saya ingat pada tahun 80 an semasa nenek buyut saya masih hidup dan saya masih sekolah dasar kelas 5 ... karena kami anak - anak tentara yang sudah terbiasa ditinggal oleh orangtua kami pergi dinas ... yang ibu menemani ayah dinas di Aceh tinggal kami dengan nenek buyut yang ahli masak..... setiap hari kami diberi masakan khas Minang...mulai dari gulai pisang,gulai kamumu sampai gulai ikan hiu yang rasanya tidak amis sama sekali dan rasanya ehm lezat sekali..dan tidak pernah saya lupakan babongkodan mangkuak bakapalo yang wow sabana lamak rasonyo...tapi sayang saya mungkin waktu itu masih kecil jadi tidak sempat belajar bagaimana masak seenak nenek buyut almarhum....kalau saja saya saat itu sudah sedikit dewasa pasti saya akan mencatat resep - resep masakan nenek buyut itu untuk dijadikan buku dan saya cetak ... biar resep- resep masakan beliau tidak hilang seiring dengan berpulangnya beliau ke pangkuan Yang Maha Kuasa.... so resep - resep masakan beliau bisa jadi warisan untuk anak - anak cucu mereka.............
----- Forwarded Message ---- From: Bujang Farid <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, September 29, 2009 9:32:32 PM Subject: Bls: [...@ntau-net] Re: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan Selain Malaysia, dari koran Tribun yg pernah saya baca, Riau juga sudah berencana utk mematenkan rendang, sebagai masakan asli Melayu. Azali Johan, salah seorang tokoh melayu Riau, memaparkan, bahwa rendang melayu tidak sama dengan rendang Minang, bumbu dan cara masaknya berbeda, katanya menegaskan. Kab. Kampar / Bangkinang, Kab. Kuansing / Taluak Kuantan. Adalah penduduk Riau yang berbahasa minang, mereka memegang garis keturunan, bersuku-suku turun dari ibu (Matriachat), punya datuak sebagai pemimpin adat, tetapi banyak diantara anak muda mereka sekarang, kalau ditanya, mereka akan menjawab saya orang melayu. Jadi tidak heran, kalau mereka ingin mematenkan rendang sebagai masakan Melayu. Selain itu acara balimau menjelang puasa, yang menjadi tradisi di kedua kabupaten tsb. Juga mereka klaim sebagai tradisi asli Melayu. Padahal sebagai perantau di Riau, saya telah berkunjung dan bermukim dibeberapa tempat yang berbahasa Melayu (Bengkalis, Selat Panjang, Siak Sri Indrapura), Mereka tidak mengenal acara Balimau, mereka juga mengakui bahwa Rendang adalah masakan Minang. Kalau kita pergi ke Malaysia, tepatnya ke negeri Sembilan, di Gerbang masuk kerajaan ini, kita akan disambut dengan gerbang yang bentuk atapnya persis sama dengan atap rumah gadang. Di Seremban gedung DPRnya juga beratap rumah gadang. Mereka pakai adat Minang, pemimpin adat bergelar Datuk, tetapi mereka berbahasa Melayu. Usul ambo, indak usahlah awak saliang mangklaim iko punyoden, iko asanyo dari nenek moyangden, padohal kalau diuruik kabulakang, mungkin nenek moyang awak samo urangnyo. Jalan nan paliang elok, sarancaknyo mari kito sambuang baliak tali nan putuih jo dunsanak- dunsanak awak nan alah lamo tapisahkan dek situasi dan kondisi. Kito barundiang mudah-mudahan dapek kato sapakaik, dimapun awak barado tataplah handaknyo mangaku sebgai urang Minang. Jadi kalaupun inyo di Malaysia atau di Riau, inyo mangaku inyo urang Minang maka tidak ada alasan lagi utk basitagang, iko warisan moyang den, iko indak wa ang punyo doh, dsb. Salam Bujang Farid, Perantau Minang di Riau. --- Pada Sel, 29/9/09, asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang <[email protected]> menulis: >Dari: asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, >nanang <[email protected]> >Judul: Bls: [...@ntau-net] Re: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan >Kepada: [email protected] >Tanggal: Selasa, 29 September, 2009, 12:14 PM > > >abih cakak takana silek he.....he.....kama sajo salamo ko pak > > > > ________________________________ Dari: Nofiardi <[email protected]> >Kepada: [email protected] >Terkirim: Selasa, 29 September, 2009 10:28:26 >Judul: [...@ntau-net] Re: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan > > > >Propinsi| Senin, 28/09/2009 20:03 WIB >Wagub: Masakan Khas Minang Kurang Dipromosikan > >Padang (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Marlis Rachman menilai >masakan khas asal Sumatera Barat kurang dipromosikan, sehingga masakan ini >sangat gampang diklaim sebagai milik orang lain. > >Hal ini menyusul diklaimnya masakan asal Sumbar, yakni nasi kunyik, randang, >lamang tapai, kue lopi, goreng bilih sebagai milik Malaysia. > >“Kita sangat mengaharapkan peran dinas pariwisata dalam mempromosikan >masakan-masakan khas ini, dan itu belum terlambat untuk menyatakan kepada >pemerintah mereka bahwa itu berasal dari Sumatera Barat,” ujar mantan Rektor >Universitas Andalas ini.. > >Ia menambahkan, nasi kunik ini juga bukan hanya ada di Sumatera Barat, >melainkan hampir ada di seluruh Indonesia. Perbedaannya hanya terletak dari >bahan bakunya. Nasi kunik yang berwarna kuning asal Sumbar menggunakan ketan, >sedangkan nasi kuning dari daerah lain (nasi tumpeng) menggunakan beras. > >“Itu bahkan sudah menjadi kebudayaan Indonesia secara umum, dan jika ada klaim >dari Malaysia, memang kurang pas, dan kemungkinan penyebabnya karena >masyarakat Malaysia juga banyak yang berasal dari Sumatera Barat,” sambungnya. > >Ke depan, sambung Wagub, diharapkaan makanan ini akan dipatenkan, apalagi >tanggal 2 Oktober mendatang, pihak UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu >Pengetahuan dan Budaya Dunia) akan memberikan sertifikat bahwa batik itu >memang berasal dari Indonesia. > >“Langkah-langakh yang dilakukan sebenarnya telah ada untuk mematenkan >kebudayaan ini, dan ini tidak sulit, tetapi masyarakat kita saja yang malas >untuk mengurusnya, karena memang ada persyaratan-persyaratan yang harus >dipenuhi dengan berkoordinasi dengan Depkumham,” jelasnya mengakhiri. >(ril/wij) >http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&d=1&id=49075 > > ________________________________ >From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf >Of Muzirman -- >Sent: Tuesday, September 29, 2009 12:06 AM >To: rantaunet >Subject: [...@ntau-net] Malaysia Bajak Makanan SUMBAR > > >---------- Forwarded message ---------- >From: Muzirman -- <[email protected]> >Date: 2009/9/28 >Subject: Malaysia Bajak Makanan SUMBAR > > >aSSwRwB, Apakah kita krn ada kaitan kebudayaan, bisa saja mereka meng klaim >"makanan kita (baca makanan Malingsia), >suatu hal yg paralu kita pertanyakan dan kita pertahan kan . >kalau kita kunjnungi youtube tari piring, ada sekelopmok mhs malingsia, yg >menari kan tari pring tsb, dgn ber etika mereka >menyebutkan tari pring ini bersal dari SUMBAR, " that is a good boy", ini di >Unv.Pensylvania, tp yg nyata kwlaitas tari piring >Sumbar jelas lbh unggul dr malingsia. >Apakah krn kelalaian kita mem patent kan makanan kita? kelihatan nya >pihak2 terkait perlu kita dorong utk mengkaji dan melaksanakannya.. >Wass. Muzirman Tanjung. >------------------------------------------------------------------------ > The above message is for the intended recipient only and may contain >confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are >not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, >distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly >prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by >reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete >the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. >Thank you. > > >________________________________ Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! >________________________________ Berselancar lebih cepat. >Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman >favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis) >> > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
