ASSwRwB,
REKAN KITA Indara Catri membuka peluang utk berdiskusi ttg pembangunan kota
Padang, spt apa yg di gurisnya pada phrase postingan nya spt kutipan dbwh
ini ":

"Harapan ambo, tetaplah manulih, tetaplah "manciracau", tetaplah kritis,
karano itulah nan manjadi idealisme awak salamoko"(Indra Catri).
Sebagai public figure saya sgt menghargai ide2 brillian Indra Catri ini, ini
lah yg namanya melibatkan rakyat badarai dalam proses kehidupan bernegara
(berkota Padang).

Sebgai warga kota Padang saya mencoba utk berdiskusi dgn warga kota Padang
lainnya, ttg Kota Tercinta kita.
mari kita buka "Forum Diskusi di Udara Kota Padang (Forum DUKOPAD).Silahkan
rekan Indra Catri utk memoderatornya dan menyebarluaskan kegiatan ini. Kita
harapankan warga Kota Padang bisa berpastisipasi dlm hal ini,
termasuk sanak2 di rantau.
Dibawah ini artikel saya ttg : "Banjir Mengancam Kota Padang, dan Usaha2
Pencegahannya". Rekan2 mohon memasukakn input lainnya, sangat saya hargai.
Prinsip kita dalam berdiskusi adalah *sepakat utk tidak sepakat*.ALL
opinions will be highly appreciated, InsyaAllah.
(Note : walaupun kita sedang menghadapi ancaman El Nino, izinkah saya dgn
artikel ini)

*BANJIR BESAR MENGANCAM KOTA PADANG ?,

USAHA-USAHA PENCEGAHAN MENGURANGI  BANJIR* .

Oleh : Muzirman , warga tepi batang Arau, Sebr.Padang, pengamat
SDA/Pertanian.  [email protected]

Apakah banjir besar(badang) akan mengancam  Kota Padang, atau apakah potensi
dan frekwensi  nya banjir akan bertambah?

Tulisan ini  merupakan sedikit masukan atas inisiatif dan mendukung Seminar
sehari yang diadakan Yayasan AFTA (alumni Fak.Pertanian, UNAND), Kantor
Kementrian Lingkungan Jkt.dan Pemeritahan Kota Padang pada akhir Juni yang
lalu.
Salah satu usaha yang significant dalam mengurangi /mencegah banjir kota
Padang adalah menangulangi dan mengelola lingkungan disekitar aliran sungai
(DAS) dan bukit-bukit yang berkaitan dengan sungai-sungai tersebut.
Sebaliknya adanya  Rencana Pengurangan Status Hutan Raya Lindung BUNG HATTA.
Berita Kompas October 31, 2007 memberitakan "Status Hutan Lindung akan
diturunkan" seluas 245  Hektar dan akan ditambang oleh PT Semen Padang.
Diberitakan  Sekda Kota Padang menyampaikan :"Keputusan itu merupakan
hasil rapat tingkat Menteri Koordinator Ekonomi dan Industri(Menkoekuin)".
Dalam suatu
kunjungan kerja Komisi VI  DPR ke Balai Kota PADANG.Hutan Lindung Bung Hatta
yang merupakan kawasan perlindungan dan penyerapan air untuk Kota Padang.

Pertanyaan : Apakah pengurangan Hutan Lindung Bung hatta tersebut akan
meningkatkan potensi banjir?

