“Kaba baik baimbauan, kaba buruak bahambauan”, baitu ajaran nan tapakai
manuruik adaik Minangkabau. Namun dari pengalaman teman-teman relawan di
lapangan, belum banyak dunsanak kita dari Sumatera Barat yang tak terkena
bencana, turun tangan membantu dunsanak kita yang terkena musibah. Bantulah apo
adonyo, kok ado bareh ganggam, lado mudo, labu japan, bawang, tomat, jariang,
bunciah, ubi kayu atau ubi jala, atau apopun tanaman nan tumbuh di parak awak
nan bisa dimakan, mari wak sumbangkan sabagian ka dunsanak awak nan kanai
musibah tu. Bantuanko sangaik mereka perlukan. Kini tim relewan dari berbagai
negara lah masuak ka daerah bencana, jan sampai awak kalah pulo dek mereka tu.
“Mari kita galang solidaritas lokal untuk membantu korban gempa”. Kok dapek
dunsanak nan ado di rantau, dan ndak sempat pulang, mungkin bisa mendorong
dunsanak di kampung untuk bertindak nyata. Wakatu untuk jadi penonton sudah
cukup. Salam
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---