Propinsi | Kamis, 20/08/2009 16:38 WIB MUI Perlu Fatwakan Tradisi 'Balimau'
Padang,(ANTARA) - Mantan Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Sumbatera Barat (Sumbar), Buya Mas'oed Abidin berpendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) daerah ini perlu mengeluarkan fatwa bahwa tradisi "balimau" --mensucikan diri di sungai secara bersama-sama-- sehari menjelang masuknya ramadhan adalah haram karena tidak ada dalam ajaran Islam. "Selama ini imbauan MUI Sumbar telah ada tetapi belum sampai kepada bentuk fatwa berkaitan masalah tradisi balimau yang masih tetap dilaksanakan masyarakat jelang ramadhan," kata Buya Mas'oed Abidin ketika diminta tanggapannya di Padang, Kamis. Buya menjelaskan, dalam Islam memang diajurkan untuk mensucikan diri tetapi bukannya mandi di tempat umum yang berbaur antara laki-laki dan wanita. Kemudian masyarakat memaknai bersuci dengan mandi dan berwuduk saja. Tradisi balimau yang dilakukan masyarakat zaman dulu menjelang ramadhan karena belum adanya wc dan kamar mandi di rumah, dan orang jaman dulupun mereka tidak berbaur antara perempuan dan laki-laki. "Zaman dulu itu tempat mandi antara perempuan dan laki-laki terpisah, bukan seperti sekarang yang satu lokasi di tempat umum berbaur saja. Ini tradisi yang menyalahi ketentuan Agama Islam," katanya. Parahnya lagi, terkadang ada yang terbuka aurat sehingga menimbulkan dosa, tentu tidak jadi mensucikan diri dan malahan menjadi dosa, padahal di rumah masing-masing sudah ada kamar mandi. Selain itu, tradisi ini juga semakin membuat banyak pekerjaan aparat polisi dalam mengatur arus lalu lintas rute-rute menuju ke lokasi pemandian, bahkan tak jarang sering menimbulkan kecelakaan. Betapa tidak, kata Buya, ada yang satu kendaraan sepeda membawa empat orang anaknya ke tempat pemandian sehingga beresiko terjadi kecelakaan dan melanggar ketentuan lalu lintas. Padahal, sesuatu yang menlanggar aturan tidak dibernarkan dalam Agama, makanya sesuatu yang banyak mudharatnya daripada manfaatnya harus dihindarkan. "Kita berharap MUI Sumbar menyikapi tradisi yang banyak mudharatnya ini untuk dikeluarkan fatwanya supaya masyarakat tidak berlarut-larut dalam kepasikan atau kesesatan," sarannya. Lebih lanjut Buya mengajak umat Islam, menjadikan ramadhan untuk memperbaiki diri dan sipat serta menjauhkan dari hal-hal yang di larang dalam ketentutan Agama. "Kita jadikan momentum ramadhan untuk mengoreksi diri atas perbuatan yang selama sebelas bulan dijalani," katanya. Menyinggung masalah awal puasa dan satu shawal yang sering terdapat perbedaan, Buya Mas'oed, tidak mempersoalkannya atau menjadi masalah tetapi jalani sesuai dengan keyakinan masing-masing. Namun, menjadi persolan dan masalah orang yang mengaku Islam tetapi sama sekali tidak pernah menjalankan ibadah puasa ramadhan dan masih banyak ditemukan, termasuk di Kota Padang. "Bagaimana kita akan menjadi daerah yang religius karena masih banyak masyarakat yang belum terbentuk nilai-nilai keimanannya atau kesadaran dalam menjalankan perintah Allah, SWT," katanya mengakhiri.* http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&d=1&id=42681 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
