Assww
Adi Dunsanak kasadonyo,
Alhamdulillah, penumpang KA Wisata Sumbar selama masa Lebaran tahun ini, 21-27
Sep melonjak drastis, khususnya rute ke Pariaman, mencapai 6000 orang per
hari...! Terpaksa dibuat 10 kali, 5 kali dari Pdg dan 5 kali dari Pariaman per
hari...! Kata Pak Romeyo, Humas KAI Sumbar, Simpang Haru alah bantuak Stasiun
Senen waktu mudiak...! Saking ramainya, KAI Sumbar terpaksa minta bantuan
Brimob untuk pengamanan di stasiun dan diatas kereta. Kalau tahun lalu, rute
Pdg-Prmn ini hanya 2 kali sehari selama seminggu musim Lebaran.
Untuk rute Padang Panjang-Sawahlunto, sejak 21 Sep lalu, setiap hari 600 orang
penumpang. Sekali sehari bolak balik. Saat ini gak mungkin meningkatkan trip
krn gak punya gerbong lagi. Dan jarak PP-Swl cukup jauh. Utk KA Wisata,
kecepatan yang disarankan tak boleh lebih dari 20 Km per jam...!
Dari Direktorat KA Dephub, saya dapat konfirmasi bahwa November atau paling
lambat Desember 2009, kita di SUmbar akan dapat lagi tambahan 5 gerbong baru
senilai Rp.18 milyar lagi. Ini akan digunakan untuk rute Padang - Padang
Panjang yang masih belum bisa dibuka selama ini krn kita gak punya gerbong
lagi... Kalau Loko Diesel, kita punya 12 unit. Cukup untuk kebutuhan Sumbar
saat ini. Cuman minus Battery nya aja krn gak dipakai cukup lama...
Tadi, Pak Romeyo, atas nama manajemen KAI Sumbar minta tolong disampaikan
ucapan terima kasih banyak atas dukungan dan bantuan promosi oleh Kawan-kawan
MPKAS dan Para Perantau Minang. Semua karyawan KAI Sumbar sangat bergembira
sekali melihat perkembangan ini kata beliau...
Saya atas nama MPKAS, juga sangat gembira atas informasi ini. Artinya mimpi
Almarhum Pak Chaidir Latief masih bisa kita teruskan ke tahap selanjutnya. Krn
ini baru tahap awal. Baru pembuka jalan. KA Wisata "yang sebenarnya" masih
butuh perjalanan panjang ke depan: Gerbong eksklusif utk wisatawan kelas
menengah ke atas, tingkat pelayanan, nuansa asesoris etnik lokal, penampilan
kesenian lokal, souvenirs, dan masih banyak lagi mimpi2 lainnya... Sampai
munculnya nanti "SINGKARAK Orient Express" yang kecepatannya mestinya tidak
boleh express...:)
Semoga dengan terbentuknya PT KA Pariwisata Indonesia, hal ini akan segera bisa
direalisasikan lebih cepat. Krn sebagian besar konsep MPKAS juga diadopsi oleh
PT KA Pariwisata Indonesia nantinya. Sumbar saat ini yang paling ideal untuk
menerapkan konsep ini secara utuh. Krn di Sumbar terlihat kerjasama dan
dukungan yang cukup baik dari berbagai stake holders: PT KAI, Pemprov/Pemda
di Sumbar, DPRD, Operator Pariwisata, LSM dan Masyarakat...
Hal ini juga diakui oleh Executive Vice President PT KAI Bidang Heritage, Ibu
Ella Ubaidi yang akan menggulirkan program khusus di Sumbar dalam waktu dekat
untuk mendukung Program KA Pariwisata di Indonesia. Bbrp minggu lalu kita juga
sudah sempat duduk bersama dengan bbrp Pejabat Tinggi dari Kedubes Belanda dan
bbrp experts yang diundang khusus dari Negeri Bld ke Indonesia.
Isu untuk pembukaan kembali rute ke Bukittinggi dan Payakumbuh juga sudah mulai
kita suarakan ke berbagai pihak. Jelas tidak mudah dan butuh waktu. Tapi tetap
harus dimulai...:) Jagoan kita utk presentasi, Kurnia Chalik, sudah mulai
"maju" untuk itu. Gak peduli itu pesta atau reuni besar, dia tetap bisa
meyakinkan para petinggi ttg betapa pentingnya kalau KA bisa kita hidupkan
kembali di Sumbar...:) Di DPRD Sumbar bbrp tahun lalu, stlh presentasi, Kurnia
sampai dirangkul-rangkul oleh Anggota Dewan sbg bentuk dukungan mereka thd
Konsep yang diajukan MPKAS...!
Satu lagi tambahan info. Ketika saya diundang Gebu Minang Jatim (Firdaus HB)
utk berbuka puasa di Surabaya, kita ketemu Pak Irman Gusman, Wakil Ketua DPD
RI, Parlindungan Purba, DPD Sumut dan Abdul Azis DPD Sumsel. Dari bincang2
kecil di Hotel Sheraton Srby, ada rencana DPD se Sumatera akan mendorong
integrasi KA di Sumatera. Termasuk utk KA Wisata. Krn mereka melihat isu
integrasi infrastructure di Sumatera ini tertinggal jauh dibanding di Jawa.
Padahal potensi Sumatera untuk Indonesia sangat besar. Sampai sejauh mana bisa
direalisasikan nanti, kita tunggulah perkembangannya. Pak Parlin, dari Surabaya
kembali ke Medan akan langsung meninjau kondisi KAI Sumut dan mau ketemu dg
Kadivre nya katanya... Saya belum kontak lagi dg beliau, sejauh mana hasilnya.
Ok, sekian dulu updatenya. Setidaknya baru itu yang bisa kita lakukan hingga
saat ini. Semoga niat baik ini bisa meningkatkan "daya tarik" Sumbar sbg daerah
tujuan wisata terbaik di gerbang barat Indonesia. Amin... Terima kasih juga
buat semua kawan-kawan Media Cetak dan TV yang tak kalah penting perannya dalam
membantu semua ini.
Wassalam,
Nofrins Napilus
www.train.west-sumatra.com
www.mpkas.west-sumatra.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---