Waalaikumsalam wr.wb.

 

Uda Muzirman, Uda Eri dan dunsanak sadonyo.

 

Ambo ndak punyo kapasitas untuak menganalisis mengnena transparency,
cost-benefit analysis, opportunity cost dll.

 

Tapi pemikiran awam ambo bisa menyimpulkan bahwa untuk pembangunan mess
pemda seharusnya sudah melalui itu. 

Kan - menurut berita yang di forward Z kapatang - itu dibangun dengan APBD
provinsi dan 19 kabupaten kota di 2 tahun anggaran (2007 dan 2009). Masa
tidak ada satupun dari 20 DPRD (dan rakyat di 20 wilayah itu) yang
mempertanyakan?

 

Jadi kalau di ambo, masalah pembangunannya sendiri harusnya sulit untuk
dipertanyakan lagi, tinggal pemanfaatannya. Menurut pemahaman ambo, albiah
rancak gedung bertingkat belasan di Matraman itu dikelola secara komersial
dan pengelolaannya diserahkan ke swasta yang benar2 ngerti bisnis (bukan
BUMD)

 

 

Riri

Bekasi, l, 47

 

 

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Muzirman --
Sent: Wednesday, August 26, 2009 11:42 PM
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Pembangunan Mess Pemprov Sumbar di Jakarta
Rp134,59 Miliar

 

AssWrWb dan Wass wrwB,

 

Betul sanak Eri, ssnak Z. Chaniago, dan Riri, masalahnya sekarang what next?
Apa yg bisa di lakukan rakyat dalam process pengambilan keputusan, "dlm
prioritas pembangunan dan pemilihan project?  Bgmn rakyat badarai bisa
mengambil bgn dlm 

menunjang "kepentingan dan kesejahteraan nya".

 

Sebelumnya, mari kita lihat philosophy kita : "    lamak dek awak katuju dek
urang", anak dipangku kamanakan di bimbiang, rang kampuang di
patenggangkan." hati gajah samo di kacak, hati camuak samo di cacah. raso
pareso etc."

 

Apakah pembanguan MESS Pemda di Jkt, dan pembanguan Mesjid Agung yg
mengunakan APBD 100 milyar, melalui kaedah2 kita diatas tsb. Responnya
jelas, tidak itu bukan hukum formal. Ok kita setujui. Tp bgmn dgn anggota
DPRD, apakah tidak menanyakan benefit/cost analysis nya? Opportunity cost
nya dll, atau bgmn kalau di berikan sbg micro credit ke rakyat badarai? 

 

Saya tidak/tertinggal mengikuti nya, tp saya berani ber asumsi, "tranparancy
dan keterbukaan project pembanguanan dgn segala perdebatannya sukar di
dapat, krn sukar ("tidak di siarkan") kita tentu boleh berasumsi, anggota
DPRD akan OK saja segala usulan pembanguanan yg di lakukan Pemda.

 Yang jelas dan pasti "tidak adanya debat publik dgn Gubernur (Pemda)" ttg
urgency nya pembanguan ini dan itu tsb?

Jadi apa yg dikatakan sanak Eri, "kebijakkan arah,dan prioritas pembanguan
di tentukan oleh seorang (bbrp orang saja), saya setujui sekali.

 

Pertanyaan nya : What should we do?

 Spt kita ketahui, anggota DPRD kita belum banyak bisa di harapkan, kita
kenal dulunya ada istilah "korupsi berjamaah"(sdh samai ke MA) . Pemda, Gub
atau Bupati juga punya interest, atau mercusuar, legacy" yg mungkin kita
kurang menyetujui.

 

Menurut saya ada bbrp usaha yg bisa kita lakukan'

 

1. Memperkuat Lembaga Social Msayarakat, dan mendukung para2 individu utk
mengajak para pengambil kebijakkan publik utk

    beraudiensi/berdebat dgn rakyat badarai kalau kita anggap suatu project
berbau mercusuar, atau tidak menrakyat.

 

2.Memobilisir kekuatan mahasiswa utk mempertanyakan kebijakkan Pemda secara
periode., ajak Pemda berdebat dgn  

   mengundang bbrp ahli dibidangnya, terrutama dari institusi
netral/independent.

 

3. Silahkan tambah kan.

 

Wass. Muzirman Tanjung.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke