Prof, saya baru sekali ke Danau di Atas, dan benar-benar terkesima melihat 
pemandangannya. Hanya, seperti juga di tempat wisata lainnya di Sumatera Barat, 
lokasi ini kurang dikelola dengan baik. Sama sekali tak ada fasilitas selain 
dari beberapa bungalows dan gedung pertemuan. Tak ada sarana layar, tak ada 
sarana komunikasi.

Kalau saya banyak modal, saya akan berinvestasi di sini, bukan hanya menambah 
sarana olah raga lsyar, tetapi juga membuat lapangan golf dan menyediakan 
angkutan udara dengan pesawat amfibi, langsung dari BIM ke Danau di Atas. Atau 
ada yang punya koneksi dengan investor Jepang, misalnya ?

Sungguh sayang.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 



--- On Sat, 8/29/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Danau kembar
> To: "Sma" <[email protected]>, "Rantau" <[email protected]>, 
> "al ausrita ietje" <[email protected]>, "Yurni Satria" <[email protected]>
> Date: Saturday, August 29, 2009, 10:01 AM
> 
> 
> 
> Danau Kembar
> Oleh K Suheimi
> 
> Seiiring suara azan kami sampai di Panorama Danau Kembar 22
> Juli 2009. Panorama yg menyajikan pemandangan yg aduhai
> indahnya. Betapa tidak dari Panorama ini dg leluasa sekali
> pandang tampak dua danau yg berkilau bagaikan cermin. Satu
> diatas dan satu dibawah. Orang kampung disini menyebutnya
> danau diatas dan danau dibawah.
> 
> Langit cerah, matahari memancarkan cahaya yg
> penuh.awan-awan putih berarak dibawa angin. Semilir angin yg
> berhembus di Panorama Danau Kembar ini merasuk sampai ke
> sumsum tulang, dingin tapi sejuk. Gemeletuk gigi menahan
> dinginnya.  Padahal hari tengah hari tepat. "Sadangnyo
> bunta bayang-bayang, sadang rami urang di balai, sadang nyo
> langang urang di kampuang. Sadangnyo litak,litak ayam"
> 
> Namun ditengah hari tepat penduduk disana pakai jas dan
> kain sarung untuk mengatasi dingin. Kamipun begitu
> 
> Panoramanan indah, hembusan angin nan membelai, suara yg
> sunyi yg ada hanya decah kekaguman rombongan kami angkatan
> 65 Alumni SMA1 
> 
> Sudah 49 tahun kami tak jumpa, hari ini berkumpul lagi,
> mengulang cerita dan kenangan lagi, berciloteh bersuka ria,
> makan nasi sebungkus berdua. Nasi bungkus dendeng batokok
> dari RM Mertua lubuk selasih. RM yg sudah lama sekali tapi
> tetap mempertahankan cita rasa dendeng batokoknya.
> 
> Danau kembar, satu diatas yg lain dibawah yg hanya berjarak
> 600 meter ini terasa masih perawan. Alam yg sejuk dan
> pemandangan yg indah membuat damainya hati ini dan
> tentramnya perasaan. Dan penduduk kampung yg menghibur ke
> datangan kita dg tiupan saluang yg isinya ratapan, membuat
> syahdunya hati ini
> 
> Bunga yg ada di Panorama ini bunga yg khas yg hidup di
> dataran tinggi dan subur, sehingga pernah perusahaan dari
> Perancis pernah menanam bunga disini dan bunga itu di
> eksport ke eropah.
> 
> Alam yg kaya dan subur ini dg air yg melimpah dari ke dua
> danau, rumput yyg tak perlu ditanam dan tak mengenal musim
> dingin atau musim panas agaknya bagus untuk peternakan
> 
> Saya banding dg Selandia baru di kutup selatan, tanahnya yg
> banyak bebatuan dan harus menyimpan makanan utk musim
> dingin, ternyata penghasil ternak domba dan sapi yg luar
> biasa
> 
> Di Danau kembar, air tidak membeli rumput tumbuh sendiri ,
> ternak tinggal dilepas akan tmbuh dan kembang. Susunya bisa
> diperas.
> 
> Di sepanjang jalan kami saksikan dilereng-lereng bukit
> semua sayur tumbuh dengan subur. Gunung talang yg
> menyemburkan asap masih jelas terlihat. Gunung yg ramah dan
> pemurah ini menyebarkan pupuk yg menambah kesuburan tanah di
> sekitarnya
> 
> Kami nikmati jalan yg berliku dan menanjak dari indarung ke
> lubuk paraku yg berair jernih dan deras dg bebatuan cadas.
> Mendaki sitinjau laut satu dan Letter S di sitinjau laut
> dua. Disini dapat kami liaht hamparan kota padang dg laut
> dan pulaunya, sangat bagus alam nan indah ini.
> Kami lewati ladang padi. Kami selusuri lembah Gumanti. Kami
> Masuki Arosuka dikiri knan hamparan daun the yg menghijau
> seperti di puncak pas.
> 
> Sambbil bernyanyi, sambil berceritra dan sambil membuat
> lelucon dg tertawa terpingkal-pingal. Serta berbalas pantun
> 
> Gembira sekali sambil mengingat perangai dan kakobeh lama.
> Kakobeh anak SMA di tahun 60.
> 
> Di pinggir danau di sebuah Masjid kami shalat ber jemaah.
> Saya imami teman-teman dan kami panjatkan do'a Syukur
> 
> Terima kasih ya Allah telah kau hantar kami ke tempat yg
> indah dan se elok ini. Telah kau izinkan kami bertemu dan
> berkumpul serta bahagia sesama kawan lama
> 
> Bimbinglah kami berjalan secara benar pada jalan Mu nan
> lurus
> 
> Danau Kembar 22 Juli 2009
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> > 
> 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke