PENGALAMAN PERTAMA ITU MEMANG TIDAK SELALU MANIS Sore tadi, adik remaja tanggung yang cantik itu pulang ke asrama dengan sedikit air mata yang masih tersisa. Hatinya dongkol bukan main. Ia kemudian mengadu lewat telepon ke bapaknya di Quangzhu, China, sana. Mendengar ia masih menggerutu, mula-mula kami hanya diam saja. Sambil sekali-kali menghibur dan menunjukkan simpati atas peristiwa yang dialaminya.
Apa memang masalahnya? Oh, ternyata ia dibawa sopir taksi dulu keliling-keliling, bahkan ke tempat yang ia tidak kenal, bukannya langsung menuju tempat yang ingin dicapainya. Bagi sebagian orang, mungkin ini cuma masalah sederhana, tapi bagi seorang remaja tanggung yang baru beberapa hari menginjakkan kakinya di ibu kota ini, dan baru pertama kali bepergian naik taksi sendiri di kota Delhi, bisa jadi ini adalah kejadian yang mengerikan. Makanya wajar kalau ia sedikit shock, kami juga prihatin dan simpati kepadanya. Tetapi ketika ia terus menggerutu, malah bersumpah tidak akan pernah naik taksi lagi, dan bahkan menganggap serta menyamaratakan seolah-olah semua sopir taksi jahat begitu, saya coba juga untuk menasehatinya. Bahwa hal ini bagi dia sangat menakutkan, kami bisa memahami, tapi apakah itu berarti dia tidak akan pernah mau naik taksi lagi? Tentu kurang baik kalau ia tidak pernah berani lagi naik transportasi jenis ini, karena suatu saat ia akan membutuhkannya juga. Lagipula tidak fair kalau semua sopir taksi dianggapnya jahat seperti itu, karena sopir yang baik dan jujur tentu jumlahnya masih lebih banyak. Kebetulan saja dia naik taksi yang sopirnya agak 'bandel' dan menghalalkan segala cara untuk keuntungan sendiri. Saya pun kadang-kadang masih bernasib serupa. Walaupun sekali dalam seminggu saya selalu pergi ke DLF city di kota Gurgaon, kota satelit di selatan Delhi sana, sehingga notabene jalan-jalan yang akan dilalui sudah saya kenal dengan baik, tetapi kalau kebetulan dapat sopir taksi yang 'nakal', kita diakalinya juga. Kalau dilihatnya kita di mobil asyik membaca atau menulis, di highway Delhi - Gurgaon, tepat di Gateway 6, dimana kita harus keluar jalan tol, dia pacu mobil sekencang-kencangnya. Kita baru menyadari setelah lewat. Kalau di tegur, biasanya mereka cepat menghibur, "Sorry Maam, kelewat, lupa. Kita keluar di gateway 7 atau gateway 8 saja ya?" Nah lho... Setelah keluar tol, berarti di dalam kota terpaksa mutar menuju arah utara lagi ke tempat tujuan. Okelah, kerugian kita karena terpaksa membayar taksi lebih, diikhlaskan saja karena mungkin sudah rezeki mereka. Tetapi kalau kebetulan kita memang sedang buru-buru karena harus meeting atau presentasi, kesal juga jadinya. Makanya saya juga mengerti kedongkolan si adik remaja ini. Tetapi apakah kita jadi harus antipati? Mungkin tidak perlu. Pengalaman-pengalaman pahit yang dialami sebaiknya tidak menjadikan kita dendam atau antipati, tetapi menjadikan kita lebih mawas diri dan hati-hati, agar kejadian yang sama bisa kita hindari. Sayapun sekarang setiap ke Gurgaon selalu berusaha mengingatkan si sopir lebih dini, sehingga mereka tidak berani lagi 'lupa' untuk keluar dari jalan tol di tempat yang seharusnya :-) Tapi inilah kehidupan, di setiap diri kitapun selalu ada sisi kebaikan dan keburukan. Di setiap tempat juga barangkali akan selalu kita temukan hal-hal yang mungkin membuat kita tertawa, tetapi mungkin juga menangis. Pengalaman pertama kadang-kadang juga tidak selalu menyenangkan, tetapi dari sana kita belajar untuk lebih bijak dan arif menjalani hidup ini. Semoga adik remaja ini bisa mengambil pelajaran dari kejadian yang dialami. Berada di negara baru, dengan pengalaman baru, dan bertemu dengan orang-orang baru, untuk seusia dia tentu juga bukan hal mudah. Saya mungkin tak bisa banyak membantu, tetapi nasehat-nasehat seperti yang saya peroleh ketika belajar merantau dulu mungkin bagi dia juga akan dirasa perlu. Sayapun masih belajar dan belajar dari hari ke hari, sebab tidak ada hari dengan kejadian yang persis sama. Karena itu bisa saja kita mengalami hal yang baru, sehingga 'pengalaman pertama' bisa terjadi kepada kita dari waktu ke waktu, dan semoga itu adalah pelajaran hidup untuk menjadikan kita lebih baik. Sayangnya, PENGALAMAN PERTAMA ITU MEMANG TIDAK SELALU MANIS. Dengan alasan itulah, nasehat-nasehat yang pernah saya terima, saya teruskan pula kepada adik remaja cantik ini, sekalian juga untuk mengingatkan diri saya sendiri. Almarhum Bapak saya dulu juga berkata: "Nak, pai lah kalian kama ka pai. Tapi paralu ingek... Ingek di dahan ka maimpok, ingek di rantiang ka manyangkuik. Caliak di batu ka manaruang, awas di lubang ka tarambau. Lautan sati rantau batuah, di dunia ko banyak nan kiramaik, sahinggo jan sombong jo takabua.... Talanjua langkah bao lah suruik, talanjua salah minta lah maaf. Jago muluik ka mangecek, baraja manenggang jo manimbang... bausaholah arif jo bijak. Tapi di ateh sagalonyo, ciek nan paralu bana... SHALAT jan sampai tingga !!!!" Family link saya di Kingston city, Tasmania sana, Daddy Parker, dulu juga selalu berkata: " Living in this wonderful planet, one thing that you need to be aware of. Don't be too suspicious, since not every bad man will make you trouble, and don't be too naive either, since not every good man will give you a hand". Yah... semoga saya, dan adik dari Cina ini, bisa belajar dari kejadian-kejadian sore tadi. Wassalam, New Delhi, 21 Juli 2009 Rita Desfitri Murai Kukuban --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
