SIDRATIL  MUNTAHA
Oleh : K Suheimi
 
 
 
Maha suci  Allah  yang  telah  memperjalankan  hambanya-Nya  pada  satu  malam 
dari  Masjidil  Haram  ke Masjidil  Aqsha, yang  telah kami  berkati  
sekelilingnya ;  karena  hendak  kami  perlihatkan  kepadanya  tanda – tanda  
kami. Sesungguhnya  dialah Allah  yang maha  mendengar  dan maha  melihat ( Al  
Isra' ayat 1 ).
 
Maha  suci  Dia yang  telah  menjadikan langit  dan bumi. Maha suci  Dia yang  
telah menjadikan Adam  dan Hawa. Maha  suci Dia  yang  telah  melahirkan  Isa  
dari Maryam  yang suci  Dia yang  telah  membelahkan  laut untuk Musa.  Maha 
suci  Dia yang  telah  memperjalankan  hambanya  pada malam yang  penuh  
berkah  dari masjidil Haram ke Masjidil  Aqsha, sehingga  malam  itu 
Rasulullah  Muhammad S.A.W  sampai ke Sidratil  Muntaha.
 
            Hatinya  tidak  mendustakan apa yang  dilihatnya. Maka  apakah kami 
hendak  membantahnya  tentang  apa yang  dilihat  itu ?  Padahal  sesungguhnya  
dia telah melihatnya  sekali lagi. Di  dekat  Sidratil  Muntaha. Yang  
disisinya  ada syurga  tempat  kembali. Tatkala  sidratil  muntaha  itu 
diliputi  oleh sesuatu  yang meliputi. Tidak  berpaling  penglihatan  matanya  
dan tidak  dia melampaui batas ( An Najmm 11 – 17 )
 
            Sidratil  Muntaha, tidak  ada tempat  yang lebih  tinggi  dari itu. 
Tiada  langit  sesudah  Sidratil  Muntaha. Disana  ada Arsy-Nya . Tiada  satu  
katapun  yang dapat  melukiskan  betapa  tiada  terpermai indahnya  Sidratil  
Muntaha  itu. Kelu lidah  Rasullullah  sewaktu kepadanya  ditanya oleh 
sahabat;  bagaimana indahnya  Sidartil Muntaha. Tiada  kata yang  dapat  
menggambarkan  betapa  megahnya  Sidratil  Muntaha. Suatu  tempat  yang tak  
pernah  terbayangkan  oleh hati, yang tak pernah  terpikirkan oleh otak  dan 
tak terjangkau  oleh angan – angan. Tempat  itu begitu  mulia,  tempat itu  
begitu  agung  dan begitu  suci. Tersungkur  Rasulullah  sesampainya  di 
Sidratil  Muntaha, dia  menyaksikan  sesuatu  yang tak pernah  terfikirkan,  
sesuatu  yang  tak pernah terbayangkan selama ini. Di sana dia tergoncang, 
disana  dia tergetar, getaran  dan goncangan  inilah
 menggetarkan  dunia dengan seluruh isinya. Disana  dia berdialog  dengan 
Allah, disana dia menerima  perintah  Shalat, tanpa perantara  tanpa Jibril. 
Disana  dia  mengalami  suatu pengalaman  relegius  yang tak dapat  ia lukiskan.
 
            Semua  menginginkan  agar sampai ke Sidratil Muntaha, begitu  juga 
nabi  dan para  rasul  namun  tiada kesampaian. Lihatlah  nabi  Ibrahim, 
berulang  kali dia  meminta  untuk  dapat  melihat  wajah-Nya,  namun  dia 
tidak bisa  dan tidak sanggup, serta  tidak  diperkenankan. Demikian pula  
dengan  Nabi  Musa,  sampai  mendaki  Bukit Thursina, namun  matanya  silau  
tiada  sanggup  dan tiada  mampu dia.
            
            Jangankan  manusia, Nabi  dan rasul, Malaikat Jibrilpun tak  
diperkenankan  ke Sidratil  Muntaha. Ingatlah  tatkala  Jibril  berkata  pada 
Muhammad :  " Sampai  disini ya Muhammad, aku tak  sanggup lagi menemuimu. 
Hanya  engkaulah  satu – satunya  makhluk  yang diperkenankan oleh Allah  
untuk  menghadapnya dan memijakan  kaki di Sidratil  Muntaha "
 
            Muhammad  berhadil  sampai ke Sidratil Muntaha,  tempat  yang  
diidamkan  dan dicita – citakan oleh  semua makhluk, namun  setelah sampai  
disitu  dia kembali  lagi. Tak  hendak dia  meminta  untuk kesenangan  
dirinya,  adainya  dia bermohon  agar  diizinkan menetap  di Sidratil  Muntaha, 
mungkin  sebagai  Makhluk  yang dicintai  oleh kahliknya  mungkin  permohonan  
itu akan  dikabulkan  oleh Tuhan.  Tapi dia  tidak  memohon  itu,  dia tidak  
meminta  untuk dirinya  sendiri. Sebagai  rasul  di  kakinya  terhampar  
dunia.  Di dunia  dia harus  menyampaikan  risalah, di dunia  dia di caci, 
dimaki, dihina, dilempari  dengan tahi  onta.  Giginya  rontok, punggungnya  
berdarah, dia kelaparan.  Ditanggungnya  derita itu,  di tanggungnya sakit  
itu, untuk apa ?  Untuk umatnya, agar  umatnya  dapat keluar  dari zaman  
jahiliyah  menuji  zaman  yang  terang – benderang 
 dengan  kehidupan  yang mulia.  Sayang  sebagian  dari umat itu, tidak  
menghargai  pengorbanan  dari Rasul, sebagian  uamt itu justru  kembali  
kezaman  jahiliyah, bahkan  lebih tidak beradab lagi.
            Setiap kali kita  memperingati  Isra' dan Mi'raj, hendaklah kita  
mengadakan  evaluasi  dan penilaian  terhadap  shalat  yang  telah  kita  
kerjakan. Apakah  sama  saja shalat  kita tahun  yang lalu dengan tahun  
sekarang.  Berulang  kali kita  memperingati  Isra' Mi'raj , namun  apakah  
artinya  bagi kita dan  sejauh  mana baru  shalat  itu telah  mewarnai  hidup  
dan pribadi  kita.  Apakah  shalat itu  telah mencegah  kita dari  melakukan  
perbuatan  yang keji  dan mungkar. Apakah  shalat  itu telah  membina  pribadi  
dan akhlak kita menjadi  akhlakul  karimah,  akhlak yang  mulia, teguh  dan 
agung  seperti  yang  dicontoh  oleh  Nabi  Muhammad  S.A.W
            Di dunia  dia  pernah  ditawari  dengan  kemilauanya  harta,  
mulinya  tahta  dan cantiknya wanita. Memang  di dunia ini ada 3  godaan  yang 
berat, dimana  manusia  sering  dibikinnya  bertekuk lutut, ialah  harta, tahta 
dan wanita.
 
            " Apa  yang kau cari  diatas  dunia ini ya Muhammad ? " kata  orang 
Quraisy. "Apakah kau ingin  harta ? Akan  kami  himpun  seluruh  harta orang  
Quraisy dan akan kami  berikan  kepadamu, sehingga  engkaulah  orang yang  
terkaya  bagi  kami " Rasul  menggeleng.
 
            " Atau  mungkin  kau ingin  jabatan , kami  angkat  engkau  jadi 
penghulu  kami,  sehingga  engkaulah  yang paling tinggi  pangkatnya  diantara  
kami  sekalian, tinggalkan  tugasmu  untuk  menyampaikan  risalah". Rasulpun  
kembali  menggeleng.
 
            " Atau kau ingin  wanita cantik ?  Akan kami carikan  wanita yang  
tercantik untukmu, tapi  tinggalkanlah  menyampaikan  risalah "
            
            Dijawab oleh  Rasulullah : " Dengar hai orang  Quraisy,  andaikan  
bisa  engkau  memetik  rembulan  dan meletakkan pada tangan kiriku  dan dapat  
engaku  mengambil matahari  dan meletakkannya  pada tangan  kananku, lalu  kamu 
suruh  aku untuk  tidak  menyampaikan  risalah, dengarlah " Lakum dinukum wa 
liadin" bagimu agamu dan bagiku  agamaku "
 
            Kenapa  Rasul, tidak tergoda  oleh harta ?  Karena  beliau  telah 
sempat  punya  harta  yang banyak, baik  melalui  harta  Khadijah maupun  dari  
perdagangan  beliau  yang selalu  sukses.  Disamping  itu sewaktu  beliau  
mi'raj  kepada  beliau  telah  diperlihatkan  syorga  dan di dalam  syorga  
harta  apa yang  tidak ada, semuanya  lengkap  dan semuanya  sempurna.
 
            Sewaktu  kepadanya  ditawarkan  tahta,  tentu  saja  tahta  itu 
tak  berarti  apa – apa  kalau  dibandingkan dengan  Sidratil  Muntaha  syorga  
di samping – Nya.
 
            Sewaktu  beliau ditawarkan  wanita, tentu saja  bidadari  di 
syorga  lebih cantik, tetap  awet muda  dan tetap  perawan, tiada  seujung  
rambutpun  kecantikannya bila  dibandingkan  dengan wanita  bumi ini,  apalah  
artinya  di dunia ini. " Walal akhiratu khairul laka  minal ula" sesungguhnya  
kehidupan  akhirat itu jauh  lebih  baik dari  kehidupan dunia. 
 
            Suatu  ketika,  diwaktu  Rasululah  berada di Mina  dan 
menyampaikan ayat  yang baru  turun  yaitu  surat  Al  Maidah 67. Seketika  itu 
juga  khalayak  yang ada  disekitar  beliau  melemparinya dengan  batu,  
sehingga  kakinya  lulka – luka berdarah !
 
            Yang terdengar  dari  mulut  Rasulullah diwaktu  itu adalah  doa : 
" Wahai  Tuhanku, berilah  hidayah  kepada  kaumku ini, lantaran mereka  tidak 
tahu  apa yang mereka  perbuat ."
 
            Waktu  beliau  menjawab  pertanyaan  pamanya  Abu  Thalib,  yang  
menyampaikan  ultimatum pembesar – pembesar  Quraisy :  " Wallahi  ma taraktuh 
. Demi  Allah,  sekali – kali tidak  akan  kutinggalkan tugasku  ini,  sampai  
perjuangan  ini dimengani  oleh Allah  atau aku hancur  didalamnya. "
 
            Suara jiwa  yang demikian itu juga  yang berbicara , tatkala  
Muhammad S.A.W menyampaikan  sikapnya  terhadap  penduduk  Mekah yang  datang  
berduyun – duyun  kepadanya, dengan  hati berdebar -  debar  menunggu  akan  
bagaimana  nasib  mereka  setelah  Rasulullah  memasuki  Kita Mekah  dengan 
10.000  tentara  tanpa  perumpahan  darah : " Wahai masyarakat Quraisy  tidak  
ada satu  gugatanpun terhadapmu hari. Pergilah kamu semua dalam keadaan bebas" !
 
            
            Berbeda – bedan  bentuk  reaksi Nabi  Muhammad S.A.W pada 3 
peristiwa  yang berbeda  itu. Yang pertama  berupa  doa. Yang kedua  tantangan  
menyambut  tantangan  dan yang ketiga  memberi  maaf, penutup  bagi  dendam  
dan kesumat.
            
Diwaktu  beliau  dimaki – maki  dan dilempari  batu oleh  oran g- orang  jahil  
di Mina  itu, tidaklah  beliau  hanyut  dalam  harus  sakit,  pribadinya, 
lahir  maupun  bathin, akan tetapi  beliau  diliputi  oleh kemasyqulan,  
mengenang  nasib  orang – orang  jahil  itu sendiri, yang  sebenarnya  tidak 
tahu  apa yang mereka  perbuat. Lalu  beliau  berdoa, semoga  Allah  membuka  
mata hati  mereka dengan  hidayah-Nya.
 
            Pada  peristiwa kedua, waktu  beliau  mendengar  segala  ancaman  
ultimatum dari  pemimpin Quraisy  supaya  beliau  menghentikan saja  memanggil  
orang – orang  kepada  Tauhid, tidaklah  beliau  diliputi  oleh pertimbangan  
keamanan pribadi, tetapi  oleh rasa  tanggung jawab  dan  kewajibannya. Baliau 
lebih  rela  gugur dalam  menjalankan tugas,  dari pada  menyerahkalah  dan 
tunduk kepada   gertakan. Lalu  dihadapinya tantangan  dengan jawaban yang 
setimpal.
 
            Pada  peristiwa  ketiga,  diwaktu  beliau  dengan umat  mukmin  
mencapai  kemenangan  gilang  gemilang, sebagai  penutup  suatu  perjuangan  
hampit ¼  abad terus menerus, bukanlah  kesombongan  atau kehausan dan 
kelezatan  membalas  dendam  yang meliputi  hati-Nya, akan tetapi  syukur  
kepada Illahi  dan maaf  atas mereka  yang  telah  tunduk  kepada  kebenaran. 
Dirasakan-Nya  bahwa pada hakekatnya  yang  menang  adalah Kalimatullah Hiyal 
"Ulya. Bukan hanya  pribadi – Nya. Diulangnya  kata  Nabi Yusuf :"Tidak  ada 
gugatan apa – apa  atasmu pada hari ini ; semoga Allah  mengampuni mu; lantaran 
Dia yang paling  penyayang".
 


Terima Kasih

Prof.H.K.Suheimi, SpOG(K)


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke