Propinsi | Minggu, 06/09/2009 16:43 WIB Sejarahwan : Pemerintah Belum Serius Perhatikan Seni dan Budaya
Padang, (ANTARA) - Sejarahwan dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatra Barat (Sumbar) Dr. Muhammad Nur, MS, menilai pemerintah daerah belum serius memperhatikan kesenian tradisional dan nilai-nilai kebudayaan yang dimiliki. "Kesenian tradisional dan budaya yang ada merupakan kekayaan yang harus dilestarikan. Tapi seolah-seolah masih dilihat sebelah mata," kata M. Nur juga Dewan Pakar Masyarakat Sejahrawan Indonesia (MSI) Sumbar, ketika diminta tanggapannya di Padang, Minggu. Menurutnya, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota semestinya melestarikan kesenian-kesenian tradisional yang khas Minang sehingga bisa diwariskan terhadap generasi muda, selain itu agar tidak mudah dipatenkan atau caplok pihak lain. Namun, faktanya selama ini masih terkesan dilihat sebelah mata program pelestarian budaya dan kesenian karena anggaran yang dialokasikan bersumber dari APBD minim sekali. Menurut dosen pascasarjana program Studi Sejarah Unand itu, Pemda harus menggenjot anggaran untuk pelestarian seni dan budaya sehingga ke depan terus dikenali dan dicintai masyarakat. Selain itu, Pemda diminta dalam penempatan pejabat pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata harus yang mempunyai dasar atau mengetahui tentang seni, budaya dan bukan saja kepariwisataan saja. "Kita berharap pengangkatan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata harus sesuai dengan kemampuannya, bukan karena faktor kedekatan," kata Mantan Kepala Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang itu. Dia menyarankan, Pemda kabupaten/kota penting mematenkan kesenian tradisional, makanan khas daerah sehingga tak bisa dipatenkan pihak lain. Menyinggung klaim Malaysia terhadap sejumlah kesenian tradisional Indonesia, katanya, harus disikapi secara dewasa karena masalah kultur tak punya batas. Menurutnya, perlu di cari tahu dulu yang mengklaim itu, apakah pemerintahnya atau penduduk sehingga menyikapinya dengan arif. Jadi, bila penduduknya yang mengklaim sesuatu hal yang wajar karena masyarakatnya heterogen, ada juga asal Bugis, Minang dan mungkin Bali di negara Jiran tersebut. Misalnya, Reok Panorogo, bisa tadi penduduk Malaysia asal Bugis mengakui atau melestarikan disana, begitu juga dengan kesenian Minang atau Bali serta daerah lainnya. Tetapi, kalua pemerintah Malayasia yang mempatenkan, tentu masalahnya lain, makanya inilah yang harus dicermati dan bukan menyikapi dengan keras tanpa dasar. "Kita harus arif menyikapi klaim Malaysia itu, serta peluang untuk introspeksi bagi pemerintah, masyarakat dan semua pihak terhadap kepedulian kekayaan budaya sendiri," katanya.(*) http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=1&id=45123 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
