Alhamdulillah, tarimo kasih Uda Dedi atas LPMnyo..nan sangaik lengkap, namun ambo cubo juolah manyamipkannyo dalam versi ambo....mudah2an berkenan....mohon dikoreksi pulo jiko salah, maklum peserta paliang mudo di acara tuh.....
Awalnya................... berawal dari pulang kampuangnyo beberapa tokoh RN yang juga tokoh minang yang telah berkiprah besar di 'rantau' dan tentunya juga di ranah. Acara temu ini dibuat begitu spontan atas email dari Nofend dan da Miko yang mangabaakan "pulkam"nyo...bpk. Andrinov, bpk. Dedi. Bpk. Suryadi, Da Miko, Da Nof. dan ambo sbg orang ranah di minta oleh da Miko untuk mengatur pertemuanko basamo jo Uda Indra Catri. kami sepakati pertemuan diadakan pada hari minggu, 26 -08 - 09, jam 19:30, namun masalah tampek alun tahu. Da Indra Catri mengusulkan waktu itu, bgmn kalau pertemuan ko wak adokan di hotel pangeran atau hotel bumi minang, atau tampek lainnyo. Ambo maraso..kalau dioadoan dihotel terkesan acara ko formal bana, mako ambo usulkan dua tampek, yaitu 'lubuk idai' (walaupun ambo lah acok dikecewakan oleh layanan rm makan ko) dan atau RM. Taman Sari. Berdasarkan kesepakatan kami berdua, sebagai orang nan diranah, akhirnya disepakati di Rumah Makan Lubuk Idai. -------- Silaturahim... -- Alhamdulillah, walau sorenyo padang dihoyak gampo, 6.9 SR di mentawai dan diguyur hujan, tidak menyurutkan niat dunsanak kito warga RN untuk menghadiri pertemuan yang boleh dibilang sangat jarang-jarang terjadi. Tepat jam 19:30, Da Indra Catri, Ambo serta Staf Bagian Rantau Pemprov tibo di Lubuk Idai, kemudian dilanjutkan dengan datangnyo Pak Edi Utama, Pak Mestika, Pak Abel Tasman, Pak Andrinov, Pak Suryadi, da Miko, uda Dedi dan da Nofrins beserta keluarga. Acara diawali dengan makan basamo dengan menu khas lubuk idai, ayam dan ikan baka. walaupun disana sini sangat terasa sekali pelayanan yang kurang memuaskan, sehingga da Indra Catri..harus berteriak2 untuk meminta sesuatu......, sambil makan...tiba2 kami digoyang hentakan gempa, namun karena berada tempat dengan kontruksi kayu, maka alunan goyang gempa ini tidak terlalu mengganggu, malah di "nikmati", hehehe Setelah selesai makan, sesuai titah da Miko, ambo diminta untuk mambuka acara dan kemudian dilanjutkan oleh da Indra Catri selaku tuan rumah..kemudian da Miko menjelaskan apa dan bagaimana Rantaunet itu serta pengharapannya, agar ada tim dari bagian Rantau di pemprov untuk meng-compile hasil diskusi RN untuk dipilah nan bernas agar ada realisasinya. gayung bersambut, pihat bagin rantau pemprov akan berusaha untuk melaksanakan itu. kito tunggu sajo hasilnya. dilanjutkan oleh Pak Edi Utama (budayawan), yang intinya beliau menyampaikan permasalahan susahnya menyatukan kesepahaman antara urang rantau dengan urang di ranah. Beliau mencontohkan tentang ormas GEBU Minang, yang merupakan ormas terbesar orang minang, namun andilnya tidak terlalu banyak untuk mensejahterakan, tapi lebih kepada kendaraan politik sajo, baitu juo jo SSM. dilanjutkan oleh Pak Mestika (sejarawan), juga menyampaikan tentang perlunya TUPOKSI yang jelas dari keberadan bagian rantau di pemprov sahingga mampu mengakomodir ide2 bernas urang rantau. karena pado intinyo....urang2 rantau pasti akan banyak membantu ranah, tarutamo nagarinyo...oleh karena itu perlu dikumpulkan lagi..data nagari sbg data pokok atau data dijadikan pemetaan utk berbagai bantuan nantinya. dilanjutkan oleh Pak Andrinov, beliau sangat menyayangkan minimnya keikutsertaan sumbar dalam ajang kompetisi ilmiah, terkait beliau juga juri dari berbagai kompetisi ilmiah. sementara kita sering menyebutkan bahwa minang itu industri Otak. butuh perhatian yg serius di bidang pendidikan ini agar capk industri otak itu betul2 melekat di ranah minang. dilanjutkan oleh Pak Suryadi,beliau mengatakan, bahwa urang rantau minang ko ado duo, 1. manggaleh(badagang), 2. Intelektual. Khusus untuk perantau nan manggaleh..sebaiknyo membeli bahan baku galehnyo ka sumbar, tentu iko butuh perhitungan ekonomi tantunyo. kemudian untuk nan intelektual, setidaknyo curahkan sajo ide2 bernasnyo dengan menulis di RN atau dengan kegiatan nyata di masyarakat. sesuai dengan bidang keahlian masing2. dilanjutkan oleh da Nofrins, seperti biasa, beliau menyatakan..bgmn caranya agar ide bernas di RN dapat diimplementasikan dengan langkah konkrit. biarlah debat dan diskusi tetap berjalan di RN tapi implementasinya juga mesti jalan di RANAH. kembali lagi ke pada bidang masing. dari diskusi tersebut, aktifitas dan kiprah da Nofrins melalui foto, di implemntasikan dalam bentuk MPKAS, dianggap sebagai kegiatan spektakuler yang betul-betul berhasil dalam menaikan citra pariwisata, sehingga dapat dijadikan contoh. yang dibutuhkan oleh ranah adalah langkah nyata. maka termasuk disana tugas bagian rantau pemprov untuk memilah2 ide2 bernas di RN untuk diaplikasikan. da Nofrin juga meminta kepada pihak bagian rantau, agar menginformasikan..apa2 saja yg mesti dibantu oleh pihak rantau..karena pada intinya urang2 rantau selalu ingin membantu ranah, namun terkadang tidak tahu jalannya. diharapkan pihak pemprov lebih terbuka...agar sinkronisasi antara ranah dan rantau terjalin erat. jgn selalu bertanya..apa yg diberikan rantau kepada ranah, tapi uraikanlah..apa yg diperlukan ranah..agar urang rantau dapat berfikir dan berbuat untuk itu. dilanjutkan oleh Da Dedi Yusmen (pertamina), beliau menyinggung masalah pariwisata, terkait dengan beliau mengajak sekitar 20 orang migas ke bukittinggi. untuk meminta tagging wisata sumbar atau bukittinggi ke dinas pariwisata saja sangat sulit, padahal informasi wisata tersebut akan di sampaikan kepada orang-orang yang barangkali akan sering mengunjungi sumbar nantinya. beliau berharap..dinas parisiwata membuat tagging pariwisata tsb kemudian disebarkan kesetiap hotel2 yg ada. setiap ada pertemuan di hotel tersebut, diwajibkan diputar terlebih dahulu tagging wisata sumbar tbt. tentu ini promosi yg efektif. disamping itu, beliau juga mengusulkan agar Rantaunet biarlah seperti adanya sekarang. da Indra menyebutnya....biarlah rantaunet ini seperti SUMUR. terakhir, pak Abel tasman (anggota DPRD Sumbar), beliau menyorot tentang sulitnya mempertemukan kesepahaman antara urang rantau dengan urang di ranah, sehingga seringkali urang rantau memberikan bantuan..namun terkadang tidak dianggap oleh nan di ranah. maka beliau bertanya.."APA SEBENARNYA KUNCI/PASSWORD URANG MINANG" sehingga mudah kita memasuki pola pikir, sehingga ada link dan macth antara rantau dan ranah. Sebagai anggota dewan yg baru, beliau menyebutkan ada 3 hal pokok yg mesti diperhatikan di minang : 1. Masalah pendidikan, 2. masalah pariwisata dan 3. masalah pertanian. inilah 3 point utama di sumbar yang mesti digenjot sebagai modal dasar yg paling pokok untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.. demikianlah laporan dari versi ambo...mohon maaf..jiko talabiah takurang. salam Yuhefizar a.K.a Ephi Lintau Laki-laki, 33+ -- =========== Salam Hormat ========== Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau e-Learning | e-Literacy | e-Business www.ephi.web.id www.web1juta.com www.sukses-bersama.com www.pengusaha-online.com www.e-investasi.com e-Mail : [email protected] Handphone : 08126777956 ================================ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