Dan,mengambil pelajaran dari banjir di Ibukota Jakarta yang mengenangi 80%
area dan
mendatangkan kerugian besar yang harusnya menjadikan cambukan bagi kita
warga Kota
Padang umumnya dan Pemerintah Kota  Padang  khususnya. Apalagi berita
akhir-akhir ini banjir dimana-mana menerjang Semarang, JawaTimur  dengan
Bengawan Solo nya, Kalimantan dll. yang merupakan bencana tahunan rutin yang
sangat merugikan.
Terlihat nyata bahwa, pusat Kota Padang yang dikepung dan dilalui tiga
sungai besar
Batang Arau, Bandar Bekali dan Sungai melalui  Air Tawar/Siteba merupakan
sungai–sungai
berpotensial untuk sumber banjir dan belum terhitung lapangan terbuka untuk
penyerapan air yang telah dirobah jadi bangunan  permanent, sehingga air
hujan yang
melebihi kapasitas daya tampung (carrying capacity) akan terlampaui.
Kerugian besar akan dapat
kita bayangkan mengancam warga Kota Padang dan produktivitasnya. Serta wabah
penyakit yang ditinggalkanya setelah banjir.
Belum lagi kita berbicara tentang perawatan dan pemulihan kembali
jalur-jalur
penyaluran dan got-got air di perumahan rakyat di perkotaan yang mampat
mungkin karena kurang rapinya warga kota untuk urusan persampahan. Berapa
energy  dan dana pembangunan/perawatan  yang tersedot karenanya?.
Banjir adalah Konsekwensi Keputusan Politik.
Mencermati tulisan tentang "Banjir Adalah Keputusan Politik", bukan fenomena
alam saja, seperti apa yang ditulis
Transtoto Handadhari , Dosen Pasca sarjana, rasanya kita setuju saja.
Bukankah para politisi yang diberikan
wewenang untuk menciptakan policy dan pengelolaan dana pembangunan tentang
arah dan impaknya pembangunan
tersebut. Siapa mendapat apa, apa yang diprioritaskan dibangun dan porsinya
berapa ?. Dikatakan pembangunan yang
tanpa memperhatikan keseimbangan alam sebagaimana konsekwensi keputusan
keputusan politik  dan sayangnya belum
ditemukannya  pemecahan yang fundamental dalam penyelesaiannya dan telah
berlansung begitu lama.
Juga terlihat sebagai apa yang ditulis Nuwirman di PadangEkpres, bahwa APBD
2009 Kota Padang terkuras lebih
kurang  68 percent untuk BelanjaTidak Lansung (BLT)kepegawaian dan direspon
oleh Kepala Dinas Dikominfo Kota
Padang sebagai bantahannya. Dan pertanyaan nya, : Berapa  percent kah
dialokasikan untuk pencegahan dan pengendalaian banjir tersebut?
Walaupun Pak WaliKota telah menetapkan jalur-jalur penyelamatan akan bencana
Tsunami, secara comprehensive ,
pertanyaannya: Apakah Kota Padang telah mempunyai "cetak biru" " Membangun
Ketahanan Bangsa dan Komunitas
Terhadap Bencana ? ,seperti yang telah diratifikasikan168 negara didunia
termasuk Indonesia pada Kerangka Kerja Aksi
Hyogo 2005-2015. Meskipun Badan Nasional Penangulangan Bencana sudah
terbentuk, Apakah sudah ditindak
lanjutkan pada tingkat propinsi/kota/kabupaten ? Sedangkan Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) untuk
penangulangan bencana bersifat sporadis sewaktu terjadinya bencana,
sedangkan usaha-usaha kelanjutannya sangat  diragukaan dan perlunya uluran
tangan Pemda.
Masalah nya apakah bisa diskusi kita ini diangkat sampai tingkat perwakilan
rakyat,
DPRD Kota Padang, dan institusi2  terkait lainnya, termasuk  Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM), dan masyarakat terkait sendiri dan menemukan
solusi-solusinya serta bagaimana
implementasikannya ?. Warga Kota Padang  harus proaktif mendesak Pemda dan
institusi terkait dalam menghadapi
bencana tahunan ini yang sudah berjangkit begitu lama dirasakan masyarakt
Kota Padang.
Ada beberapa kusutnya benang merah birokrasi dalam sistim  kita berkota ria
yang perlu kita diskusi kan bersama dalam usaha-usaha menghadapi banjir:

*1.Ketidak Seimbangan  Institusional*, yang berakibat pada rakyat sebagai
calon
penderita  banjir dengan keputusan di tingkat atas sana.   Terbaca,
pengalihan Hutan Lindung Bung Hatta yang
merupakan penyangga /penyimpan air dimana keputusan tersebut telah di
ambil di tingkat Menkoekuin, dan terlihat tanpa adanya melibatkan Propinsi,
apa lagi
melibatkan rakyat badarai Lubuk Kilangan, Indarung ,Lubuk Begalung dan
sekitarnya.(Belajar dari pengalihan
status"pemilikan PT Semen Padang ke Semen Gersik, dgn transaction cost nya
yang tinggi).
UNAND mengadakan Seminar untuk meningkatkan kesadaran dan  untuk
mempertahankan biodiversity (keragaman
hayati)di Hutan Lindung Bung Hatta baru-baru ini yang sangat di perlukan
untuk generasi mendatang serta  melindungi
sumber genetic yang belum di manfaatkan supaya jangan habis terkuras.
Untuk tingkat Kota, berapa sebenarnya APBD di gunakan untuk konservasia atau
pelestarian lingkungan bukit di
sekitar Kota Padang. Apakah pernah di minta masukkan-masukkan dari rakyat
badarai? Apakah itu yang kita namakan
"demokrasi setengah hati", pemilihan pemimpin OK Pilkada-demokrasi, setelah
itu habis berlalu tidak lagi melibat kan
rakyat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupan
masyarakat banyak. Seperti hasil penelitian
USAID (Lembaga Pembangunan Inernatinal Amerika) menyimpulkan, dana
pembangunan sering terkuras ditingkat
perkotaan saja dan mengabaikan pembangunan ditingkat pedesaan.

 *2.Pendekatan integrasi terhadap konservasi kawasan DAS :
*Pendekatan konseravsi kawasan DAS harus secara terintegrasi, karena saling
ketergantungan/keterkaitan beberapa elemen yang melekat dalam penangulannya,
pendekatan biophysical dan socioecopol (biologis,phisik, sosial, ekonomi dan
politik)harus dilakukan karena
multidimensional nya permasalahan-permasalahan yang di hadapi.
Apakah perlu di buat kan Perda, bahwa  10-25 meter dari pinggir sungai tidak
boleh didirikan bangunan, atau rakyat
setempat di wajibkan menanam pepohonan  dimana diberikan bibit nya dan
pengelolaan nya sebagai incentive. Upaya
–upaya ini harus merupakan swadaya masyarakat sebagai
dorongan pemerintah untuk kesejahteraan/kenyamanan bersama.
Bahwa incentive berupa bibit tanaman di sekitar lokasi konservasi diharapkan
merupakan tanaman-tanaman yang
mempunyai nilai ekonomi tinggi sehigga warga masyarakt bergairah untuk
menanam dan memiliharanya sebagai
tambahan pendapatan nantinya. Disinilah perlunya melibatkan Dinas Pertanian
Kota serat Dinas terkait lainnya.
Bagaimana mendesak PT.Semen Indarung untuk lebih mengunakan dana CSR
(Corporate Social Responsibilty)nya
untuk usaha-usaha program Penghijauan disekitar perbukitan Indarung yang
kelihatannya gundul. Bahwa
meningkatkan dana CSR ini akan meningkat image PT SEMEN sebagai perusahaan
yang peduli lingkungan. Disinilah
perlunya pendekatan-pendekatan institutional Pemko dan kita bersama.

*3.Konservasi  dan Tanah Ulayat.*
Usaha-usaha konservasi di tanah ulayat perlu di pikirkan secara cermat
bersama komunitasnya, karena
diperkirakan akan susahnya menemukan titik temu  untuk berunding diantara
komunitasnya.
Usaha-usaha yang paling utama kita lakukan Konservasi DAS (istilah lain :
daerah penangkapan air,catchment area,
watershed area). Konservasi DAS kita maksudkan adalah mempertahankan
pertumbuhan vegetasi yang masih ada dan
menanam kembali, revegetasi, reforestation, reboisasi atau menghutan
kankembali daerah yang bervegatasi kurang  atau gundul ditanah ulayat dan
tanah-tanah lainnya.
Usaha-usaha konservasi adalah bertujuan untuk menangkap/menyerap air hujan
yang jatuh atau memperlambat
terjadi nya pengikisan/pengaliran  air di DAS ke sungai. Penangkapan air
kita maksudkan terjadinya infiltrasi(terserap
nya )air kedalam tanah. Pada DAS yang bervegetasi rapat, akan terbentuk nya
bahan organik tanah yang berperanan menyerap/menyimpan air tinggi.
Apakah Pemda perlu membeli bukit tanah ulayat tersebut ?, seperti yang akan
dilakukan Pemda Bandung untuk membeli bukit di sekitar.
 Atau diberikan sertifikat gratis bagi pemilik tanah ulayat yang bersedia
menanam perbukitan tanah ulayat nya. Atau
bentuk incentive –incentive lainnya demi konservasi jangka panjang yang
sangat mendesak  diperlukan..
**
*4.Penyerapn air di perkotaan dan Tata ruang.*
Disamping merapikan bandar-bandar kecil/got-got yang tersumbat sampah secara
berkelanjutan, dan melibatkan
rakyat dengan segala macam Peraturan dan law enforcement nya. Apakah perlu
juga di buat kan Perda untuk masing-
masing rumah diwajibkan membuar pori-pori penyerapan air disekitar
perumahan, seperti yang dilakukaan Pemda
Bogor.  Yang lebih penting adalah adanya pengaturan Tata Ruang yang memadai
antara ruang terbuka, ruang hijau
dan bagunan-bangunanyang akan didirikan dan jaga ketat pelaksanaannya sesuia
dengan UU No.26/2007.
Dan jangan lupa Pemda dengan dana Peransang Pembangunan nya menransang
Swadaya Masyarakat untuk
membagun kotak2 sampah permanen berbeton, dan dibarengi dengan Peraturan dan
Implementasinya yang ketat
untuk para warga yang membuang sampah sembaranagn. Kita harapkan
sampah-sampah tersebut tidak menyumbat pori-pori  penyerapan air dan got-got
perkotaan.
Demikianlah beberapa coretan kecil penulis semoga dapat memberikan masukan
awal diskusi bagi pihak-pihak terkait
dan yang berwenang, semoga Kota Padang selalu memberikan ke nyamanan bagi
warga nya. InsyaAllah.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke