Saudaraku, Anda wanita yang memiliki bayi kurang dari dua tahun?, Anda wanita pekerja?, anda aktif di luar rumah atau di ranah publik?
Sama, saya juga. Alhamdulillah saya tak menyepelekan anugrah yang diberikan oleh Allah kepada saya berupa Air Susu Ibu. Ke.dua anak saya lulus ASI ekslusif (hanya ASI saja sampai usia 6 bulan) hingga kini masih ASI.
Anak anda sering sakit dan langganan ke dokter?, alhamdulillah saya tidak. Anak saya yang kedua, 23 bulan usianya kini belum pernah ke dokter karena sangat jarang sakit. Anak yang pertama 3 tahun pernah ke dokter, tapi itu bisa dihitung dengan jari. Penyebabnya karena kebodohan saya yang terlambat mendiagnosa alergi dinginnya.
Para Bunda, saudaraku yang dirahimmu Allah SWT titipkan amanah-Nya, berikanlah anugrah terbaik yang telah diberikan Allah hanya kepada kita kaum wanita untuk anak-anak mu tercinta.....
Saturday, 15 August 2009 05:00
Suatu ketika seorang ibu didiagnosa satu penyakit, dokter penyakit
dalam menyarankan agar ibu berhenti menyusui dan memberikan susu
formula, dan berkata "Anak saya dikasih susu formula saja buktinya
sehat kok".
Apakah memang susu formula sama saja dengan ASI? atau mendekati
seperti ASI? atau bahkan lebih baik dari ASI? kita tidak pernah tahu
betul apa komposisi ASI itu secara utuh, bahkan klaim pabrik Susu
formula bahwa beberapa komponen ASI tidak dibutuhkan bayi.
ASI
itu anugrah untuk perempuan dan sangat bermamfaat untuk perempuan, dia
sangat ideal dan sesuai dengan perkembangan pencernaan bayi, sesuai
dengan diet ibu, sesuai kebutuhan bayi saat itu, juga sangat variatif
komposisinya.
ASi Variatif ?, ya .. karena setiap saat bisa
berubah komposisinya, bahkan setiap jam. laktosa dan lemak yang
terkandung didalamnya selalu berubah seiring waktu menyesuaikan dengan
kebutuhan bayi. begitu juga perubahan zat besi yang terkandung. seperti
itulah yang dikatakan Dhonukshe-Rutten RAM dalam Day-to-Day variation
in Iron, Zinc and Copper in breastmilk of Guatemalan Mothers yang
dipublikasi J Pediatr Gastro Nutr tahun 2005.
Memang bayi ASI
relatif lebih kecil dari bayi susu formula. Tetapi sangat disayangkan
apabila mengukur tanda sehat hanya dilihat dari berat badan. banyak
komponen lain yang menunjukan bahwa bayi itu sehat.
Sebenarnya
apa yang tidak ada pada susu formula? salah satunya adalah kolostrum,
pemberian susu formula sebelum bayi menyusu membuat cairan emas yang
berharga dan tidak diperjualbelikan itu tidak dapat dinikmati bayi.
kita tahu bahwa kolostrum hanya keluar beberapa hari setelah melahirkan
dan tidak akan keluar lagi setelah ASI matang keluar.
Selain itu
antibodi, pabrikan susu formula sering mengklaim bahwa produknya kaya
akan antibodi, rata-rata susu formula hanya terdiri dari antimikroba
immunoglobulin : sIgA,slgM,slgG dan menafikan antibodi lain yang lebih
banyak yg ada dalam ASI seperti : Lactoferrin, Lysozyme,
Lactoperoxidase, Nucleotide-hydrolyzing antibodies, Haptocorrin,
Mucins, Lactadherin, Fatty acids, cytokines, sCD14 dan lain sebaigainya
masih banyak lagi yang dipersembahkan ASI untuk pertahanan tubuh bayi.
Untuk
menambah kaya komposisi susu formula, pabrik pun menambahkan DHA dan
ARA. Semua ibu berharap anaknya pintar. kita tahu bahwa asam lemak ASI
terdiri dari asam lemak linoleat dan asam lemak linolenat yang
merupakan prekursor Docosahexainoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid
(AA) untuk buiding block otak yang siap pakai.
Jumlah protein
dalam ASIpun berbeda, ASI terdiri dari 8-15 g/L protein sedangkan susu
formula 15 g/L bahkan lebih. kita sering berfikir semakin banyak
protein semakin bagus, tetapi ternyata anak manusia perkembangannya
lebih lambat dari anak hewan. Selain itu protein ASI bersifat soluble
atau mudah larut sehingga lebih mudah dicerna bayi yang mengandung
protein anti-infektif yang melindungi bayi dari penyakit.
Yah
ini terlihat begitu sempurna, tetapi masih banyak yang meragukan ASI,
bahkan diantara ibu ada yang bilang bahwa bayi ASI tidak lebih sehat
dari bayi formula, atau bayi ASI tidak juga sepintar bayi formula.
Banyak penelitian tentang ASI yang menunjukan bahwa :
1. Bayi ASI lebih cerdas dalam test cognitive di sekolah.
2. Jarang bayi ASI yang menjadi obesitas atau overweight.
3. Menurunkan resiko diabetes tipe 1 dan 2.
4. juga menurunkan resiko alergi, asma dan atopic dermatitis.
5. dan menurunkan resiko kanker.
Banyak penelitian yang menunjukan keuntungan menyusui buat ibu :
1. menurunkan resiko kanker payudara
2. Menurunkan resiko Anemia defesiansi Besi.
3. juga dapat menurunkan resiko obesitas dan overweight
4. yang paling hebat adalah, membuat ibu semakin percaya diri sebagai ibu.
Disarikan dari presentasi dr. Jack Newman pada 7 Agustus 2009 pada Breastfeeding Expert Seminar dan merujuk refrensi lain dari berbagai sumber oleh : Wasugi/Dzoel.