"LIFE ON A PLATE"

 

Saya diberbagai kesempatan santai dirumah sangat menyukai acara-acara
kuliner yang dutayangkan oleh televisi, baik  televisi local maupun
televisi asing dan salah satunya televisi asing tersebut acara kuliner
yang menarik hati saya adalah "Asian Food Channel" dari berbagai
rangkaian acaranya salah satunya adalah yang berjudul "Life on a plate"
tentunya ini sebuah ungkapan yang artinya kira-kira "Hidup diatas sebuah
piring atau plate ". Lebih jelasnya acara ini menghadirkan makanan dan
minuman di negara-negara kawasan Asia yang disajikan diatas sebuah Plate
sebagai penopang kehidupan kita untuk asupan energi yang berasal dari
berbagai makanan dan minuman dari sebuah seni kuliner dikawasan Asia.

 

Beragam acara Kuliner dikawasan Asia yang ditampilkan dipadukan dengan
traveling dan gaya hidup  tapi lebih banyak focus acara ini mengekspos
negara Thailand dengan objek wisatanya yang dipadukan dengan seni
kuliner negeri gajah putih ini. Acara kuliner yang dipadukan dengan
traveling ini bagi saya sangat menarik sekali. Misalnya diawali oleh
pemandu acara (host) dengan seorang Chef berjalan-jalan ke pasar
tradisional seputar Bangkok yang begitu riuh rendah dan berdenyut pasar
ini dengan aneka bahan-bahan makanan dan aneka rupa buah-buahan yang
sangat menggiurkan dengan ukuran dan rasa yang seragam apapun jenisnya
terutama buah-buahan tropis khas Thailand.

 

Lalu pemandu acara ini bersama Chef berbelanja di pasar Tradisional
tersebut mulai bahan utama makanan yang akan disajikan/dibuat sampai
bumbu-bumbunya mulai dari hidangan aneka ikan laut dan masakan orang
pegunungan sampai hidangan penutup serta minuman segar. Mereka sambil
berjalan-jalan dikeramaian hiruk pikuk pasar tradisional tersebut
menjelaskan apa yang dibeli dan jenis-jenis bumbu apa saja nantinya akan
diolah serta sekaligus mempromosikan objek-objek wisata di Thailand yang
menarik dan eksotis mulai dari wisata bahari sampai wisata alam
pegunungan. Setiap daerah mempunyai makanan khas tersendiri yang
mengundang selera dan lengkap dengan jajanan pasarnya (kaki lima/food
corner) di Bangkok yang layak untuk dikunjungi wisatawan.

 

Setelah Host dan Chef tersebut puas berkeliling-keliling di seputar
pasar tradisional Bangkok yang memang kelihatan bersih dan teratur
dengan menenteng kantong belanja berupa bahan utama dan bumbu-bumbu
masakan mereka kembali ke studio diruang khusus atau dapur dengan segala
perlengkapan modern masak-memasak. Chef dengan kelincahannya meramu
semua bahan makanan dan bumbu-bumbu tersebut menjadi hidangan yang lezat
dan menjelaskan secara detail From A to Z apa dan bagaimana jenis
masakan yang dihidangkan. Setelah selesai semuanya mereka cicipi secara
bersama-sama (Host, Chef dan asisten Chief) dengan segelas anggur
sparkling..mmm very tasty.."Life on a plate"

 

Negara kita di Asian Food Channel itu sekali-kali juga ditampilkan tapi
selama saya masuk ke canel ini baru Bali yang diekspos, negara-negara
lainnya dikawasan Asia juga mendapat porsi yang cukup banyak sebut saja
Vietnam, Kamboja, Birma tapi ini lebih kepada perjalanan
kepedalaman/perkampungan dengan segala masakan dan kultur/budaya
masyarakat tempatan dalam hal kuliner.Negara-negara maju seperti
Singapur, Kualalumpur, Hongkong dan Taiwan lebih kepada kuliner mewah di
hotel-hotel berbintang dengan masakan yang bercita rasa tinggi dengan
pilihan bahan dan bumbu yang bermutu yang dipromosikan lansung dengan
tempat-tempat wisata mewah seperti resort di pantai dan hotel-hotel
berbintang yang menghadirkan kemewahan dalam selera.

 

Begitulah seputar berbagai acara di Asian Food Channel yang sering saya
tonton ini diberbagai kesempatan santai-santai dirumah dari pada
menonton sinetron kita yang kadang-kadang memang suka "menyesatkan"
dengan tingkat absurditas yang keterlaluan.

 

 

Dari hal diatas tentunya timbul ide atau pemikiran saya ke Ranah Minang
tercinta kita yang kaya dengan keaneka ragaman kulinernya dan itu
terkenal diseluruh daerah dan nusantara bahkan manca negara, sebuah
puasak kuliner dari nenek moyang kita yang diterima rasanya oleh
lidah-lidah suku -suku di Indonesia mereka mengenalnya secara umum
dengan "Masakan Padang". Acara di AFC tentu bisa dicontoh oleh stasiun
local televise di Ranah Minang sebut saja Bi TV  salah stasiun televise
swasta local yang berpusat atau stasiunnya berada di kota Parawisata nan
elok Bukit Tinggi. 

 

Kota Bukit Tinggi dengan segala objek wisatanya terutama alam pegunungan
disekitar lemersing tentu sangat menarik ditampilkan dengan meadukan
seni kuliner ranah minang dengan masakan-masakan yang terkenal sebut
saja nasi kapau misalnya. Seperti acara di AFC tersebut Bi TV juga lebih
memperbanyak porsi acara promosi wisata ranah minang yang dipadukan
dengan pusaka kuliner ranah minang yang kaya baik dari segi kenaenka
ragamannya maupun cita rasanya. Disamping itu juga diekspos panganan
atau camilankhas sebagai oleh-oleh  dipusat jajanan oleh-oleh seputar
kota. Lebih menarik lagi "hunting" kepelosok-pelosok pedesaan dengan
alam pegunungan yang indah sambil mengekpose apa dan bagaimana sebuah
masakan khas (tradisional) ranah minang di buat.

 

Begitu juga kuliner daerah pesisir dengan ikan-ikannya yang berkelas dan
diolah menjadi aneka rupa makanan laut yang yang lezat ala masakan
pesisir seperti gulai kapalo ikan orang pariaman yang "heavy spicy" tapi
selalu saja :ngangeni dan mengundang selera, misalnya acara ini diawali
berburu ikan di tempat pelelangan ikan  atau pasar-pasar tradisonal
setelah bahan-bahan makanan ini didapat lalu di bawa kealam tebuka di
resort2 pinggir pantai. Ditempat yang diatur sedemikian rupa dibawah
keteduhan dan angin semilir pantai yang sejuk di sebuah alam terbuka
Chef dan host Bi TV memperagakan apa, bagaimana dan cara membuat masakan
khas ranah minang ala pesisir ini sambil mempromosikan objek wisata yang
berbasis pantai dan laut.

 

Jadi konsepnya acara seperti apa yang ditayangkan Asian Food Channel
tersebut memadukan kuliner dengan object wisata dengan kekhasan
masakannya serta hiruk pikuk kehidupan pasar-pasar tradisional dan
tempat makanan-makanan yang terkenal serta oleh-oleh atau jajanan khas
berupa makanan kecil/camilannya. 

 

Demikianlah sedikit ide atau pemikiran saya buat kemajuan parawisata
ranah minang tercinta semoga dunsanak-dunsanak seperti Arief Rang Kayo
Mulie yang bagian dari Bi TV bisa menjadi masukan seputar hal ini ke
manajemen Bi Tivi (atau memang sudah ada saya yang tidak tahu, kalau
sudah ada tentu perlu ditingkatkan lagi baik dari segi kuantitas (porsi
yang lebih banyak  jam tayangnya )  maupun secara kualitas dengan lebih
menampilkan secara detail tentang pusaka khas kuliner ranah minang.
Mungkin juga buat kanda Nofrins yang mempunyai jaringan yang kuat
disektor parawisata dengan kantinya Kanda Indra Catri yang merupakan
salah seorang pejabat di ranah bisa lebih memberikan "tekanan" pada
pihak-pihak swasta untuk ikut mendukung acara ini sebagai penyandang
dana (sponsor) di Bi Tivi atau TVRI Lokal. Semoga dengan acara-acara
seperti di AFC tersebut bisa lebih popular dan semakin terkenalnya Ranah
Minang disektor Parawisata yang tidak terlepas dari kulinernya dan ranah
minang punya semua itu dilihat dari segi alamnya dan masakan khas ranah
Minang yang memang telah terkenal dipenjuru tanah air.

 

Salam Kuliner "Life on a plate"

 

Wass-Jepe/Pekanbaru, 14 September 2009

 

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke