Assalammualaikum WR WB Jepe yth. Analisa yang tajam dari Jepe. Itu makanya kami
sering berantam kalau uni lagi nulis. Kadang kami kejar2an dulu he he he. " ma
yg mama tulis bukan puisi, tapi cerpen ". Tulisannya ttg bohong kalau nggak
rindu, dilla bilang " itu bukan puisi ma, itu cerita2 aja". Jepe, setelag
berjauhan baru uni bongkar FB nya. Uni tercengang ternyata dia rindu jg ke
mamanya, ke kamarnya... " nanti aku matikan hp, biar tdk bisa hub aku" katanya
ktk lg merajuk. Di asrama sekamar dgn bbrp teman, tentu tak sebebas di kamar
sendiri, ya jd rindu dia. Uni lebih terkejut lg ktk membaca tulisannya yg lain.
Jauh dari rumah dan pengalaman naik pesawat malam hari dan pesawatnya hampir
jatuh sepertinya sangat membekas di hati, jiwa dan raganya. Katanya mdnanggapi
tulisan Jepe, " ... Bagi saya puisi adalah perasaan yang membias". Makasih atas
ulasan Jepe yang mdnjadi ilmu untuk uni he he he. Wass. Hanifah
andi jepe wrote:
> "Puisi itu kalimatnya indah, Puisi adalahsebuah bahasa yang bermakna,
> bukan bahasa biasa tapi bahasa yang diatur sedemikian rupa sehingga
> mampu mengungkapkan makna yang lebih dari apa yang ditampung oleh kata
> yang sering digunakan sehari-hari dalam berkomunikasi"
> Saya melihat Puisi yang digoreskan Fadila anak gadis putri tercinta
> Uni Hanifah Damanhuri ini telah bermain dalam kata-kata dan kalimat
> bagaimana seharusnya Puisi yang bagus dan indah tersebut diciptakan.
> Ketika Dila berbicara dengan bahasa hati dan jiwanya seperti ini
> mata dalam hati
> mata dalam jiwa
> mata dalam raga
> Sepotong bait puisi Dila tersebut inilah yang saya katakan BUKAN
> BAHASA YANG BIASA
> Tidak ada Mata dalam hati, tidak ada mata dalam jiwa, tidak ada mata dalam
> raga,
> tapi jika BAHASA YANG BIASA tentunya mata itu terletak dibagian
> kepala kita lebih tepatnya dibawah kening kita, menjadi "bukan puisi
> bait itu ketika Dila menulis
> Mata di bawah keningku berkedip
> Dila telah menemukan kemampuan dalam mengolah kata-kata dan kalimat
> disetiap bait puisinya jadi lebih bermakna luas lebih dari sekedar
> biasa bahasa
> Mungkin begitu komentar dari saya satu hal lagi ini JUJUR juga lho uni Ifah
> PUISI DILA LEBIH "PUISI" DARI PUISI MAMANYA
> Pernyataan saya itu semoga Uni Ifah dapat menangkap maknanya he..he..he
> Terakhir..selera humor Dila anak Uni sangat baik dan cerdas
> Ketika dia berkata
> "nanti jika ku pulang
> kita adakan jumpa fans...
> Wahahaha(narsis mode on)"
> mmmm..saya suka..maknanya memang saya pikir anak Uni ini termasuk anak
> yang disukai oleh temen2 sebaya dia di Bengkulu dulu ketika masa SMA
> dengan segala aktivitasnya (banyak yang ngangeni kali..bisa jadi
> termasuk idola di SMA bagi temen2 cowoknya he..he) dan Dila sangat
> merasakan sekali kerinduan yang dalam terhadap kedua orang
> tuanya.(mama dan papanya).karena inilah pertama kali dia merantau
> kerantau orang tuanya sendiri untuk menuntut ilmu, berpisah dengan
> keluarga.
> Semoga Dila semakin hari semakin mendapatkan sentuhan membuat puisi
> yang indah dan bermakna.
> Wass-Jepe
>
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---