Pengalaman ambo naiak boat ka Sikuai ko memang ado beberapa hal nan harus jadi perhatian pengelola 1. Ka naiak boat indak ado pemberi tahuan tentang keselamatan kalau ado emergency atau status darurat 2. Baju pelampung indak dibagikan atau paliang indak diberi tahu dima lokasi baju pelampung tu dan baa caro mamakai no. 3. Paga2 disekeliling boat nampak lah banyak nan guyah dan indak ado tando2 peringatan "jan basanda di paga ko" 4. Bangku nan nan paliang ateh cuma berupa kursi plastik, indak tabayang kalau ombak gadang, kapa barayun basiluncua lah kurisi jo urang nan duduak di ateh no, bisa2 tajun ka lauik dek paga nan indak kuaik pulo. 5. Ka naiak jo turun dari boat ko urang harus malompek dan indak ado tali untuak bapacik.
Itu nan nampak di ambo, jadi rasono ado batua no juo kalau kapasitas boat ko dibatasi, mungkin disasuai kan jo jumlah baju palampuang nan ado, itupun kalau ado dek indak nampak. Wassalam Tan Ameh (50+) ----- Original Message ----- From: Riri Chaidir To: [email protected] Cc: [email protected] Sent: Tuesday, July 21, 2009 8:21 PM Subject: [...@ntau-net] Re: Sikuai DITUTUP sementara...? Dua postings da Nofrins agak berbeda nadanya - walaupun ujungnya - kalau ini terjadi terusmenerus - akan berakibat buruk. DI tulisan yang kedua, sepertinya aparat yang "rese". Tapi di tulisan yang kedua ini, agak lucu juga kalau saya lihat.Sepertinya harus dijelaskan, yang mana yang "kapasitas" dan yang mana yang "ijin". riri bekasi, l, 47 2009/7/21 Y. Napilus <[email protected]> Tambahan info dari http://padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=8708 Selasa, 21 Juli 2009 , 10:20:00 Wisatawan ke Sikuai Kecewa Berat Padang, Padek---Ratusan wisatawan domestik tujuan Pulau Sikuai terlunta-lunta selama lima jam lebih di Dermaga Wisata Bahari, Minggu (19/7) pagi. Akhirnya banyak wisatawan yang membatalkan keberangkatan karena kesal. Pasalnya, izin berlayar tidak dikeluarkan Sahbandar Dinas Perhubungan Laut Kota Padang, jika berangkat melebihi 60 orang. Rombongan wisatawan domestik itu berangkat melalui dermaga AW Cafe di Jalan Batangarau yang tergabung dalam wisata one day tour. Mereka sudah membayar biaya keberangkatan kepada pihak AW Café. Insiden yang dialami wisatawan asal Jakarta, Medan dan Pekanbaru itu, jelas mencoreng citra pariwisata Kota Padang. Tigor Sinaga, 35, asal Jakarta mengaku kecewa. “Bagaimana Kota Padang bisa berhasil mengembangkan pariwisatanya jika wisatawan diperlakukan seperti ini. Mana ada yang mau datang lagi ke Kota Padang,” kata Tigor dan teman-teman yang sudah menunggu selama lima jam lebih. Tigor menasehati, antara pengusaha dan pihak pemerintah daerah harus jalin kerja sama dan menetapkan peraturan-peraturan yang jelas sehingga tidak merugikan masyarakat. Pengusaha pariwisata, Ridwan Tulus mengatakan tidak bolehnya penumpang menaiki kapal menuju ke Pulau Sikuai karena alasan izin layar kapal hanya membolehkan membawa 60 penumpang. Padahal kapal yang kita punya mempunyai kapasitas mencapai 75 orang. Tapi pihak syahbandar tetap ngotot. “Saya tidak mengerti apa keinginan syahbandar. Padahal saat ini masanya libur sehingga banyak masyarakat yang datang dari luar provinsi yang ingin menikmati libur bersama teman dan, keluarga mereka ke pulau. Kapal yang kita punya pun memiliki kapasitas 75 penumpang. Mengapa harus dipaksakan ketetapan 60 penumpang itu, kalau kapal kita layak membawa 75 orang. Saya rugi puluhan juta lebih,” ujar Ridwan. Monte Kristo, anggota syahbandar yang berada di lokasi keberangkatan terlihat memeriksa penumpang yang akan diberangkatkan. Saat ditanya kenapa hal ini bisa terjadi, ia menolak berkomentar dengan alasan Kepala Syahbandar tidak ada di tempat. “Saya tidak bisa menjawab pertanyaan rekan-rekan wartawan, karena ini bukan wewenang saya. Saya di sini hanya melakukan perintah atasan yang menyuruh melakukan pengecekan, terhadap kapal yang akan berangkat. Memang kita hanya memberikan izin layar pada kapal mereka dengan membawa 60 penumpang,” ujar Monte. Setelah menunggu, akhirnya Ridwan Tulus menyewa KM Asia untuk mengangkut ratusan sisa wisatawan itu. (cr 13/hsn) --- On Tue, 7/21/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: Sikuai DITUTUP sementara...? To: [email protected] Date: Tuesday, July 21, 2009, 4:35 PM Dear All, 1. Barangkali perlu kita mengerti juga apa yg menjadi tugas dan wewenang POLAIRUD dan Syahbandar pada wilayah tugas mereka masing-masing. Namun demikian, kita MEMANG PERLU utk bersama-sama ikut MENGAWASI mereka agar jangan menyalah gunakan wewenang mereka dan melaksanakan tugas secara OVER ACTING. 2. Demikian juga kiranya kita perlu pula bersama-sama ikut MENGAWASI perilaku pihak SWASTA yang hanya mau menang sendiri untuk kepentingan ekonomi mereka sendiri tanpa mempedulikan tata krama dan etika berusaha dan juga tanpa mau memperdulikan keamanan negeri dan kemaslahatan masyarakat luas. 3. Utk tingkat propinsi, maka masalah koordinasi dgn POLAIRUD dan Syahbandar tsb mestinya HARUS BISA diatasi oleh KadisPar Propinsi saja, jadi bukan urusan kawan2 di pusat ( MenBudPar ). 4. Mengapa hingga kini koordinasi tersebut tidak kunjung harmonis? Untuk itu, mari kita SIGI secara seimbang dan objektif mengapa terjadi hambatan koordinasi yg merugikan tsb. Tentunya dgn cara tanpa menyudutkan suatu pihak secara berlebihan dan pula tanpa memanjakan pihak lain secara khusus. 5. Pola berkomentar yg tidak seimbang (apa lagi kalau ASAL NJEPLAK) adalah akan menjadikan "noisy" dan membuat milis ini kehilangan makna dan tidak pantas bernama sebagai tourism-board. Salam, r.a --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
