batou da ijp, apo lai kato mak ngah film ko awal se yg minangnyo, mudah2an buku negri 5 menara di jadian film pulo, yg mano buku kisah hidup anak minang, mudah2an yo ado yg maangkek jd film yg sabana2 mangambarkan budaya minang
renny, depok Indra J Piliang wrote: > Satu lg yg penting, film AAC, KCB dan Laskar Pelangi didahului novel2 > larisnya. Org penasaran ketika dipindah ke bentuk cakram atau bahasa gambar. > > Jadi, segmen pembacanya berubah jadi segmen penonton. > > Berani beda, berani benar! (www.indrapiliang.com) > > -----Original Message----- > From: Reni Sisri Yanti <[email protected]> > > Date: Sat, 8 Aug 2009 05:25:44 > To: [email protected]<[email protected]> > Cc: [email protected]<[email protected]> > Subject: [...@ntau-net] Re: Di Kampungnya, 'Merantau' Sepi Penonton > > > > reni alun jd nonton lai sdg ndak lamak badan, tp kalo diambia kesimpulan ba'a > film ko langgang dr pado film kcb ? Kalo reni labia bapikia kalo film ko > labia condong film laki2 biasolah film action yg biaso nyo padusi jarang suko > manonton, beda jo film kcb , yg batema islam,keluarga n cinta , yo film > padusi lah namonyo, wakatu ntn film ko ambo bw ponakan2 jo mama papanyo total > 12 org, sabalun film diputa ma isi waktu kami maetong org2 yg bw kel msh ada > ngga yg byk spt kita? Sampai ponakan ada yg menunjuk, nteh itu kel sakinah > sbl menunjuk kel yg ada ibu dgn 1 anak pr pake jilbab n 1 ayah dg anak > lk2nya, adalagi kel yg membawa bayi , > jd , kenapa film ini sepi drpd film kcb? Ya iyalah berbeda temanya, satu > action yg tak semua org mau ntn, dan yg satu bertema keluarga yg otomatis > semua org bs dan mau menontonnya > > renny, sdg di depok > > Andrinof A Chaniago wrote: >> Dugaan samantaro, media lokal yang takamuko di Sumbar, spt Padang Ekspres jo >> Singgalang kurang mampabincangkan film ko. Film-film nan meledak di pasaan >> salamo ko selalu diawali oleh perbincangan berulang-ulang di media. Baa >> kiro-kiro? >> Andrinof A Chaniago 2009/8/7 Nofiardi < [email protected] > >> Di Kampungnya, >> ‘Merantau’ Sepi Penonton >> Padang Kini.com | Jumat, 07/08/2009, 19:28 WIB >> PADANG- Meski mengangkat cerita tradisi Minagkabau di Sumatera Barat, >> ternyata film Merantau belum mendapat perhatian masyarakat Kota Padang. >> Selama >> dua hari pemutaran perdana di Padang, film yang disutradarai Gareth Huw Evans >> berkebangsaan Inggris ini masih sepi penonton. >> Kondisi ini kontras dengan pemutaran film-film >> bertema cinta seperti ‘Ketika Cinta Bertasbih' yang sempat booming >> beberapa waktu lalu. Film yang berdurasi 140 menit ini selain menggambarkan >> budaya Minangkabau, juga mengangkat kembali citra silat Indonesia yang mulai >> luntur di telan zaman. >> Salah seorang penonton yang diwawancarai PadangKini.com >> mengaku, terkesan dengan penampilan Iko Uwais sebagai pemeran utama dalam >> film >> laga tersebut. "Aktingnya bagus, apalagi syutingnya di Bukit Tinggi," >> kata Yuli, 21 tahun, mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Padang, >> Jumat, (07/08/2009). >> Hal senada diungkapkan Yanti, salah seorang >> penjual tiket di bioskop Raya. Menurutnya, dalam dua hari pemutaran film >> Merantau, rata-rata pengunjung berkisar 30-40 orang. Jumlah ini terksan >> kontras >> perbedaaannya dibanding pemutaran film perdana ‘KCB' yang mencapai >> ratusan penonton. >> Minimnya sosialisasi dijadikan alas an tidak >> boomingnya film laga ‘Merantau' di negerinya sendiri. >> "Sosialisasinya kurang, selama dua hari pemutaran perdananya sepi >> penonton," kata Yanti. >> Film yang juga dibintangi aktris ternama >> Christine Hakim, Alex Abbad, Donny Alamsyah serta dua akktor asing Mads Kudal >> asal Denmark dan Laurent Buson asal prancis ini direncanakan akan ditayangkan >> selama sebulan penuh di bioskop Raya Padang. (berman/rd) >> >> http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=5671 >> >> The above message is for the intended recipient only and may contain >> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you >> are not the intended recipient, you are hereby notified that any >> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, >> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us >> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. >> Please delete the message and the reply (if it contains the original >> message) thereafter. Thank you. >> > > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
