Wassalamu'alaikum ww. MakNgah, dari Buya Habibullah (alm) lai ambo mandapek sejarah saketek mengenai halal bil halal iko. Katonyo daulu di Tanah Abang banyak tingga urang-urang Arab, nan satiok abih Ramadhan acok bakumpua-kumpua. Jadi kalau bakumpua itu dihidangkan sado makanan-minuman, dan dihimbau ka nan banyak untuak mangicok: "halal ... halal ..." Dan sajak itu alah populer istilah halal bil halal. Wallahu alam. Wassalam, -datuk endang
--- On Thu, 9/24/09, sjamsir_sjarif <[email protected]> wrote: Kalau sulik maakses linknyo dari posting sabalunnyo [karano mungkin taputuih ado huruf nan hilang] cubo nan iko. http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=986&Itemid=4 Halal-bihalal dan Toleransi Beragama Cetak E-mail Ditulis oleh Rizqon Khamami --MakNgah --- In [email protected], "sjamsir_sjarif" <hamboc...@...> wrote: > > > Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu, > > Karena saya tidak begitu paham apa arti sesunggunya kata "halal bihalal" > (yang sudah menjadi bahasa sehari-hari ini), kita merasa beruntung dengan > keterangan dari link di bawah ini. Rupanya tradisi halal bihalal memang tidak > dikenal dalam lingkungan negara-negara Arab, tetapi adalah unik, lahir dan > berkembang dalam Budaya Rumpun Melayu, > > Dalam link itu antara lain-lain ditulis: > > "Budaya saling memaafkan ini lebih populer disebut halal-bihalal. Fenomena > ini adalah fenomena yang terjadi di Tanah Air, dan telah menjadi tradisi di > negara-negara rumpun Melayu. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan > sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang. > > > Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan > pada hari Lebaran. Keberadaan Lebaran adalah suatu pesta kemenangan umat > Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu > hewani. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi > umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan dilandasi iman. > > > Menurut Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua > kata bahasa Arab halala yang diapit dengan satu kata penghubung ba (dibaca: > bi) (Shihab, 1992: 317). Meskipun kata ini berasal dari bahasa Arab, sejauh > yang saya ketahui, masyarakat Arab sendiri tidak akan memahami arti > halal-bihalal yang merupakan hasil kreativitas bangsa Melayu. Halal-bihalal, > tidak lain, adalah hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Asia > Tenggara. Halal-bihalal merupakan tradisi khas dan unik bangsa ini." > > > Selanjutnya lihat di: > Halal-bihalal dan Toleransi Beragama Cetak E-mail > Ditulis oleh Rizqon Khamami > > http://www.pesantrenvirtual. com/index. php?option= > com_content&task=view&id=986&Itemid=4 > > Salam, > --MakNgah > Sjamsir Sjarif > [PS. Posting ini merupakan bagian dari posting untuk Pengajian San Francisco > sebentar ini yang mungkin ada juga gunanya untuk penertian umum kita di Lapau] --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
