--- Pada Sab, 22/8/09, Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]> 
menulis:


Dari: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]>
Judul: Bls: [Keluarga POLRI] Malaysia selalu lebih aktif membuat masalah dengan 
Indonesia....
Kepada: "Polri" <[email protected]>, "asvi adam" 
<[email protected]>, "Budiarto Shambazy" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], "VCM" <[email protected]>
Tanggal: Sabtu, 22 Agustus, 2009, 2:27 PM

Lagu Indonesia yang dibajak pertama kali oleh Malaysia 
adalah lagu "Terang Bulan".
Lagu Terang Bulan yang lirik aslinya:
 
Terang bulan .....
Terang di pinggir kali .....
Buaya timbul disangkalah mati ........
Jangan percaya .......
Mulut laki-laki ............
Berani sumpah .......
Takutlah mati .........
 
Lagu Terang Bulan oleh Malaysia (Malaya waktu itu)
dijadikan lagu kebangsaan.
 
Dan lagi-lagi kehebatan Bung Karno, 
Bung Karno menganjurkan kepada rakyat Indonesia 
agar tidak menyanyikan lagu Terang Bulan,
demi menghargai bangsa Malaya!
Rakyatpun mematuhi anjuran Bung Karno.
 
Film "Terang Bulan" adalah film Indonesia
pertama kali yang berwarna, walau hanya 
pada bagian akhirnya.
Film Indonesia ke-II yang berwarna adalah
"Rodrigo de Villa" joint production dengan Philipina.
 
Uang saku saya waktu SMP, habis untuk nonton
bioskop.
 
Para sejarawan perlu membuktikan pendapat
saya.
 
Kalau tari pendhet diclaim Malaysia,
maka banyak lulusan PTIK VIII dan IX 
terutama yang bujangan,  yang protes.
Mengapa?
Karena pada tahun 1962 mereka yang masih bujangan,
rajin antar jemput para penari pendhet yang akan menari 
pada pembukaan Asean Games di Jakarta.
 
Kalau kami dari Angkatan VII mah sudah lulus.
Nggak ngurusi lagi masalah antar jemput para penari
pendhet.
 
Para penari dilatih tidak di satu tempat, 
tetapi tersebar di seluruh Jakarta.
Setelah mahir, baru dilatih bersama-sama di Senayan.
 
Saya yakin, banyak yang bisa bersaksi,
bahwa tari pendhet pernah ditarikan secara kolosal,
pada waktu pembukaan Asean Games di Jakarta.
 
Sekedar nostalgia menjelang penempatan 
sebagai lulusan PTIK VII.
Sebagai brand new komisaris, saya sempat
nampang dengan jeep terbuka di seluruh
arena pertandingan Asean Games.
 
Waktu konfrontasi dengan Malaysia, 
Indonesia sudah punya orkestra.
Malaysia?
Mereka baru punya "kugiran"
atau kumpulan gitar rancak!
Kasihan deh, lu.
 
Wassalam, Jacky Mardono.
 
 


--- Pada Sab, 22/8/09, [email protected] <[email protected]> menulis:


Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: [Keluarga POLRI] Malaysia selalu lebih aktif membuat masalah dengan 
Indonesia....
Kepada: "Keluarga polri" <[email protected]>
Tanggal: Sabtu, 22 Agustus, 2009, 1:26 PM


Belum lama ini Malaysia menyatakan bahwa Reog Ponorogo sbg budaya asli warga 
Malaysia..kemudian ada lagi pulau di klaim sbg miliknya..belum lagi para TKI 
banyak bernasib kurang baik dalam arti diperlakukan tidak layak sbg manusia 
meski berpredikat pembantu rumah tangga..kini ada berita yang lebih baru lagi 
bahwa tari Bali diakui sbg budaya asli orang Malaysia...
Maunya mereka (Malaysia) ini apa..disisi lain kenapa kita/pemerintah tak 
bertindak cepat..kok kita diam saja...apa kita bngsa  lemah atau takut dalam 
berdiplomatik atau mungkin harus dengan kekuatan lain..katanya kita Bangsa 
Besar..katanya kita banyak orang pintar..katanya kita pemberani..tapi kenapa 
tidak mampu pertahankan budaya asli kita sendiri..kalo para pahlawan kita (yang 
sdh almarhum) dapat mendengar pasti beliau2 itu menangis...
Mudah2an para petinggi negara kita peka dan cepat bertindak dalam perkara 
ini...lama2 kalo hal ini dibiarkan negara kita dicaplok Malaysia..apakah kalo 
perlu kita tidak duluan mencaplok Malaysia aja..
Kita dalam berbagai hal selalu dan selalu kalah dulu dengan Malaysia..ini 
tanda2 ada apa dengan Negara kita...wslm
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluargapol/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/keluargapol/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/




Dapatkan nama yang Anda sukai! 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. 


__._,_.___ 


Your email settings: Individual Email|Traditional 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully 
Featured 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 


__,_._,___


      Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers!
http://id.answers.yahoo.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke