Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Masih Normal PadangKini.com | Selasa, 21/07/2009, 9:50 WIB
PADANG--Kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat setelah terjadinya ledakan bom di Jakarta, Jumat lalu masih normal. Tingkat hunian hotel juga masih belum berpengaruh. Kepala Divisi Operasional Angkasa Pura II Satia Hanggara kepada PadangKini,com melalui telepon, Selasa (21/07/2009) mengatakan, hingga kemarin jumlah wisatawan yang datang melalui Bandara International Minangkabau masih stabil. "Alhamdulillah jumlah yang berangkat dan yang datang masih stabil, tidak ada menunjukkan adanya pengurangan wisatawan mancanegara ke Sumbar melalui BIM ataupun lonjakan keberangkatan," kata Satia. Saat ini, ada tiga penerbangan langsung ke Malaysia dan Singapura melalui BIM. Air Asia dengan dua kali penerbangan sehari ke Malaysia, Firefly empat kali penerbangan seminggu ke Malaysia dan Tiger Air empat kali seminggu ke Singapura. Termasuk satu pesawat cargo Cardig Air yang mengangkut tuna ke Singapura sekali seminggu. "Semuanya masih normal," kata Satia. Hal yang sama juga dikemukakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumatera Barat Maulana Yusran. Hingga saat ini, tingkat hunian hotel masih stabil, bahkan libur akhir pekan ini, hunian hotel meningkat jumlahnya. "Jadi sejauh ini belum ada pengaruh, mudah-mudahan tidak terjadi penurunan kunjungan wisatwan karena pariwisata kita baru bangkit dari adanya isu tsunami 2005 lalu, namun kembali terpukul dengan adanya peristiwa ini," kata Maulana, Selasa (21/07/2009). Karena itu menurutnya yang harus dilakukan pelaku wisata di Sumbar agar terus bersemangat untuk meyakinkan wisatawan bahwa Sumbar aman dan terus mempromosikan Sumbar. "Yang harus diketahui wisatawan itu, Sumbar aman, Sumbar jauh dari Jakarta dan bahwa wisata Indonesia itu bukan hanya Bali atau Jakarta saja," kata Maulana. Selain itu, Maulana berharap kondisi politik di Indonesia usai Pemilu segera stabil dan menurun karena panasnya suhu politik juga ikut mempengaruhi kedatangan wisatawan. "Kita juga berharap para politikus berubah, masalah politik saat ini merupakan tontonan yang tidak menarik bagi wisatawan," kata Maulana. (o) http://www.padangkini.com/wisata/single.php?id=5590 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
