Melepas Rindu di Warung Nasi Kapau

 

<http://www.kompas.com/data/photo/2009/07/22/1349483p.png> 

Warta Kota/Pradaningrum
<http://www.kompas.com/readkotatua/xml/2009/07/22/13570157/Melepas.Rindu
.di.Warung.Nasi.Kapau##> 

Rabu, 22 Juli 2009 | 13:57 WIB

Sepotong Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, setiap kali Ramadan berubah
bak pasar malam. Sudah puluhan tahun pinggiran jalan yang tak jauh dari
perempatan menuju Kampung Melayu, Senen, Kwitang, dan Cempaka Putih itu
memberi warna tersendiri di situ. Meski sebetulnya sejak siang kawasan
itu ramai, tapi menjelang petang keriuhan bertambah. Sinar lampu
berjajar di sepotong jalan itu, seperti memanggil-manggil orang yang
kebetulan lewat. Mereka yang rindu kampung halaman atau sekadar teringat
cita rasa salah satu makanan khas Padang pun rela menghentikan langkah.

Keberadaan sederet warung nasi kapau di pinggir jalan yang hanya
sepelemparan batu dari bioskop tua Grand itu bisa jadi biasa saja bagi
orang yang setiap hari lalu lalang di sana. Tapi tidak demikian bagi
mereka yang punya ikatan batin dengan menu-menu yang tersedia di situ.
Di luar Ramadan, deretan warung itu siap menerima pengunjung 24 jam
setiap hari. Selama Ramadan, warung-warung itu rata-rata baru buka pukul
14.00 hingga sahur menjelang.

Suasana malam rasanya lebih pas untuk warung-warung di tempat tersebut.
Pasalnya, selain kesibukan di siang hari yang makin mereda, sinar lampu
yang muncrat dari kedai-kedai itu pun menyedot perhatian orang. Orang
jadi lebih ngeh dengan keberadaan mereka ketika sore mulai beranjak
pergi.

Adalah Hj Nasir, istri Nasir, yang sudah mulai berdagang di sana sejak
tahun 1970-an. Warungnya yang bernama Nasi Kapau Sabana Bana ada di
antara deretan warung yang ada. Sudah jadi kebiasaan pula, selama
Ramadan, tempat itu menambah riuh jalan ketika tiba waktu berbuka dan
sahur.

Berbagai penganan buka puasa juga tersedia. Lebih spesial lagi karena
kudapan yang ada di tempat itu semua khas Ranah Minang. Sebut saja bubur
kampiun, lemang tapai, atau es tebak (es campur khas Minang). Bubur
kampiun adalah campuran kolak pisang, bubur sumsum, candil, ketan putih,
dan sarikaya telur, yang kemudian diguyur gula merah cair.

Sarikaya telur yang dimaksud adalah adonan telur bebek, ayam, gula aren,
santan, dan pandan. Beraroma campuran manis dan wangi, tentu saja
menggoda untuk dicicipi. Lemang tapai tak lain adalah ketan yang diberi
santan kemudian dibakar selama dua jam. Uniknya ketan ini dimasukkan ke
dalam bambu. Dimakan bersama tape ketan hitam. Sementara es tebak adalah
es campur dengan isi utama tebak, semacam cendol yang terbuat dari
beras. Tebak berwarna putih dan lebih panjang dan tebal serta tidak
lembek.

Menurut Hj Nasir, ada cerita di balik nama bubur 'kampiun'. "Dulu
penjual bubur ini di pacuan kuda, Bukitinggi. Iklannya kira-kira
bunyinya: kalau makan bubur ini jadi juara, kampiun, gitu," katanya.
Jadilah nama kampiun melekat hingga sekarang.

Banyak menu
Selain tiga makanan khas tadi, di warung itu digelar lebih dari 20 menu
khas Minang. Bebek cabai hijau, telur ikan, dendeng basah cabai hijau,
gulai kepala kakap, rendang sambal hijau, adalah sedikit dari menu khas
yang siap menggenapi kerinduan Anda pada kampung halaman. Soal rasa,
semua pantas dicoba. Tapi andalan di warung ini, ya, yang disebut di
awal tadi, yakni bebek cabai hijau, dendeng basah cabai hijau, sup
tulang iga, dan telur ikan.

"Di sini juga ada ikan bilis, ikan air tawar. Belum tentu di
restoran-restoran besar ada," ujar M Ali, putra Hj Nasir. Ikan bilis itu
kecil-kecil kemudian digoreng kering atau diberi sambal. Semua itu bisa
dibeli tanpa menguras kocek. Dengan Rp 8.000-Rp 20.000 bisa kenyang dan
puas. Harga yang dibayar terutama tergantung lauk yang dimakan.

Di sana juga dijual rendang merah, rendang yang tidak dimasak terlalu
lama. Rendang model ini agak jarang ditemukan karena kebanyakan rendang
dimasak hingga berwarna gelap.

Meski warung-warung di kawasan itu 'hanya' warung tenda, pembeli tak
perlu takut tak kebagian tempat, sebab tempatnya cukup luas. Kursi
panjang dipasang berjajar menemani meja panjang. Calon pembeli juga
bebas memilih warung mana yang akan didatangi di sepotong jalan itu,
sebab tiap warung punya menu khasnya sendiri.

Tapi, menurut Hj Nasir, soal nama Nasi Kapau Sabana Bana, punya arti
tersendiri. Maksudnya? "Ini yang sebenar-benarnya. Sabana bana itu
sebenar-benarnya. Kita memang yang pertama jual nasi kapau di sini,"
tandasnya. Pembeli yang ingin membawa pulang lauk juga banyak. Biasanya
untuk sahur. Tapi untuk makan besar setelah buka puasa juga tak sedikit.


WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

 

http://www.kompas.com/readkotatua/xml/2009/07/22/13570157/Melepas.Rindu.
di.Warung.Nasi.Kapau

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke