Menggunskan bahan dari plastik terutama untuk makanan, hendaknya dilihat apakah kantong plastik (apapun kantongnya) mempunyai cap segitiga yg di dalam segitiga ada angka 1, 2, t atau 4. Angka 1 paling aman, Demikian juga botol atau kotak plastik. Di pantat botol seperti botol aqua ada segitiga yang di dalamnya ada angka 1. Jadi agar lebih cermat memilih bahan plastik. Sebaiknya gunakan kantong kertas. Plastik daur ulang jelas banyak kuman.
----- Original Message ----- From: Riri Chaidir <[email protected]> Sent: Wednesday, July 22, 2009 4:05 PM To: RantauNet2 Milis <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] OOT: Mari Kita Tinggalkan Tas Assoy Dunsanak Sadonyo. Di bawah ambo copykan Peringatan Publik dari BPOM tentang "Kantong Plastik Kresek" (dulu waktu di Padang ambo acok mandanga istilah Tas Assoy). Peringatan lengkapnya ada di http://www.pom.go.id/public/peringatan_publik/pdf/KH00.02.1.55.2890.pdf Walaupun peringatan ini hanya menyangkut penggunaan kantong plastik untuk "mewadahi langsung makanan siap santap", kalau buliah ambo maajak dunsanak sadonyo untuak mengurangi penggunaan kantong plastik secara lebih luas. Untuak balanjo kapasa, kini kami mambaok surang tas dari bahan yang bisa dipakai berulang kali dan non plastik (sabananyo, kok ado kambuik ambo labiah suko, tapi sayangnya ndak basuo dimanyo do). Riri bekasi, l, 47 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA Jalan Percetakan Negara 23, Jakarta 10560 Indonesia Telephone : 62-21 – 4244688, Fax. : 62-21 - 4250764 PERINGATAN PUBLIK /PUBLIC WARNING TENTANG KANTONG PLASTIK “KRESEK” Nomor: KH.00.02.1.55.2890 Tanggal : 14 Juli 2009 Menindaklanjuti hasil pengawasan terhadap kantong plastik kresek, Badan POM RI perlu mengeluarkan peringatan kepada publik sebagai berikut: Kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan. Dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk mewadahilangsung makanan siap santap. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau [email protected] dan [email protected] atau melihat di website Badan POM, www.pom.go.id Demikian peringatan ini disampaikan untuk disebarluaskan. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
