Jum'at, 21 Agustus 2009 , 09:30:00

Selamat Datang Ramadhan
<http://www.padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=10072##> 

 

 

Mas'oed abidin Ulama Sumbar

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran
sebagai hudan (petunjuk) bagi manusia dan bayyinaat minal huda
(penjelasan penjelasan mengenai petunjuk) itu dan furqan (pembeda antara
yang hak dan yang bathil). "Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir
(di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa
di bulan itu. Dan barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa, sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari yang lain. 

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaknya kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk Nya yang diberikan kepadamu, supaya
kamu bersyukur." (QS. Al Baqarah, 2: 185) Setiap kali Ramadhan tiba,
semasa hidupnya Baginda Rasullullah Shallahu 'Alaihi Wassallam, beliau
selalu menyambutnya dengan perasaan haru, gembira dan penuh harap.
Baginda Rasulullah mengelu-elukan kedatangan bulan suci Ramadhan ini,
dengan ucapan "Ahlan wa sahlan, wamarhaban yaa syahral mubarak".
Artinya, selamat datang dengan penuh kegembiraan dan penuh harap kasih
sayang, kami sambut kedatangan mu, wahai bulan yang membawa keberkatan.
Begitu kira kira, Baginda Rasulullah mempersiapkan diri dalam menerima
bulan yang suci ini.

Ketika Ramadhan akan masuk, Baginda Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa
sallam berpesan kepada manusia ...  "Wahai manusia! Sungguh telah datang
pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Inilah bulan ketika
kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.  Di bulan ini,
napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan
doa-doamu di ijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang
tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum
dan membaca kitabnya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah
di bulan yang agung ini. 

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari
kiamat. Bersedakahlah kepada kaum fuqoro dan masakin. Muliakanlah
orangtuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu,
jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu
memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu
mendengarnya. Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihani manusia
anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah
tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu, karena itulah
saat-saat yang paling utama ketika Allah azza wa jalla memandang
hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab meraka menyeru-Nya,
menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka
ketika mereka berdoa kepada-Nya. 

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,
maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena
beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia
tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan bersujud, dan tidak
akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan
Rabbul 'alamin." (HR.Khuzaiymah dan Ibnu Hibban dari Salman Al Farisi)

Dalam rumpun bahasa Al Quran atau Arab, Ramadhan berakar dari kata
Ramadhan artinya pembakaran. Baginda Rasulullah mengartikan, innama
summiyya Ramadhan li annahu yarmidhu dzunuuba. Yang artinya, sungguh
hanya dinamakan bulan Ramadhan karena di sana kesempatan membakar dosa.
Membakar dosa berarti, bahwa di dalam bulan ini umat manusia, lebih
khusus lagi orang beriman, berkesempatan menghapuskan dosa-dosanya
melalui ibadah yang khusus pula ada di bulan Ramadhan ini. Ibadah khusus
di bulan ini ialah shaum (puasa) wajib. Wajibnya terletak kepada
dijadikan puasa Ramadhan itu, merupakan satu arkaan atau rukun Islam.
Seorang Muslim, belum lengkap sebagai Muslim, jika dia meninggalkan
shaum (puasa) Ramadhan ini. Wassalam. (*)

 

http://www.padangekspres.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=10072

 

 

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke