Ded, sorry baru respon.

 

Kalau buliah usul ciek lai, tekanan CSS ini usahakan untuk hal yang hasilnya
controllable bagi pebisnis, wisatawan, dan masyarakat umum. Jangan ada
pertanyaan yang jawabnnya nantinya "menyuruh pemerintah daerah melakukan
sesuatu". 

 

"Less concern" (kalau tidak mau disebut ignorance, atau bahkan resistensi)
dari pihak tertentu itu merupakan fenomena yang sangat2 biasa. MAPPAS kan
mengalami, MPKAS juga (Waktu pertama kali ikut rapat MPKAS pun saya sudah
mengetegahkan isu ini). Fenomena ini bukan hanya ada ada di Sumbar, tapi di
banyak daerah, bahkan di tingkat pusat pun terjadi. Tidak perlu untuk
dibahas  apa penyebabnya (paralu lo seminar berkali2 awak beko, he he).
Tapi sebagai gambaran, jangankan menyodorkan konsep atau hasil survey,
membawa bantuan dalam bentuk hibah saja perlu negosiasi panjang agar mereka
bisa menerima, itu nan ambo rasokan salamo bakarajo - terutama jo lembaga/
negara donor.  Mereka kurang tertarik dengan yang non-fisik, mau capacity
building apa lah judulnya, tidak mudah untuk meyakinkan mereka.

 

Nah, baliak ka CSS Dedy itu, ambo sangat menghargai itu Ded.  Sabananyo ambo
sangat yakin dengan kapabilitas Dedy, tapi kalau Dedy setuju, draft Dedy
bisa ambo tunjuakkan beko ka beberapa kawan nan memang dididik dan
pengalaman di performance measurement untuk publik

 

Riri

Bekasi, l, 47

 

 

 

 

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Dedy Yusmen
Sent: Thursday, September 03, 2009 7:05 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Survey Kepuasan Pengunjung Pariwisata Sumatera
Barat

 

Uda Riri..

 

Terimakasih masukannya. Ambo pun baru belajar bagaiman 'bersurvey' ini.
Kemaren waktu di Bukittinggi itu ajang coba-coba apa lagi yang bisa
dilakukan. Ambo menggunakan travel di Bukittinggi yang baru berkembang, tapi
memang perlu diberi masukan. Bagaimana caranya Ambo cubo buat kuisioner
tersebut atas nama MAPPAS. Apakah keakuratan informasi yang didapat adalah
'sah' dan 'absah' dengan point-point pertanyaan tersebut, Ambo yakin perlu
di challenge untuk disempurnakan. Nanti akan ambo kirimkan contoh kuisioner
tersebut untuk mendapt masukan dari sidang Palanta

 

DediY 

 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Riri Mairizal Chaidir
Sent: Wednesday, September 02, 2009 1:21 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Survey Kepuasan Pengunjung Pariwisata Sumatera
Barat

 

Ded,

 

Sebenarnya kalau untuk CSS pasti kapabilitas Dedi tidak bisa diragukan lagi.
Cuma kalau boleh usul nih, ada concern saya dikit.

 

Walaupun survey pertama yang Dedy lakukan hasilnya OK OK saja, tapi karena -
terutama dari mail hari ini - Dedi melihat pentingnya kunjungan kedua dan
seterusnya, gimana kalau ditambahkan satu pertanyaan lagi tentang mengapa
dia ingin kembali, atau sebaliknya, tidak mau kembali.

 

Just suggestion lho

 

Riri

Bekasi, l, 47

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of dedi yusmen
Sent: Wednesday, September 02, 2009 7:09 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Survey Kepuasan Pengunjung Pariwisata Sumatera
Barat

 


Terimakasih Uda Riri, penjelasan Uda menjawab apa yang ditanyakan Pak Saaf.
Pada kesempatan lain akan saya ceritakan sedikit mengenai seluk beluk
pengurusan acara ini. Ini memang acara kecil, tapi pada dasaranya kami ingin
melihat respon dan kesiapan stakeholder pariwisata Sumbar untuk rencana
Event Acara yang lebih besar. 2 bulan lalu ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi
Indonesia) juga telah mengadakan Pertemuan Tahunannya di Bukittinggi. 

Mudah-mudahan apabila sudah siap kita akan meng arrange untuk acara yang
lebih besar. Tujuan kesiapan ini adalah untuk 'repeat visit'. Mungkin bisa
kita 'paksa' khalayak untuk datang ke Sumatera Barat. Tapi yang jadi
pertanyaan apakah kunjungan itu bagi Pengunjung hanya sebagai kunjungan
pertama dan terakhir, inilah yang menjadi tugas kita bersama.

Wassalm
DYEK

--- On Tue, 1/9/09, Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
wrote:


From: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Survey Kepuasan Pengunjung Pariwisata Sumatera
Barat
To: [email protected]
Date: Tuesday, 1 September, 2009, 11:24 PM

Pak Saaf, sambil menunggu jawaban dari sanak Dedi Yusmen, kemungkinan besar
memang tidak Pak, karena mereka dari Jakarta untuk dinas/ konsinyering.

 

Itu yang saya simpulkan dari alinea pertama posting sanak Dedi Yusmen:
".kami berkesempatan membawa rombongan dari Kantor  (Jakarta) dengan total
sekitar 25 orang dalam rangka acara 'Konsinyering' tahap finalisasi Projek
ke Bukittinggi".

 

Riri

Bekasi, l 47

 

 

 

 

 

 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: Tuesday, September 01, 2009 10:14 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Survey Kepuasan Pengunjung Pariwisata Sumatera
Barat

 

 

Selamat bung Dedi Yusmen. Data dari survai ini jelas bermanfaat untuk
perencanaan manajemen pariwisata Sumatera Barat di masa datang, dan perlu
dilanjutkan.

 

Btw: kelihatannya mereka tak ada yang memakai kenderaan pribadi, ya ?

 

Wassalam,

Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 

 

 

 

--- On Tue, 9/1/09, dedi yusmen <[email protected]> wrote:

 

> From: dedi yusmen <[email protected]>

> Subject: [...@ntau-net] Survey Kepuasan Pengunjung Pariwisata Sumatera Barat

> To: [email protected]

> Date: Tuesday, September 1, 2009, 2:54 PM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> Survey Kepuasan Pengunjung

> Pariwisata Sumatera Barat 

> 

> Area : Bukittinggi dan sekitar 

> 

> Waktu : 17 - 21 Agustus 2009 

> 

> 

>   

> 

> Pada tanggal

> 17-21 Agusutus 2009 lalu, kami berkesempatan membawa

> rombongan dari Kantor  (Jakarta)

> dengan total sekitar 25 orang dalam

> rangka acara 'Konsinyering' tahap finalisasi Projek ke

> Bukittinggi. 

> 

> 

>   

 

 

 





*****
This message may contain confidential and/or privileged information. If you
are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you
must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any
information herein. If you have received this communication in error, please
notify us immediately by responding to this email and then delete it from
your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and
complete transmission of the information contained in this communication nor
for any delay in its receipt.
*****

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke