MINUM KOPI DAUN =MINUM KAHWA

 

 

Ketika Bung Nofrins sedang mengabadikan sebuah event parawisata di Ranah
kita tepatnya di Batu S........angkar seputar pacu jawi, beliau
bercerita disela-sela acara tersebut sedang menikmati Kopi Daun dan
Pisang Goreng  di kesejukan udara Batu Sangkar di sore hari. .....Kopi
Daun ..?

 

"Onde Jep kopi daun tu yo sabana sero rasonyo dan indak caffeine pulo
tuh, kayaknya mesti baliek kasinan nanti, suasananya sulit dilukiskan
dengan kata-kata...Mungkin Jepe yang harus menulis tuh"

 

Begitu sebaris SMS dari Bung Nofrin saya terima,  "sulit dilukiskan
dengan kata-kata" kalimat ini tentu penuh godaan, sebaris SMS itu
membuat saya penasaran dan sudah bertekad kelak lebaran pulang kampung
ke Tanjung Barulak sekitar 15 Km dari Batu Sangkar atau ketika menginap
di rumah kakak di Batu Sangkar nantinya tentu akan mencoba menimatinya
serta sedikit menulisnya apa dan bagaimana seputar Kopi Daun yang
diceritakan Bung Nofrins. Ketika saya telepon orang tua saya di Padang
menanyakan seputar Kopi Daun ini  orang tua saya menjawab singkat saja
Kopi Daun tidak lebih dan tidak kurang kalau dikampung kita disebut
Minum kahw berasal dari daun kopi yang telah dikeringkan dan direndam
dengan air panas mendidih.

 

Jelas sudah jika Kopi Daun sama dengan Kahwa yang dimaksud orang tua
saya apalagi seperti yang dijelaskan Mak Lembang maka minum ini sudah
tidak asing lagi bagi saya ketika kecil dulu sering pulang kampung
(sekitar 70 an). Sudah menjadi tradisi orang-orang dikampung sebelum
kesawah dan berladang atau saat istirahat sejenak di dangau-dangau
sekitar jam 10 an biasa kaum wanita membawa makanan-makanan kecil di
dalam nampan yang dijunjung dikepala lalu jerek yang berisi kahwa.
Lazimnya setelah dibuka makanan dan minuman ini sudah di hidangkan di
dangau-dangau tengah sawah lalu mereka memanggil  kerabat yang lain yang
sedang asyik apakah itu membajak atau mencangkul sambil berkata
"Oiii..marilah kito minum koa dulu" begitu terdengar ditelinga saya
dialeknya Kahwa lebih tegas lagi sehingga berbunyi Minum Koa. 

 

Minum Kahwa ini memang tradisi dan nikmatnya ketika diminum di batok
kepala yang tua atau dikenal dengan Sayak tampuruang setengah lingkaran
berwarna hitam dan halus permukaannya, semakin tua semakin sering
dipakai maka "kedalaman" sayak ini semakin tinggi baik dari segi
penampilan fisiknya, estetika dan "kepadu serasian" dengan kahwa itu
sendiri. Disinilah yang dikatakan sebuah minuman tradisi jika ingin
menikmatinya bagaimana aslinya segala sesuatu mulai dari cara
membuatnya, prosesnya, peralatannya. Ini adalah masalah CITA RASA sebuah
minuman tradisonal yang memang dari dulunya ninik-ninik kita mendapatkan
kenikmatan meminum kahwa ini melalu proses yang serba manual dan
peralatan yang berasal dari alam seperti yang diceritakan Mak Lembang
mulai dari Ijuk, Bambu, Sayak lalu cara mengeringkannya dengan kayu api
dengan panas yang bertahap, kemudian tempat minumnya dari sayak
ibaratnya "chemistry:nya memang menyatu banget antara air kahwa dengan
sayak tempurung.

 

Coba sedikit saja anda ubah seperti Daun Kahwa yang terpilih anda
keringkan dengan sinar matahari atau dengan alat modern seperti
Microwave saya berani mengatakan CITA RASA minuman kahwa akan tergradasi
, anda tidak akan dapat lagi sentuhan nikmatnya. Jadi masalah wadah
"jangan main-main" dalam menikmati sebuah minuman tradisi dari
ninik-ninik kita disini lah sebuah CITA RASA di hadirkan sehingga
kenikmatannya selalu terjaga sepanjang masa. Kita tidak perlu heran
dengan kondisi ini betapa banyak makanan dan minuman tradisi Nusantara
yang selalu menggoyang lidah penggemarnya , sebuah selera yang masih
terasa keutuhan baik dari bumbu, wadah, cara memasak, cara
menghidangkannya.dengan segala peralatan "kuno" dari alam 

 

Contoh sederhana jika anda penikmat kopi sejati, ini harus diseduh
dengan air mendidih jika anda ingin mendapatkan rasa kopi yang
"benar-benar" kopi jangan anda coba menyeduhnya dengan air panas
dispenser, perjaya sama saya jika anda punya serbuk kopi berkualitas
tinggi maka akan turun CITA RASA nya menjadi sedikit asam. Makanya di
kafe2 wara laba terkenal yang menyajikan kopi peralatannya diatur
sedemikian rupa dan pada suhu berapa air panas  ini ditembakan pada
bubuk kopi berkualitas ini dan menjadi sangat wajar jika anda mengeruk
lebih dalam lagi kantong anda untuk menikmati secangkir kopi yang nikmat
dan bercita rasa tinggi.

 

Begitu juga dengan minuman tradisi kita ini yaitu Kopi Daun  atau Kahwa
tentunya agar menikmatinya dengan cita rasa yang tinggi kita harus
membuat dan menyajikan sebagaimana ninik2 kita dulu mendapatkan
sentuhannya bagaimana menghadirkan sebuah "Kopi Daun seperti kata Bung
Nofrin terlalu sulit dilukiskan dengan kata-kata" ahaaa...jika berbicara
"Taste" memang sesuatu yang sulit untuk diceritakan tapi anda hanya akan
dapat merasakan sentuhannya, kepekaan rasa anda yang bermain disini.

 

Jika Bung Nofrin ingin menjadikan sebuah Ikon Parawisata minuman ini,
tidak ada salahnya kita mulai mempromosikannya dengan segala keunikan
rasa dan cara-cara penyajiannya. Bersyukurlah rasanya kita punya kampung
seindah ranah minang dengan segala keelokan alamnya, budaya dan
tradisinya serta bertambah sempurna dengan keaneka ragaman  seni
kulinernya baik makanan dan minuman yang memang telah popular dimata
masyarakat Nisantara bahkan manca negara. Minuman Kopi Daun atau kahwa
rasanya perlu di explore lebih dalam lagi sehingga bisa menjadi lebih
popular bagi wisatawan. Jika saya ibaratkan lagi tanah Pasundan (Suku
Sunda) dengan alamnya yang indah juga terkenal dengan minumannya yang
cukup Populer yang bernama BAJIGUR dan itu hampir sama saja dengan Minum
Kahwa kita yang dihidangkan secara tradisional, jika mereka bilang ada
sebuah acara atau event bernama BAJIGURAN....maka minuman ini
dihidangkan dengan camilan seperti Ubi Rambat rebus, Kacang rebus,
Jagung rebus dan Pisang Rebus begitu juga jika nanti KOPI DAUN/KAHWA
sudah menjadi ikon minuman parawisata ranah minang maka nanti juga bisa
dihidangkan dengan Lapek Bugih, Lapek Pisang, Bika, Tumbang, Onde-onde
dsb. Semua itu dihidangkan sambil menikmati bentangan alam ranah minang
yang indah mulai dari lembah, sawah, ladang, lereng pegunungan, gunung,
sungai dan danau yang berhawa sejuk dengan menggelar tikar-tikar pandan
di dangau-dangau seperti ninik kita dulu menikmati istirahat sejenak
dipagi hari ketika kesawah dan ladang di pagi hari.

 

Ahhhh teriakan dari mamak-mamak dikampung dulu di tengah dangau-dangau
dipersawahan ketika istirahat sejenak "MINUM KOA KITO DULU' masih
terbayang sama saya, ikut larut duduk santai dipondok dengan pandangan
lepas udara pagi yang sejuk dan segar sambil menyeruput Minum Kahwa
panas dalam wadah sayak tempurung lalu menikmati camilan seperti Lapek
Pisang atau Pisang Goreng,,nikmat dan syahdu..memang..Dunsanak

 

Wass-Jepe/Pku/24 Agsutus 2009

 

Kahwa ini setahu saya berasal dari bahasa Arab ya..yang artinya
Kopi..betul begitu

 

 

 

 


 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke