Terima kasih atas tayangan artikelnya, bung Dedi Yusmen. Saya harapkan data 
yang tercantum dalam artikel tersebut dapat dimanfaatkan, baik oleh instansi 
yang berwenang dalam bidang pariwisata di Sumatra Barat maupun oleh operator 
dan pemeduli pariwisata sendiri.
 
Sudah barang  tentu untuk itu perlu duduk semeja terlebih dahulu, 
berbincang-bincang mengenai masa depan yang akan dituju.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 


--- On Sat, 9/12/09, dedi yusmen <[email protected]> wrote:


From: dedi yusmen <[email protected]>
Subject: [iasma-birugo] Artikel: Menyigi Pariwisata Sumatera Barat dari Jumlah 
Kunjungan
To: [email protected], [email protected]
Date: Saturday, September 12, 2009, 12:02 PM


  








MENYIGI PARIWISATA SUMATERA BARAT  
DARI  JUMLAH KUNJUNGAN
Oleh Dedi Yusmen*
 
Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi 
atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang 
wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak 
sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi 
oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Defenisi yang lebih lengkap, turisme adalah 
industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi jasa keramahan, 
tempat tinggal, makanan, minuman dan jasa bersangkutan lainnya seperti Bank, 
asuransi, keamanan dll. Dan juga menawarkan tempat istirahat,  budaya, 
pelarian, petualangan dan pengalaman baru dan berbeda lainnya 
(http:/id.wikipedia .org/wiki/ Pariwisata)   
 
Bila dilihat dari tujuan untuk rekreasi, maka tentu dampak pariwisata ini hanya 
kecil saja. Kunjungan seseorang ke suatu daerah tidak hanya untuk rekreasi, 
tapi juga dengan tujuan lain seperti pendidikan, bisnis, tugas 
perusahaan/instansi dan lain-lain. Kunjungan seseorang dengan berbagai tujuan 
itu biasanya juga diringi dengan kebutuhan akan rekreasi, penginapan, 
transportasi dan jasa lainnya maka dari sinilah tawaran wisata itu dapat lebih 
dikembangkan. Singapura dengan tujuan utama sebagai pusat bisnis menambahkan 
momen wisata dalam setiap kunjungan itu dengan ’rekreasi belanjanya’. Bali 
sebagai daerah  utama pariwisata Indonesia dengan kunjungan rata-rata  2.8 juta 
pertahun atau rata-rata 7.4 % dari total kunjungan nasional  dari tahun 
2002-2006 menjadikan MICE  (Meeting, Incentive, Conference, Exthibition)  
sebagai tujuan lain kunjungan. Bali berada pada urutan ke 5 setelah Jawa Barat 
(19.5%), Jawa Timur (11.4%), DKI Jakarta (10.5%) dan
 Jawa Tengah (7.4%). Dengan demikan dapat dikatakan kunjungan dari seorang atau 
sekelompok orang ke suatu wilayah tanpa melihat tujuannya dapat dijadikan 
sebagai target dalam pengelolaan wisata diharapkan akan menimbulkan dampak 
berantai bagi dunia kepariwisataaan.
 
Data dari Biro Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan jumlah kunjungan rata-rata 
ke Sumatera Barat berdasarkan tamu menginap di Hotel Classified (sekelas Hotel 
berbintang) dan Hotel Non Classified (sekelas Hotel melati, Losmen dan Wisma) 
baik dari tamu domestik dan asing dari tahun 2002-2006 berjumlah 629 ribu 
pertahun atau sebesar  1.7 % dari total rata-rata kunjungan pertahun di seluruh 
Propinsi Indonesia sebesar 37.95 juta, berada pada urutan ke-14 dari 33 
Propinsi , bandingkan dengan Propinsi  tetangga, Riau dengan total 2.7 juta 
pertahun (urutan ke-6) dan Sumatera Utara 1.45 juta  rata-rata pertahun (urutan 
ke-8), maka Sumbar masih harus memacu diri untuk mengejar ketertinggalannya. 
 
Kunjungan yang dimaksudkan adalah tidak hanya dalam rangka ‘berlibur’ seperti 
pengertian yang jamak kita pahami dalam pariwisata. Kunjungan tersebut dapat 
juga diartikan sebagai kunjungan bisnis, official, keluarga yang bila 
diterjemahkan dalam bahasa keekonomian tentu menjadi potensi pemasukan bagi 
daerah secara umum. Berbagai bentuk kunjungan tersebut pada dasarnya dapat 
dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata. Setiap pengunjung apapun yang 
menjadi tujuannya pada dasarnya akan memerlukan akomodasi, transportasi, 
konsumsi dan kebutuhan lain. Pengelola Usaha Wisata dapat melakukan perbaikan 
produk dan jasa untuk kepentingan ini.
 
Data Kunjungan yang biasanya terdapat pada Dinas Pariwisata Propinsi  dapat 
digunakan untuk dievaluasi sebagai bahan dasar dalam menentukan strategi 
pengembangan wisata kedepan khususnya di Sumatera Barat
 
Data dan Analisa
Data BPS menyebutkan bahwa kunjungan Tamu Asing dan Domestik ke Sumatera Barat 
rata-rata dari tahun 2002 – 2006 adalah : rata-rata tamu asing Hotel Classified 
20,1 ribu, Hotel Non Classified 20,3 ribu orang. Rata-rata tamu domestik Hotel  
Classified  237,16 ribu dan 351,05 ribu untuk Hotel Non Classified. Rata-rata 
menginap tamu asing dan domestik untuk kelas Hotel Classified dan Non 
Classified di Sumbar relatif tinggi, melebihi 100% rata-rata menginap di 
Indonesia yaitu  4,32 hari untuk tamu asing di Hotel Classified,  3,27 hari 
untuk Hotel Non Classified. Rata-rata menginap tamu domestik Hotel Classified  
1,58 dan Hotel Non Classified 1,71 hari. Rata- rata menginap di Indonesia untuk 
tamu asing (Hotel Classifed dan Non Classified) adalah 3,44 dan 3,04 hari, tamu 
domestik 1,49 dan 1,73 hari untuk dua kelas hotel tersebut. Room occupancy 
sampai dengan kwartal pertama tahun 2008 melebihi 42% bandingkan dengan 
rata-rata nasional sebesar 48%.
  Apabila setiap tamu mengeluarkan 500 ribu perhari termasuk biaya akomodasi 
dan konsumsi dengan rata-rata menginap 2 hari, maka potensi  ekonomi dari 
perputaran uang  sebesar 629 Milyar dalam satu tahun, bila ditambahkan dengan 
biaya tranportasi, belanja lain, maka potensi pariwisata Sumatera Barat akan 
melebihi 1 triliun pertahun. Potensi yang luar biasa.
 
Strategi.
Analisa dan Strategi Pariwisata Sumatera Barat dapat dilakukan dengan 
menggunakan  data kunjungan tersebut. Untuk kunjungan tamu  asing atau 
domestik, yang lebih banyak menempati penginapan di non classified secara tidak 
langsung menujukkan kelas pengunjung. Pengunjung non classified biasanya atas 
biaya sendiri dengan keperluan tertentu seperti keluarga atau wisata, dominan 
berasal dari kalangan ekonomi menengah- bawah dengan dana relatif ’pas-pasan’.  
Pegunjung seperti ini biasanya tidak banyak mengeluarkan biaya  untuk keperluan 
wisata berbiaya tinggi, lebih banyak tertarik kepada  alam, budaya, makanan dan 
atraksi wisata khas suatu daerah. Pengunjung classified pada umumnya untuk  
keperluan bisnis dan  official seperti training, workshop, seminar yang 
dibiayai oleh instansi tamu berasal, kadang dibiayai sendiri bagi tamu kelas 
atas. Pengunjung seperti ini terkadang juga  membawa keluarga, produk wisata 
suatu daerah menjadi utama
 incarannya. Pembenahan Hotel Non Classified seperti  peningkatan kenyamanan 
dan keamanan pengunjung diutamakan.menginga t banyak tamu terutama domestik 
yang menggunakan jasa penginapan kelas ini, selain tentunya Hotel Classified 
yang telah mempunyai  standar tertentu  dalam pengelolaan hotel jenis tersebut. 
Untuk pengunjung dengan rata-rata menginap yang lama, maka  salah satu upaya 
dalam  peningkatan pengunjung dari kelas ini adalah dengan meningkatkan 
kenyamanan pengunjung dengan berbagai kegiatan  atraksi wisata. Untuk 
pengunjung dengan waktu menginap yang lebih singkat maka produk wisata dari 
suatu daerah  lebih mereka utamakan karena terkait dengan waktu berkunjung yang 
sempit untuk melakukan rekreasi pada suatu daerah, tamu-tamu pada Hotel 
Classified terutama tamu domestik biasanya merupakan kelas ini.   
 
Dari uraian singkat diatas dapat disimpulkan, paradigma lain dari kegiatan 
wisata tidak hanya  bertitik tolak dari bagaimana meningkatkan jumlah kunjungan 
wisata, tapi juga usaha untuk  meningkatkan keluar masuk orang ke suatu daerah  
dengan berbagai macam keperluan. Untuk itu, keperluan tersebut dapat  
diklasifikasikan berdasarkan tujuan. Strategi pengembangan wisata bukan hanya 
meningkatkan orang berwisata tapi meningkatkan jumlah kunjungan. Tugas dari 
’penggiat wisata’ adalah bagaimana meningkatkan kenyamanan dan keamanan orang 
berkunjung untuk berbagai tujuan tersebut dengan berusaha terus menerus untuk 
memenuhi berbagai keperluan dan kepentingan pengunjung dalam berkunjung ke 
suatu daerah
 
Penggiat wisata yang dimaksudkan disini tentu tidak hanya Pelaku Usaha Wisata 
seperti ASITA, PHRI,  tapi juga masyarakat dan Pemerintah Daerah yang dalam hal 
ini diwakili oleh Dinas Pariwisata setempat. Peran Pemerintah dalam hal ini 
tentu sangat signifikan dalam hal membuat regulasi, infrastruktur dan iklim 
pengembangan wisata di daerahnya. Semoga.
 
Artikel ini telah dimuat di padangkini.com edisi September 2008
 
Jakarta, 17 Agustus 2008
Dedi YusmenPengurus Pusat MAPPAS (Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar

__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
Messages | Files | Photos | Members | Calendar 
Saat me-Reply...
Text yang tidak perlu tolong dihapus.


MARKETPLACE

Mom Power: Discover the community of moms doing more for their families, for 
the world and for each other 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 



Recent Activity


 2
New MembersVisit Your Group 



Yahoo! Groups
Mental Health Zone
Find support for
Mental illnesses

Yahoo! Groups
Small Business Group
Own a business?
Connect with others.

Get in Shape
on Yahoo! Groups
Find a buddy
and lose weight.
.. 

__,_._,___












--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke