kususukan saja dimana dia mau
>> Entah kemana perginya malu
>>
>> Tak mudah menyuruhnya berhenti
>> Pahir sedikit dia tidak peduli
>> Akhirnya kuusap putingku dengan akar ali-ali
>> Baru dia berhenti karena pahit sekali
>>
>> Anakku yang kedua
>> Tak serakus yang pertama
>> Kususukan enam belas bulan lamanya
>> Berhenti sendiri karena ku tinggal lama
>>
>> Waktu itu aku tinggalkan dia bersama bapaknya
>> Aku ikut penataran di USU FMIPA Matematika
>> Sebenarnya aku tersiksa disana
>> Susuku bengkak dan sakit karena penuh isinya
>>
>> Kubeli penyedot air susu
>> Ku sedot air susuku
>> Beberapa hari berlalu
>> Berkurang sendiri air susuku
>>
>> Begitu aku kembali ke Bengkulu
>> Ku susukan lagi anakku
>> Entah kenapa aku tak tau
>> Tak mau lagi dia menyusu padaku
>>
>>
>> Bengkulu, 17 Juli 2009
>>
>>
>> Hanifah Damanhuri
>
>
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke