Waalaikumsalam Wr.Wb.

 

Arief dan Dunsak Sadonyo.

 

Tarimokasih penjelasan Arief, mungkin ambo yang talampau berpikiran "terlalu
bisnis" dibandingkan urang2 bisnis sendiri.

 

Point ambo adalah, film itu bisnis komersial, kalau dia terpromosikan, ya
respon dengan bisnis juga. Suruh mereka bikin apa kek untuk Sumbar. 

 

Tentang Babel, saya no more comment lah .

 

Kalau yang point terakhir, tarimokasih, kalau Gubernurnya yang terlampat
sekian jam, terus orang2 ada yang tidak menunggu, itu ceritanya berbeda.

 

Untuk Ricky, ambo agak surprise mandanga kalau biaya di lokasi mencapai 35%
biaya produksi. Kecuali kalau nan dimukasuik biaya produksi itu di luar
honor, itu labiah make sense. Tapi maaf, itu hanya asumsi saya, karano ambo
ndak punyo pengetahuan tentang itu.

 

 

Riri

Bekasi, L, 47

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of ARIEF
Sent: Thursday, August 20, 2009 11:29 AM
To: [email protected]
Cc: [email protected]; [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Re: [taragak-basuo] NONTON BARENG "FILM MERANTAU"
JO PAK GUBERNUR ==> MAU????

 

  

Assalamu'alaikum W W

Da Riri nan terhormat sarato dunsanak nan maunjua di palanta....

Mohon maaf sabalun nyo jika jawaban ambo akan sangat normatif....
Ambo sengaja memposting berita tersebut tidak sebagai kapasitas bagian
PROMOSI dari FILM MERANTAU, pun bukan sebagai HUMAS PEMDA.
Tak lebih, postingan tersebut hanyalah sebuah info tentang rencana GUBERNUR
SUMBAR diajak NONTON BARENG oleh Sutradara dan Produser FILM tersebut.

Bahwa kemudian yang terpromosikan adalah film MERANTAU, ambo pikia itu hanya
efek domino nyo sajo. 
Tapi di sisi lain, apakah dengan terpromosikan nya FILM MERANTAU ini, orang
MINANG merasa dirugikan??
Apakah dengan banyaknya orang nonton FILM MERANTAU, PEMDA SUMBAR merasa
dirugikan???
Atau apakah secara pribadi, awak ado nan merasa dirugikan juo??? Mohon maaf
kalau itu terjadi.

Bagi ambo (secara pribadi), walau dalam film tersebut tidak terlalu banyak
ekspose tentang alam RANAH MINANG, tapi setidaknyo awak harus bersyukur dan
berterimakasih pada SUTRADARA GARETH EVANS (BULE dan BUKAN URANG MINANG)
serta SUTRADARA ARIO SAGANTORO (nan juo BUKAN URANG MINANG). 
Mereka tanpa diminta dan tanpa dibayar, dengan sukarela membuat film action
bernuansa MINANG, dan sekaligus mengekspose ALAM RANAH MINANG.
Sekali lagi, APAKAH KITA RUGI DENGAN APA YANG MEREKA LAKUKAN ???

Kemudian tentang rencana mereka untuk berpromosi di SUMBAR....
Jika Da Riri bertanya, jawaban nyo pasti yang terpromosikan tentu Film
Merantau.
Tapi harus awak ingek, mereka melakukan PROMOSI dengan biaya sendiri kanda,
mereka melakukan PROMOSI rasanya tidak akan minta fasilitas atau dana dari
PEMDA yang mereka kunjungi. Mereka orang PROFESIONAL yang tidak perlu
mengemis ke pemerintah daerah. 
Di sini walau yang diuntungkan FILM MERANTAU dan produser serta
sutradaranya, toh URANG AWAK TIDAK AKAN DIRUGIKAN secara materi.

Mengenai FILM LASYKAR PELANGI yang bisa mengangkat WISATA BABEL.
Da Riri yang terhormat. 
Jika ambo pegawai DINAS PARIWISATA BABEL atau ambo PEJABAT Departemen
PARIWISATA, atau ambo urang yang secara intens bergerak di BIDANG
PARIWISATA, maka data statistik nan kanda minta akan langsung ambo jawab.
Tapi sayang, ambo bukan urang nan ado di BIDANG tersebut.
Tapi ambo pikia, awak pun tidak bisa memungkiri, sejak adanya film dan novel
lasykar pelangi, pertumbuhan pariwisata BABEL meningkat lumayan bagus.
Bahkan ada orang yang datang ke BABEL hanya karena FILM LASYKAR PELANGI
tersebut. "DATANYA DARI MANA??" saya tak punya, tapi itu sering di ekspose
di media massa.
Dan apakah ini masuk kategori "katanya-katanya"??, silahkan tafsirkan
sendiri.

Satantang "curhat" Da Riri, mengenai kedatangan Ario Sagantara, Sang
produser Merantau, nan tidak sempat manunggu kedatangan Pak GF, ambo akan
jawek agak detail.

Kanda Riri dan dunsanak di palanta.
Kaba nan kami (ambo dan seluruh urang nan hadir) dapatkan dari kantor
penghubung PEMDA SUMBAR, Pak GF bisa menghadiri pertemuan jo urang Minang
tersebut, sekitar pukua 12.30, setelah mendengar pidato kenegaraan Presiden
di Gedung DPR/MPR. Rencana nyo setelah pidato kenegaraan tersebut, Pak GF
akan langsung meluncur. Sehingga urang nan di undang (ambo indak tau, apakah
Produser dan Crew merantau di undang atau memang mereka berinisiatif
sendiri) datang sajak pukua 12.00 siang.

Ternyata setelah Pidato kenegaraan Presiden, masih banyak agenda-agenda lain
nan harus di ikuti pak GUBERNUR dan pejabat daerah seluruh INDONESIA. Bahkan
sabananyo Pak Gubernur baru bisa kalua gedung pukua 17.00 sore.
Tapi karena baliau tiok sabanta dapek kaba taruih bahwa urang di RM IKO
SABANA KAPAU KWITANG, alah lamo manunggu, maka pukua 15.30 baliau paksakan
untuak kalua dari GEDUNG DPR/ MPR dan langsuang meluncur ke lokasi
pertemuan.
Karena lalulintas sangat macet, maka beliau baru bisa sampai di RM IKO
SABANA KAPAU, jam 17.00.

Jadi, beberapa urang nan alah manunggu sajak pukua 12.00 mungkin alah ado
nan pulang, tamasuak ARIO SAGANTORO sang produser film merantau. Andai ARIO
manunggu dari jam 12.00 sampai jam 17.00, tentu inyo akan kehilangan banyak
waktu. Tapi inyo tetap meninggalkan wakilnyo agar bisa batamu jo Pak
Gubernur.

Di sisi lain, ambo saat itu cukup appreciate dengan kedatangan Pak GF
tersebut, karena pada jam 20.00 malam baliau juo alah ado agenda resmi lain
jo DPD RI, padahal acara tu berakhir jam 19.30 an lewat. 
Artinyo di tengah kesibukan, baliau masih sempat "memaksakan diri" untuak
datang, dan bilo beliau ko akan ISTIRAHAT???
.
Tentang agenda sabananyo di pertemuan tersebut, ambo raso apo nan di POSTING
PAK SAAF alah cukuik langkok. Bahkan sabananyo GUBERNUR berjanji akan
membantu YAYASAN BUNDO KANDUNG tersebut.

Dan mengenai kesediaan beliau untuak AMUAH diajak NOBAR film MERANTAU, pun
adalah di saat beliau tidak lagi punya agenda resmi. Karena dari info nan
ambo dapek, Jum'at pagi baliau alah harus tibo di SUMBAR.
Masih belum puaskah awak dengan maksud baik orang lain untuk ikut serta
membangun SUMBAR dan PARIWISATA SUMBAR???? Sementara awak hanya mampu CIPEH
dan CIPEH???
Antah laaaah

Terakhir ..........
Apakah kita akan selalu kritis terhadap kebaikan dan kemurahan hati orang???
Padahal...........kadang-kadang sifat kritis urang awak ko sudah mengarah ke
hal yang destruktif.
Mungkin tamasuak ambo.....

Ok lah dunsanak kasadonyo....
Jikok dalam penjelasan ambo di ateh, ado nan tidak berkenan dan ado nan
tersinggung.
Dek awak ka mamasuak i bulan suci RAMADHAN, ambo mohon maaf, semoga di bulan
penug rahmah dan maghfirah, awak senantiasa selalu bisa mendapatkan RAHMAT
dan HIDAYAH ALLAH SWT.
Amiiin

Sakali lai, talabiah takurang, mohon maaf

Sakitu dari ambo

Wassalam W W

Arief Rky Mulia





Pada 20 Agustus 2009 06:39, Riri Chaidir <[email protected]>
menulis:

Arief dan Dunsanak Sadonyo.

 

Maaf, kalau pertanyaan saya terlalu "ndeso". Kalau Gubernur Sumbar beserta
rombongannya "Nonton Bareng" film Merantau (i.e, ini film komersil kan ya,
bukan dokumenter), kemudian ini dimuat di koran2 dll, pertanyaan saya
adalah: "Siapa yang terpromosikan, alam sumbar atau film nya?"

 

Kemudian acara nonton bareng ini dilanjutkan lagi di kota Padang dan kota2
lainnya, lagi-lagi pertanyaan awam saya, siapa yang terpromosikan,
buikitinggi atau film merantau?

 

Satu pertanyaan lagi tentang Laskar Pelangi dan Bangka Belitung. Di satu
sisi sya sangat suka film itu (dan juga novelnya), tapi apa iya bener film
itu mengangkat wisata Babel? Maksud saya dalam angka statistik lho, bukan
"katanya-katanya".

 

At last, ini bukan pertanyaan, tapi curhat, Rief, ambo agak sadiah mambaco
di alinea awal posting Arief: 

"....sempat pulo hadir PRODUSER FILM MERANTAU walau hanya sabanta. Tapi
karano baliau ko sangat sibuk, tidak sempat menunggu kedatangan Pak GF ...".

 

Riri

bekasi, l, 47

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke