Semua aspek pariwisata harus taat dengsn aturan. Syahbandar sudsh benar. Jangan 
segala sesuatu dinilai dengan uang. Satu nyawa lebih beharga daripada puluhan 
juta rupiah. Lebih baik sikuai ditutup dulu sampai pemda membereskan 
operasional pengelolaannya dgn benar. Syahbandar tadi patut dikasih bintang.

----- Original Message -----
From: Riri Chaidir <[email protected]>
Sent: Wednesday, July 22, 2009 9:01 AM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: [West Sumatra Tourism Board] Re: Sikuai DITUTUP 
sementara...?

Kalau dilihat dari sisi penerimaan negara dan daerah, ini isu serius bagi Pemda 
Sumbar.
 
Di artikel tersebut ada statement: "Saya rugi puluhan juta lebih ..." . Logika 
saya, omzet bisis ini lumayan signifikan, tentunya potensi besar juga untuk 
penerimaan pajak daerah (setahu saya, service tax dihitung dari omzet lho ...).
 
Mudah2an sebelum berangkat rapat koordinasi, bapak2 kita sempat nengok catatan 
penerimaan pajak daerah sebagai salah satu pertimbangan, ini isu serius atau 
bukan ...
 
 
Riri
bekasi, l, 47
 
 

 
2009/7/21 Y. Napilus <[email protected]>
 
Riri, silahkan lah menyimpulkan masing-masing thd info yang masuk dr bbrp arah 
ini. Tapi akan lebih baik lagi, kita tunggu juga besok hasil rapat koordinasi 
dg Pemda Sumbar ttg isu ini. Mudah-mudahan jadi sehingga kita akan tahu 
seberapa seriusnya isu ini di Sumbar. Krn bisa saja pemain didalam garis dg 
penonton diluar garis akan berbeda pandangannya...:)

Salam,
Nofrins/49/Jkt

--- On Tue, 7/21/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:

From: Riri Chaidir <[email protected]>
 Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: [...@ntau-net] Re: Sikuai DITUTUP 
sementara...?
To: [email protected]
Cc: [email protected]
 Date: Tuesday, July 21, 2009, 8:21 PM 


Dua postings da Nofrins agak berbeda nadanya - walaupun ujungnya - kalau ini 
terjadi terusmenerus - akan berakibat buruk.
 
DI tulisan yang kedua, sepertinya aparat yang "rese".
 
Tapi di tulisan yang kedua ini, agak lucu juga kalau saya lihat.Sepertinya 
harus dijelaskan, yang mana yang "kapasitas" dan yang mana yang "ijin".
 
 
 
riri
bekasi, l, 47

2009/7/21 Y. Napilus <[email protected]>
Tambahan info dari 
http://padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=8708
 
Selasa, 21 Juli 2009 , 10:20:00
Wisatawan ke Sikuai Kecewa Berat



Pengusaha pariwisata, Ridwan Tulus mengatakan tidak bolehnya penumpang menaiki 
kapal menuju ke Pulau Sikuai karena alasan izin layar kapal hanya membolehkan 
membawa 60 penumpang. Padahal kapal yang kita punya mempunyai kapasitas 
mencapai 75 orang. Tapi pihak syahbandar tetap ngotot.
 “Saya tidak mengerti apa keinginan syahbandar. Padahal saat ini masanya libur 
sehingga banyak masyarakat yang datang dari luar provinsi yang ingin menikmati 
libur bersama teman dan, keluarga mereka ke pulau. Kapal yang kita punya pun 
memiliki kapasitas 75 penumpang. Mengapa harus dipaksakan ketetapan 60 
penumpang itu, kalau kapal kita layak membawa 75 orang. Saya rugi puluhan juta 
lebih,” ujar Ridwan.

 









--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke