Sanak Andri,
Pasti ado babarapo kepustakaan mengenai matrilineal Minangkabau, antaro lain
 



























Title: 
Matriliny and migration : evolving Minangkabau traditions in Indonesia / 
Tsuyoshi Kato

Author: 
Tsuyoshi Kato

Year: 
1982

Organization: 
Cornell University Press

Publisher: 
Ithaca, N.Y., [etc.] : Cornell University Press

Note: 
Bibliography: p. 253-262. - Index
Includes index

Extent: 
267 p

Illustration: 
ill

Size: 
23 cm

ISBN: 
0-8014-1411-3

Abstract: 
The author describes how, in comparison to the past, the matrilineal system is 
practised in contemporary Minangkabau society and then explains how Minangkabau 
matriliny has been able to adapt to changing times and circumstances. The 
Minangkabau's strong tendency to migration is an important factor in the 
matrilineal system's adaptability.

Subject heading: 
internal migrations; kinship; Minangkabau; social structure; Sumatran; [1982]



Request number: 
M c 721 N

Request info: 
Lendable
Available  Request



Title: 
Change and Continuity in the Minangkabau Matrilineal System / Tsuyoshi Kato

Author: 
Tsuyoshi Kato

In: 
Indonesia, ISSN 0019-7289
(1978), issue 25 (April), page 1-16

Abstract: 
The seeming contradiction and conflict between adat and Islam has ... induced 
many scholars to maintain that matriliny in West Sumatra declined as 
Islamization of the Minangkabau society progressed..... Till now, 
unfortunately, there has been too little material published on the contemporary 
Minangkabau matrilineal system either to substantiate or to refute this 
diagnosis." The author demonstrates that matrilineal adat is in fact far from 
disappearing. "Accommodation to changing circumstances is certainly observable; 
but the Minangkabau matrilineal system has, contrary to many predictions, 
managed to survive in health." Change and continuity are measured according to 
four variables; 1) descent and descent-group formation are organized according 
to the female line, 2) a matrilineage is a corporate descent group with a 
ceremonially instituted male head called the penghulu, 3) the residence pattern 
is duolocal, and 4) authority within a lineage or a
 sub-lineage is in the hands of the mamak (mother's brother), not the father.

Subject heading: 
kinship; Minangkabau; Sumatran; Islam; Indonesia



Request number: 
TA 5951

Note: 
This is an article. Please request journal!
 




Title: 
Minangkabau and Negri Sembilan : socio-political structure in Indonesia / by 
P.E. de Josselin de Jong

Author: 
Patrick Edward de Josselin de Jong (1922-1999)

Year: 
1980

Edition: 
3rd impr

Publisher: 
's-Gravenhage : Nijhoff

Note: 
Oorspr. uitg.: 1951
Lit. opg

Extent: 
231 p

Illustration: 
ill

Size: 
24 cm

ISBN: 
90-247-2368-X : f. 37.50

Subject heading: 
Minangkabau; Negri Sembilan; political systems; social organization; Malaysia; 
comparison; [1980]



Request number: 
M c 647 N

Request info: 
Lendable
Available  Request

--- Pada Ming, 26/7/09, andri rusta <[email protected]> menulis:


Dari: andri rusta <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] mohon bantuan penjelasan sejarah matrilineal
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 26 Juli, 2009, 8:29 PM


Assalamu`alaikum wr.wb 
Perkenalkan nama saya Andri Rusta (26thn), saat ini sedang mengambil studi 
master d Macquarie Univ. Sydney. Australia. lahir d sumsel, besar d padang, 
sekolah d padang, kerja juga d padang (staf pengajar di unand). (almarhum) ayah 
dari sumsel, tapi ibu dari padang (parak gadang). sudah lama ikut milist ini, 
tapi ini adalah postingan pertama. :)


Andri, mohon bantuan untuk menjelaskan mengenai sejarah matrilineal. Beberapa 
hari yang lalu, andri berdiskusi dengan seorang teman warga negara Australia 
(asli bule) mengenai Minangkabau, Andri bercerita mengenai rumah gadang, 
nagari, posisi niniak mamak, pagaruyung dan matrilineal. dengan pengetahuan 
yang seadanya dan penjelasan yang sangat dangkal dari andri, teman tersebut 
melihat keunikan dari minang kabau dan kekagumannya terhadap adat istiadat yang 
kita miliki. 
tapi, ketika bercerita tentang matrilineal, andri tidak bisa menjawab 
pertanyaan mengenai sejarah matrilineal tersebut. kenapa Minangkabau menganut 
matrilineal ? apakah matrilineal yang dianut oleh MK tersebut sama sejarahnya 
dengan matrilineal yang dipakai oleh yahudi ? bagaimana relasi matrilineal 
dengan agama islam yang menjadi pondasi utama adat minangkabau ?


mohon bantuan dari bapak/ibu/abang/uni semua yang mungkin bisa membantu andri 
untuk menjelaskan ini. paling tidak, sumber mentah mengenai hal tersebut.. 
terima kasih dan mohon maaf kalau ada kata yang salah.


Wassalam




      &quot;Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com&quot;
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke