Waalaikumsalam,w,w.
Dunsanak Nanang beserta keluarga di Padang, kami ucapkan terima kasih ke sanak 
yang dalam keadaan sulit seperti ini sanak masih menyempatkan diri berbagi 
informasi ke kami yang di rantau ini. Kami berdoa semoga musibah ini cepat 
berakhir dan tetap tabah menghadapinya. Pada postingan ambo sabalunnyo, ambo 
maminta bantuan ka sanak2 di Padang untuk mencari kabar tentang seorang 
Mahasiswa berasal dari Palembang yang kuliah dan kos di dekat IKIP Padang 
bernama Mulyadi usia 19 tahun yang kehilangan kontek dengan keluarganya di 
Palembang. Bagi yang mendapatkan info tentang anak tersebut sudilah kiranya 
menyampaikan kepada kami untuk kami teruskan ke Ibu dan keluarga anak tersebut 
di Palembang. Permintaan dari Ibu anak tersebut ambo dapatkan saat ambo ikut 
siaran pada acara Siaran Salam Minang RRI Pro I Palembang tadi malam yang 
disiarkan secara Nasional di gelombang AM 1278 KHz.
Untuk itu kami atas nama keluarga musibah (Ibu Endang) mengucapkan terima kasih.
Wassalam,
HM Dt.Marah Bangso (52+)
Ketua IKAPESMI Palembang
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Thu, 1 Oct 2009 21:17:24 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Malam di Padang Masih Mencekam


Assalammu'alaikum ww,

Ini adalah kesempatan pertama saya online sejak gempa kemarin sore melanda
kota padang dan sekitarnya. Alahmdulilah ada tetangga yang berbaik hati
menghidupkan generator set-nya sehingga bisa mengisi batrai laptop dan hp
(untuk modem darurat) sehingga saya bisa online.

Dua malam ini seperti pengalaman saya di banda aceh di penghujung tahun
2004 lalu, listrik PLN mati karena banyak kabel listrik yang putus, PDAM
mati krena banyak pipa yang meledak akibat gempa. Warga mulai antri di
SPBU2 yang ada, kebutuhan pokok mulai sulit didapat di toko2 terdekat.
Eksokus ke luar kota, terutama ke jakarta banyak jumlahnya. Sinyal
telkomsel lenyap sejak gempa terjadi. Hanya flexi dan XL yang masih
berfungsi (karena saya memakainya). Kabarnya indosat dan esia bisa juga
berfungsi. Esia saya lihat membuka akses telepon gratis di parkiran rs M
Jamil, persis di sudut gedung Poliklinik dan rawat jalan yang ikut ambruk.

Tadi sore, saya masih sempat keliling kota.  Mengisi batrai di XL mobile
yang stand by di depan Balai Kota padang yang ikut rusak berat. Bejibun
warga yang antre untuk dapat giliran mengisi batra hpnya. Saya sendiri dan
beberapa orang lainnya dengan inisiatif sendiri membawa gulungan round
cable kesana.

Evakuasi masih terus berlangsung sampai saat ini di tempat2 seperti yang
diberitakan di TV. Beberapa titik kebakaran masih dibiarkan karena banyak
sekalii lokasi kebakaran sehingga armada pemadam kebakaran yang terbatas
harus menentukan prioritas mana yang harus segera dipadamkan terlebih
dahulu.

DI RS M Jamil padang mayat-mayat yang berhasil di evakuasi terus
berdatangan dibawa ambulan. Mereka dibujurkan di lantai teras gedung pusat
informasi keselamatan kerja karyawan rumah sakit. Sudah tiga kali saya
datang ke sana. Terakhir selesai magrib tadi. Mayat-mayat yang belum
diambil keluarganya mulai mengeuarkan bau karena sebagian kondisi mereka
yang mengenaskan ditambah basah karena air hujan. Hujan mengguyur kota
padang sejak malam setelah gempa hingga tadi siang.

Pejabat pusat mulai bedatangan (terutama Bapak Presiden RI dan rombongan),
bantuan melalui pesawat cargo komersil dan hercules milik TNI juga saya
lihat terbang diatas kota padang dan mendarat di Bandara Internasional
Minangkabau. Media asing terus berdatangan. Tadi dua orang bule dengan
tentengan camera datang diantar mobil angkot yang disewa dari bandara dan
turun dekat kantor pos, selanjutnya mereka bergegas menuju gedung
bimbingan belajar Prima Gama yang sedang mengevakuasi korban yang rata2
anak sekolah. Sewaktu saya tanya, mereka mengaku wartawan Inggris.

Saya belum tahu nasib keluarga di pariaman karena akses telepon tidak
berfungsi. Di pariaman, sebagian besar wilayah hanya bisa dijangkau
telkomsel, sementara telkomsel mati total sejak kemarin. Mengingat pusat
gemmpa yang dekat dengan pariaman, saya memperkirakan rumah kami dikampung
telah robih karena terakhir saya masih sempat bicara dengan orang tua
waktu lebaran kemarin bahwa kondisi rumah yang terus digoyang gempa sejak
beberapa tahun kemarin terlihat sudah memprihatinkan. Bagian-bagian
tertentu sudah retak.

Mohon maaf posting ini tidak pada tempatnya atau kurang lengkap, saya
hanya bisa berbagi dengan dunia luar padang. Yang pasti warga padang dan
sekitarnya sangat membutuhakn bantuan.

Wassalammualaikum wr, wb

Nanang
Staf KPMM




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke