I M S A K
Oleh K Suheimi

Puasa,  imsak, menahan dan mengendalikan diri,  pengendalian yang datang dari 
dalam diri sendiri. Memang mudah  mengendalikan orang lain, memberi perintah, 
menyuruh dan  memberi  instruksi, tapi  betapa sukarnya memerintah dan 
pengendalikan  diri  sendiri dan  mengerjakan apa yang di suruh kan pada  orang 
lain  supaya dikerjakan oleh diri sendiri lebih dulu.

Di  bulan Ramadhan dianjurkan memulai usaha  berangkat  dari mesjid, dan 
melekatkan hati di Mesjid. karena mesjid  di  zaman Rasul  bukan hanya untuk 
shalat saja, tapi juga  untuk  amal-amal nyata  yang  lain. Dan ada satu hadis 
Rasul yang  berkesan  ialah :"Di  akhirat kelak. Disaat tidak ada perlindungan, 
disaat  tidak kemana lagi untuk mencari perlindugan, maka yang masih di 
lindun¬gi dan dapat perlindungan adalah pemuda yang hatinya terkait  di 
Mesjid",  tentu bukan berarti tidur-tiduran didalam mesjid,  tapi adalah  
bekerja,  menuntut lmu akhirat dan  ilmu  duniawi  serta menghasilkan kerja  
yang bermanfaat dan berguna untuk  meningkat¬kan kemampuan diri dan untuk 
lingkuangannya, sehingga pemuda ini lahir sebagai manusia yang bermanfaat dan 
berkualitas tinggi.

Puasa bertujuan meningkatkan iman, meningkatkan amal, menja¬di orang yang lebih 
berguna, menjadi orang yang berkualitas yaitu menjadI  orang yang taqwa, karena 
disisi Tuhan, tinggi  rendahnya seseorang  itu tergantung dari  ke  takwaan 
serta  pengabdianya untuk sesama dan untuk Tuhannya. Manusia yang berkualitas 
adalah mereka yg  dalam sebuah ayat_Nya Tuhan berfirman bagi  orang  yang ber 
taqwa  ini, akan di berikan rezki dari atas dan  dari  bawah dari tempat yang 
tiada di duganya. Betapa banyak keuntungan  yang dapat  di raih bila seseorang 
telah bertaqwa. Dia  dapat  jaminan bahwa rezkinya akan datang dari mana-mana. 
Taqwa adalah  gabungan dari Iman dan amal saleh. Iman adalah garis vertikal 
tegak  lurus ke atas berhungan dengan Allah. Imannya semakin tebal dan  kokoh, 
hubungan  dengan  Allah  semakin dekat dan semakin  kuat.  Garis vertikalnya  
makin tebal. Amal saleh atau kerja yang  bermanfaat, bermanfaat untuk sesama 
manusia, dan amal saleh ini
 banyak berhu¬bungan  denagn  kemanusiaan, sehingga garisnya  horizontal atau 
mendatar.  Manusia  yang berkualitas adalah  mereka yang  paling bermanfaat 
bagi sesamanya. Amal saleh mempertebal dan memperkokoh 
garis horizontal.

Apabila  garis  vertikal di gabung dengan  garis  horizontal akan terbentuk 
tanda tambah. Maka setiap saat orang yang  beriman dan ber amal saleh akan 
dapat nilai tambah dalam hidupnya.  Nilai tambah  atau insentif atau pahala 
akan di raihnya  dalam  setiap detik waktu yang di laluinya. Dia banyak dapat 
pahala dan  dialah pahlawan.  Bukankah Tuhan berfirman . Demi  masa  semua  
manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang yang beriman dan beramal saleh. 
Gabungan  iman  dan  amal saleh ini melahirkan  Taqwa  dan  orang bertaqwa ini 
padanya akan datang rezki dari tempat-tempat yag tak di duganya. Dan 
sebaik-baik manusia tergantung pada taqwanya pada Allah s.w.t.

Sebetulnya tidak ada alasan didalam bulan puasa boleh  meun¬da-nunda pekerjaan 
dan bermalas-malasan, membuang-buang hari  dan membuang-buang umur, 
merintang-rintang puasa. Peluang dan  kesem¬patan  yang terbuka luas di bulan 
ini adalah untuk  dimanfaatkan dan di perhitungkan sebaik-baiknya. Siapa yang 
berpuasa di bulan Ramadhan  dengan  penuh ke imanan dan penuh perhitungan  akan 
 di ampuni dosa-dosanya yang lalu. Jangan sampai yang di  perolehnya hanya 
sekadar haus dan lapar.

Orang  yang  rugi  adalah  orang-orang  yang  waktu-waktunya berlalu, tapi 
kebenanarannya tidak bertambah. Seharusnya kebenar¬an itu sebanding dengan 
umur, makin bertambah umur makin  bertam¬bah  kebenaran, namun masih ada kita 
lihat, makin bertambah  umur makin  membenarkan semua cara, tidak bisa 
membedakan halal atau haram,  sama  saja baginya yang yang benar dan yang  
salah.  Asal tujuannya tercapai, semua di halalkan. Seharusnya semakin  tinggi 
kedudukan seseorang semakin bertambah kebenaran yang di  anutnya, tapi  masih 
terlihat orang yang berkedudukkan  tinggi  melecehkan nilai-nilai kebenaran.
Orang  yang rugi adalah orang=orang yang  waktunya  berlalu, tapi keasabarannya 
tak bertambah, karena tak sedikit pula  terja¬di,  semakin tua semakin pemarah, 
semakin nyinyir, suka  mencari-cari  kesalahn orang lain, berfikiran negatif, 
dan  berprasangka, sehingga kalau di ukur banyak yang menderita tekanan darah 
ting¬gi.  Mudah tersinggung, pembantu tidak hormat dan tidak  menjong¬kok,  dia 
tersinggung, kurang bawahan melapor di hardik  dan  di maki. Di bulan Puasa 
yang seharusnya bisa mengendalikan diri  dan lebih  sabar,  tapi yang terjadi 
justru sebaliknya.  seakan-akan puasa  dijadikan  alasan untuk dapat 
membenarkan  boleh marah  , boleh menunda pekerjaan dan boleh bermalas=malas. 
Agaknya  penda¬pat dan cara yang demikian adalah keliru.

Puasa  adalah ibadah, ibadah ini di mulai sejak  1  Ramadahn dan berakhir 1 
syawal, sebulan penuh siang dan malam. Tiap  detik waktu dalam bulan Ramadhan 
adalah detik-detik ibadah. Orang  yang beribadah ini di sebut dengan Ibadi atau 
hamba-hamba_Nya.   Orang yang sedang mengabdi pada_Nya. Kalau sendiri di sebut 
dengan Abdi dan  jika banyak di sebut ibadi. Setiap orang shalat selalu  
men¬girimkan doa pada ibadi ini. Dalam tahyat terbaca  Assalamualaina wa 'ala 
ibadillahisshalihin. Ibadullah, ibadurrahman,  merupakan panggilan kesayangan 
pada hamba-hamba_Nya. Dan hamba_Nya itu  tak tergoda  oleh  setan, karena dia 
sedang  beribadah,  seakan-akan tangan  setan terbelenggu. Fathkuli fi ibadhi, 
masuklah  kedalam golongan  hamba-Ku Firman Tuhan. Setelah masuk menjadi 
hamba_Nya barulah Tuhan mengundang hamba-nya itu untuk masuk kedalam sorga. 
Wat khuli jannati. Masuklah kedalam syorga_Ku.

Setiap kali hamba ini bekerja selalu diawali dengan menyebut nama_Nya dengan 
membaca Bismillah. Atas Nama Nya, Saya  bekerja,  karena_Nya saya  berkerja dan 
untuk+Nya kerjaku  ini.  Allahumma laksumtu.  Ya Allah bagiMu puasaku ini.  
Setiap kali  mengucapkan Bismillah menimbulkan  dan membangkitkan kesadaran,  
bahwa   apa yang  dikerjakan ini adalah pekerjaan, perbuatan  dan  perkataan 
yang  di perkenankan Allah, adalah pekerjaan yang kelak dapat  di pertanggung 
jawabkan di sisi_Nya. Maka kita masuki  puasa  bulan Ramadhan  ini dengan 
membaca "Bismillah" Semoga  kita  memperoleh Nafsu mutmainah, dan di panggil 
dengan panggilan Ibadi, dan dapat menggapai  Taqwa.  Tiap detik waktu dalam 
bulan  Ramadhan  adalah detik-detik  keberuntungan, dan detik-detik yang sangat 
berharga yang  tidak ada di bulan-bulan yang lain. Mari kita rebut  detik-detik 
keberuntungan  ini
Ramadhan   dapat merubah nafsu amarah dan nafsu Lauwamah  menjadi nafsu 
mutmainah.  nafsu Mutmainah nafsu  yang  terkendali,  yang tunduk  pada 
kehendak  Ilahi, nafsu atau jiwa  yang  tenang  dan  tentram. Dihatinya ada 
kedamaian, di jiwanya ada ketenangan  dan di perasaannya ada ketenangan. Memang 
bahagia hanya dapat di raih dan di gapai; bila hati penuh dengan kedamaian, 
jiwa penuh dengan ketentraman dan perasaan penuh dengan ke tenangan. Dan ini,  
kata guru  saya hanya dapat di rasakan dan diperoleh, oleh orang  yang punya 
nafsu mutmainah setelah dia menunaikan ibadah puasa. Betapa indahnya panggilan 
Tuhan pada nafsu ini. Ya aiyutuhai  nafsulmut¬mainnah.  Irji'i Ila Rabbiki 
Radhiatul Mardiah. Wahai  jiwa  yang tenang  dan tentram, kembalilah pada 
Tuhanmu dalam  kedaan  Redha dan  di Redhai. Betapa luar biasanya keuntungan 
ini, puasa  dapat merubah nafsu amarah dan lauwamah yang dapat di rubah jadi  
nafsu mutmainah.

Wahai jiwa yang tentram. Kembalilah kepada Tuhanmu dalam  keadaan redha dan  di 
 redhai. Masuklah kedalam  golongan  hamba_Ku  dan masuklah kedalam Syorga_Ku "






      
___________________________________________________________________________
Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
http://id.messenger.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke