Assalammualaikum Wr Wb dunsanak sapalanta yth

Hanifah beberapa waktun yll bertanya kepada bung RA tentang niat hanifah untuk 
berbagi rejeki ke teman yang sedangh sekolah dan sedang kesusahan. Ini jawaban 
dari Bung RA.
Sengaja hanifah bagikan, siapa tahu ada yang mengalami hal serupa. Semoga 
bermanfaat. 
Wass

Hanifah Damanhuri

--- On Thu, 8/20/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Rahman dan Rahim (I)
To: "Hanifah Daman RN" <[email protected]>, "Sutji Allianz" 
<[email protected]>
Date: Thursday, August 20, 2009, 2:40 AM

Dear Uni Iffah,

1. Maaf baru reply, sdg di NAD.

2. Berkaitan dengan zakat, saya fikir individu (teman Uni itu) yg Uni tuju itu 
tidak menyalahi aturan zakat yg ada, sehingga syah adanya. 
Namun demikian, barangkali ada perspektif lain  yg saya fikir baik kalau kita 
diskusikan, yaitu:

a. Coba bayangkan kalau seandainya kita yg berada dlm posisi teman Uni itu. 

b. Coba bayangkan perasaan dan fikiran apa saja yang dia miliki ketika menerima 
zakat dari Uni. 

Jika butir a dan b tsb saya bayangkan pd diri saya sendiri, maka ada rasa 
senang-cs dan juga ada rasa malu-cs. Di satu sisi saya merasa senang karena 
mendapat rejeki, tapi di sisi lain saya akan merasa sedih dan malu  (dan 
barangkali juga terhina) karena harus menerima zakat. 

3. Atas point 2 di atas, maka barangkali baik kalau kita mencari cara yg lebih 
baik dlm memberikan zakat, sehingga zakat kita tsb menjadi sempurna nilainya. 
Beberapa hal yg barangkali bisa kita coba utk mencapai kesempurnaan zakat tsb 
misalnya adalah :

a. Jgnlah membuat si penerima menjadi malu, menjadi sedih, menjadi terhina, 
etc-etc yg sejenis.

b. Kalimat "alhamdulillah saya sedang mendapat rezeki, dan saya ingin berbagi 
dgn Tuan/Puan. Saya harap Tuan/Puan berkenan untuk ikut bersyukur dgn saya atas 
rejeki ini" barangkali adalah kalimat sederhana yg akan sangat menyenangkan 
kita dengar (dan tentunya di dengar oleh org lain) ketika kita saling berbagi. 

4. Berkaitan dgn rezeki dan berbagi rezeki, maka barangkali baik kalau kita 
bisa mengunyah beberapa ayat dan kalimat di bawah ini, yaitu:

a. Kata Allah dlm Al-Quran: 

- AKU berikan rejeki kepada semua makhluk KU, termasuk yg melata. Dan AKU 
tunjukan pula kepada mereka tempat dan bagaimana cara mendapatkannya.

- Pada sebagian hartamu, terdapat harta orang lain. 

b. Lalu banyak ayat dan sunah hingga syariat yg menuntun kita ttg zakat, 
sedekah,....hibah...etc. 

c. Kalimat bertuah :

- Apa yg sampai pada tangan ku itulah rejeki ku, tapi aku harus ingat apa kata 
Tuhan ku bhw pada rejeki ku itu ada rejeki makhluknya yg lain. 

- Zakat-cs hanyalah cara dr ALLAH dan Muhammad utk menuntun kita mengunyah ayat 
pertama di atas (pada sebahagian harta mu ada harta orang lain). Ayat ini harus 
kita kunyah dgn pertanyaan "harta siapa",...."Berapa jumlahnya"...."Kapan 
waktunya"......dan apa tandanya. 

5. Delam segala keterbatasan, kekhilafan dan kebodohan saya mengunyah ayat tsb 
di atas, maka bagi saya pribadi, ...kedatangan seorang pengemis, atau seseorang 
yg datang utk meminjam, atau seseorang yg tiba-tiba masuk dlm fikiran saya utk 
berbagi rejeki adalah TANDA dari munculnya hakekat ayat di atas pada diri saya.

6. Barangkali begitu pandangan saya dan berbagi pengalaman dlm hal yg Uni 
tanyakan. 

7. Berkaitan dengan masuknya Ramadhan, maka berikut ini ada 1 puisi yg saya 
fikir menarik untuk didiskusikan, Puisi ini merupakan kumpulan kata-kata yg 
muncul di hati saya pada suatu malam beberapa minggu yg lalu. Kejadian nya 
mirip-mirip spt puisi-puisi saya dlm kumpulan Bisikan Cinta Di Tanah Serambi. 
8. Saya mohon maaf lahir dan bathin (juga pada semua anggota majelis Rantau 
Net) dan mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Semoga Allah menerima 
puasa kita semua dan segala  amal ibadan kita di bulan suci Ramadhan ini. 

Salam,
r.a


PUISI 
Aku dan Dia, Lalu Engkau.

by : ricky avenzora

Aku buat mata nya tetap terjaga.
Aku buat dia merasakan engkau disamping kirinya, rapat tapi tak dapat ia raba.
Aku terus berkata-kata di hatinya, dia mengerti tapi tak bisa dijelaskan oleh 
kepalanya. 
Kini aku datang di hati nya karena memang itu bunyi catatan yang sudah  tiba 
masanya, ....mungkin esok lusa aku akan datang di hati mu pula.


Tidak dia rasakan, jiwa nya meluruh.
Dia rasakan raga nya yang menjadi punah
Belahan hati ingin bersatu, tapi tidak tahu dimana peraduan yang satu.
Di jiwa tidak, di raga pun tidak,...di fikiran apa lagi. . 


Bersyukurlah dia mau menanggung malu, sehingga karena dia engkau kenal aku. 
Coba lah fikir apa yang dirasakan nya, dan rasakan lah pula apa yang difikirkan 
nya. 
Janganlah heran mengapa dia begitu, karena memang akulah catatan cinta yang dia 
catatkan untuk mu.
Janganlah bertanya mengapa terjadi semua itu, karena aku hanyalah makhluk NYA 
yang menjalankan tugas ku. 


Karena aku diijinkan NYA utk ikut merasakan kasih sayangnya kepada mu, maka 
biarlah engkau sedikit ku bantu. Bukalah mata dan telinga mu, juga jangan lupa 
membuka hati dan fikiran mu.... lalu lihatlah kesekelilingmu. 
Temukanlah semua cinta kasih yang ada di situ, dan engkau boleh kumpulkan semua 
jadi satu utk melawanku. 


Semua cinta yang engkau lihat disekeliling mu pasti tunduk terhadap waktu.
Semua kasih yang engkau tahu dari dulu, sebutlah kasih apa saja yang engkau 
mau....juga pasti akan begitu. 
Jika hanya cinta kasih sperti itu yang engkau punya, maka jangan salahkan DIA 
jika semua hanya jadi mengharu biru. 
Jika cinta kasih seperti aku yang engkau tunggu seperti yang engkau minta dan 
catatkan dahulu, maka tanyalah kesiapan dirimu untuk menerima kedatangan ku 
sesuai perjanjian itu.


Ketika akan datang sebenarnya aku ragu, apakah dia akan kuat menerima 
kedatangan ku. 
Tapi semua saksi menyuruhku menjalankan tugas yang satu karena mereka telah 
tahu siapa dia dari dulu. 
Luka yang aku buat tidaklah akan  memerahkan jasadnya, melainkan nyawanya lah 
yang akan menjadi seperti tidak di badan. 
Jika dahulu dia telah pernah mendapat hidayah utk mampu menerima luka yang tak 
akan sanggup diterima oleh sejuta laki-laki, maka untuk luka yang aku bawa ini 
aku harap dia juga mendapat hidayah itu.  


Janganlah engkau salahkan aku, aku hanya menjalankan tugas ku. 
Kalian berdualah yang mencatatkan aku dahulu pada buku. 
Jika kini adalah aku dan dia lalu engkau,...esok lusa bisa menjadi aku dan 
engkau lalu dia....sebelum masa tiba siapalah yang tahu. 
Sebagaimana aku mencintai dia maka akupun mencintai mu, dan telah engkau lihat 
cinta nya untuk mu sehingga engkau tahu aku. 


Kepalanya memang keras melebihi batu, hati nya pun lebih keras dari itu. 
Mulutnya keras hatinya menangis, mulutnya manis ketika hatinya bengis.
Jika kawan nya berjumlah seribu, maka  lawan nya adalah berjumlah seribu satu.
Kalu engkau tahu pasti terasa lucu, entah lah mengapa Tuhan nya mengijinkan itu.


Cinta kasih telah dia dapat dari dulu walaupun ketuban ibu nya belum jatuh 
masanya.
Cinta kasih ibunya yang luar biasa, jangan dibanding dengan cinta kasih dari 
anak dan istrinya.
Sebagian bukankah telah pula engkau tahu, itu cerita tentang cinta kasih dari 
kawan sekolahnya dulu. 
Tapi sayang engkau banyak menyela, sehingga cerita lainnya belum engkau tahu.


Seorang gadis belia keturunan India cantiknya luar biasa pernah mencintai dia 
di kala sebelum SMA, tapi karena dia tunduk pada aturan ibu nya maka gadis itu 
disayanginya sebagai adik perempuan nya belaka.  
Lalu si cantik yang lebih manis dari Andi Mariam Mattalata, hingga kini masih 
menyimpan harapan hati seandainya dialah yang menjadi ayah dari tiga anak-anak 
yang telah lahir dari rahimnya.
Begitupula si Kutilang Dara yg pajang lehernya, dan sama halnya seperti Dokter 
Wanita di Solo sana yang jatuh cinta pada dia waktu KKN bersama.
Upps,...jangan aku buka semua karena nanti dia malu pada dunia, cukuplah itu 
saja sesuai yang DIA ijinkan untuk aku ceritakan padamu saja. 


Hahahaha,...dia telah bergelimang cinta....dan semua dia bisa lalui karena 
memegang teguh nasehat ibunya.
Jagalah kawan perempuan mu sebaik-baiknya sebagaimana engkau menginginkan 
adik-adik perempuan mu dijaga sebaik-baiknya oleh kawan laki-laki nya, 
begitulah bunyi nasehat yang dia terima. 
Tapi kini marilah kita lihat dia, apakah dia akan bisa melengkapi cinta kasih 
di dirinya dengan kehadiran aku dan engkau di jiwa dan raganya.
Kita memang menonton dia bersama, tapi jangan engkau tanya padaku apa yang 
menjadi rahasia DIA Sang Maha Kuasa, karena aku tidak DIA ijinkan untuk bicara. 

Banda Aceh,
3 Agustus-09
Powered by Telkomsel BlackBerry®


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke