Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Hari Sabtu 16 Agustus 2009, dari jam 11.00 - 16.30 WIB bertempat di kediaman Haji Buyung di Karawaci, Tangerang, telah diadakan rapat lengkap pengurus Yayasan Bundo Kanduang, yang telah diperbaharui sesuai dengan UU yayasan yang baru. Rapat dipandu oleh Bp Drs Farhan Muin Dt Bagindo didampingi oleh tuan rumah. Tampak hadir antara lain Bp. Amir Thaib SH (82 tahun), Dr Mochtar Naim, Ir Yanuar Muin, Ir Ermansyah Yamin Dt Tan Maliputi beserta Ibu Sulfah E Yamin, Azmi Dt Bagindo, Dt Perpatiah Guguak, serta beberapa tokoh lainnya. Setelah rapat, diadakan siraman rohani tentang pentingnya sholat dan puasa oleh seorang ustadz.
Bp Farhan Dt Bagindo serta Haji Buyuang melaporkan bahwa aset yayasan bertempat di Rawamangun, berupa tanah seluas 1.550 meter persegi telah dapat diselamatkan dari penghuni liar, dan sedang dipertimbangkan apakah di atas tanah tersebut akan dibuat gedung pertemuan Minang, atau tanah tersebut dijual dan dicarikan tanah pengganti di lokasi lain, yang jauh lebih luas dan lebih mudah dijangkau. Oleh karena gedung 17 tingkat yang didirikan di lahan eks Perwakilan Sumbar di Jl Matraman sudah ada alokasinya dan akan dikelola secara komersial, perlu dirancang gedung pertemuan tersendiri untuk masyarakat Minang di Jakarta. Yayasan merupakan wadah amal jariah bersama, tempat semua orang Minang di Jakarta memberikan amalnya, sesuai dengan kemampuannya masing-masing, dan tidak boleh dijadikan sebagai tempat mencari hidup. Hari Rabu tanggal 19 Agustus siang akan diadakan pertemuan di restoran Iko Bana, Jl Kwitang, dengan Gubernur Gamawan Fauzi. Selain dari masalah yayasan, juga timbul secara spontan pembicaraan mengenai berbagai tema, antara lain: * Kesadaran bahwa Minangkabau telah berubah banyak, termasuk dalam bidang agama dan adat. *Perubahan yang ada itu bukannya menuju kemajuan, tetapi malah menuju kemunduran. *Ada berbagai visi mengani bagaimana cara membangun masa depan Minangkabau itu. * Ada keinginan agar rumusan ABS SBK -- sebagai nilai dasar Minangkabau --yang telah dimulai oleh tim perumus yang dibentuk oleh Gubernur Gamawan Fauzi, dituntaskan. * Dirasakan adanya kebutuhan untuk menyusun suatu 'grand strategy' yang akan dianut untuk menyongsong dan membangun masa depan. * Perlu diadakan Kongres Minangkabau, baik untuk membahas berbagai masalah yang dihadapi maupun untuk mengambil keputusan yang mengikat bagi seluruh warga Minangkabau. * Perlu diadakan pertemuan antara para pemangku adat dengan alim ulama, dengan cadiak pandai, dan dengan kelompok-kelompok lain. Wassalam, Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
