Senin, 24/08/2009 15:53 WIB Discovery Channel Cabut Iklan 'Tari Pendet' Malaysia Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Gambar penari pendet yang memicu rasa marah publik Indonesia merupakan iklan acara Discovery Channel bertajuk 'Enigmatic Malaysia'. Iklan tersebut dicabut hari ini. "Iklan dari Discovery sudah dicabut, mereka akan mencabutnya hari ini dan tidak akan menayangkan kembali," kata Dirjen Nilai Kebudayaan Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tjetjep Suparman kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2009). Tjetjep menjelaskan, sebelum masalah ini muncul ke permukaan, kedua negara telah mempunyai kesepakatan bersama tentang kebudayaan. Kedua belah pihak harus fair untuk menyatakan siapa pemilik budaya tersebut. "Jika ingin menampilkan kebudayaan, kebudayaan tersebut harus jelas maka mesti dicantumkan siapa pemiliknya. Namun jika kebudayaan tersebut masih abu-abu juga mesti dicantumkan grey area atau abu-abu," jelasnya. Kedubes Malaysia menyatakan iklan yang menampilkan penari pendet bukanlah buatan pemerintah Malaysia. Iklan itu merupakan produksi swasta. "Malaysia sebenarnya tidak ada apa-apa tentang klaim (tidak pernah mengklaim-red) tari pendet tersebut," kata Kuasa Usaha Sementara Dubes Malaysia Amran Muhammad Zein. (ape/nrl) ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang Sent: Monday, August 24, 2009 2:28 PM To: [email protected] Subject: Bls: [...@ntau-net] Seniman Bali Protes Malaysia . Bangso awak ko salalu "abik cakak baru takana silek". dan angek2 tahi ayam kato urang. Kama salamo ko urang awak. Ba a talalu capek bana awak ma respon hal2 nan takah iko tampa mangkaji terlebih dahulu. Sebagai anak negeri, siapo nan ndak ka berang bilo harato nyo diambiak urang. Darahpun akan diagiahkan bagi bangsa iko. Cuma yg jadi masalah, salamoko awak lah tau Malaysia ko agresif utk mengakui apo2 nan dirasonyo manjadi buah dari tradisi Melayu dan baitu juo jo tradisi nan diturunkan dek budaya Hindu jo Budha utk diakuinyo manjadi kekayaannyo. The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
