Tadi malam akhirnya saya berkesempatan menonton film laga Martial Art pertama di Indonesia setelah era kebangkitan film Indonesia, MERANTAU. dua acungan jempol ;pantas untuk keberanoan sustradara sekaligus produser film ini, Gareth Evan (maaf kalo namanya salah), yang telah berani mengangkat suatu tema genre yang berbeda dan tidak populis dalam pasar film indonesia. BEebrapa catatan kecil saya: 1. Detail-detail urgent yang paling penting dalam laga film, seperti: darah buatan masih terlihat artifiial. 2. Eksotisme seetting bukittinggi kurang teraqngkat karena ilustawsi musik lokal minang hampir tidak ada, kecuali instrumen biola pada pada scene akan berangkat merantau. Mungkin kalau ditambah instrumen minang tentu eksotisme film ini akan semakin mengemuka. Tapi ide dan laga serta koreografi Silek Harimau yang di bawakan Iko Uwais sangat-sangat-sangat memukau. Dio akhir film, seluruh penonton di Bioskop 21 Pondok Indah saat itu memberikan standing applaus untuk film ini. Ini mungkin film Indonesia pertama yang saya tonton dimana penonton secara sadar dan serentak memberikan tepuk tangan di akhir film.
Jadi ga sabar nih menunggu film-film berlatar belakang Minangkabau yang lain. PS: Kabarnya akan ada lagi film yang lebih kental Minangnya, dalam waktu dekat, tapi judulnya masih dirahasiakan. Ini menurut salah seorang teman saya yang juga aktif di film. Salam Bot SP Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 --- On Sun, 8/9/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Sinopsis Film MERANTAU To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Date: Sunday, August 9, 2009, 5:27 AM Di Minangkabau, Sumatra Barat, Merantau adalah tradisi yang harus dijalankan setiap anak laki-laki. Yuda (Iko Uwais), pesilat Harimau handal, dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
