Pak Sa'af dan Dunsanak Palanta RN

Seperti yang disampaikan Nofend dan juga pengalaman berbicara ketika NGO GAA 
tempat saya ikut bergabung rekoveri dan rekontruksi rumah penduduk Pulau 
Simeulue paska gempa dan Tsunami

Kami membangun 150 Unit rumah tahan gempa dengan konstruksi kayu kelapa serta 
partisi dari papan semen gipsum atau asbes sebagian (kombinasi) jadi kesannya 
memang tidak "rumah kayu" betul masyarakat memang suka rumah beton sederhana

Tapi sebelumnya setelah kami melakukan assessment rumah siapa yang betul2 
dibantu skala prioritas dan tidak overlap dengan NGO lain kami sosialisasi dulu 
kepada 150 KK yang terpilih mulai. Masalah gempa. Apa yang dimaksud. Rumah 
tahan gempa dari segi teknis serta kelebihan rumah dari kayu dan lain 
sebagainya sehingga mereka paham

Dan mereka melihat bukti dilapangan ketika rumah selesai terjadi gempa yang 
cukup kuat di Simeulue kalau nggak salah 6 SR lebih dan gempa2 sedang lainnya 
yang dalam satu bulan saat itu pasti ada rumah yang kami buat aman2 saja dalam 
arti bergoyang lentur/flexibel tanpa kerusakan striktur atau kontruksi

Jadi menurut saya memang perlu rumah2 sederhana dari kayu kombinasi dengan 
partisi dari Gipsum atau Asbes yang dicat tembok kelihatannya manis sederhana 
dan nyaman serta sejuk di huni karena lantainya papan 

NGO GAA memang "mengharamkan" kayu konvesional dari hutan tropis yang ditebang 
dengan alasan apapun walau itu legal tapi lebih mereka lihat kepada lingkungan 
dan kelestarian hutan makanya saat itu mereka menggunakan atau memanfaatkan 
pohon2 kelapa masyarakat yang sdah tua dan rtidak produktif lagi berbuah 
bagimana teknisnya sweperti yang pernah saya tulis dan ceritakan di RN dan juga 
foto2nya ada di Blog saya (multiply) mereka lansung membeli 6 Unit saw mill 
portable dari Australia merek Lucas Mill dan punya alat2 workshop dan 
perbengkelan yang dibangun di simeulue jadi kami buat sistim knock down begitu 
dari bengkel kuda2 plafon rangka dibuat sesuai ukuran teknis lal dibawa ke 
tapak rumah dan di rakit

Nah daerah Pariaman punya potensi kayu kelapa Tua yang bisa dimanfaatkan untuk 
bahan baku utama bangunan rumah sedrhana tahan gempa

Apapun material  konstruksi bangunan ada kelebihan dan kekurangannya 

Kayu memang kelemahannya serangan Biologis Rayap mikroorganisme yang membuat 
lapuk tapi bisa diperpanjang masa pakainya "life time" dengan treatmen 
pengawaten semisal kayu kelapa itu dilabur dulu dengan Ter yang banyak dijual 

Oh ya biaya satu unit rumah sederhana tipe 36 plus dapur dan MCK dulunya 
sekitar 40 jutaan saat itu sebenatnya sampao 60 Jutaan termasuk dapur MCK 
septik tank dan tangki air dan instalasinya


Itu sekedar berbagi semoga nanti ada NGO asing yang berminat mudah2an GAA yang 
berkantor pusat di Bonn ini sudah tahu dan mengambil langkah2 mumpung alatnya 
masih lenglkap tertinggal di Sinabang Simeulue. Tinggal dibawa dengan kapal ke 
Pelabuah Kapal di Pariaman dari Sinabang

Oh ya orang Pariaman banyak di Sinabang berdagang dan buka kedai makanan saya 
telah kontak semalam salah seorang orang pariaman di Sinabang yang jadi sopir 
mobil Uni Mog GAA agar menemui orang GAA yang masih ada di Sinabang dan memohon 
untuk hal yang saya cweritakan diatas 

Kita tunggu apa GAA ini akan turun memberikan bantuan karena Presiden sidah 
memberikan pernyataan silahkan masuk bantuan asing untuk korban gempa di ranah 
kita

Wass_JP

Lagi di Padang dan  akan mendistribusikan bahan makanan sembako ke daerah 
Pariaman Padang saya kira sudah cukup dan aktivitas ekonomi sudah mulai 
berjalan dan pasar2 pagi telah mulai julan kebutuhan sehari hari
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>
Date: Sat, 3 Oct 2009 12:46:13 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA


Bung Jepe dan para sanak sa palanta,

Info mengenai GAA ini sudah saya teruskan kepada dr Imam Prasodjo.Mudah-mudahan 
segera beliau tinfdak lanjuti.

Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 



--- On Sat, 10/3/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Re: RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
> To: [email protected]
> Date: Saturday, October 3, 2009, 7:34 PM
> Pak Saaf dan dunsanak palanta RN
> 
> Saya sekarang lagi menuju Padang tertahan sekarang di
> Payakumbuh BBM mobil saya pas2an jika diteruskan ke Padang
> saya telah hubungi Pak Emi SPBU nya juga lagi kosong
> menunggu pasokan 
> 
> Saya akan stenbey dulu nanti di SPBU pak Emi sambil
> menunggu pasokan
> 
> Masalah rumah tahan gempa saya punya pengalaman dulu dengan
> sebuah NGO Jerman namanya German Agro Action ketika itu saya
> sebagai Timber Specialist yang menyediakan kayu kelapa
> sebagai bahan bangunan dengan kontruksi tahan gempa coba
> baca lagi postingan email saya di RN dengan judul SEKILAS
> TENTANG KAYU KELAPA
> 
> Nanti akan coba hubungi GAA yang masih ada kegiatan di
> Simeulue peralatan mereka sangat lengkap. Dan menurut kawan
> saya yang masih di GAA segala peralatannya masih tersimoan
> di Simeulue
> 
> Tolong sarankan pada Pak Dr Imam untuk mengontak NGO GAA
> ini ang cukup kuat baik dari segi dana dan jaringan di
> dunia
> 
> Silahkan Bapak masuk ke web GAA tentang apa dan bagaimana
> mereka ini linkna
> 
> www.germanagroaction.org dalam bahasa jerman
> 
> Welt Hunger Hilfe searching aja Pak
> 
> Demikian sekilas info
> 
> Wass Jepe
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
> Nyambung Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
> From: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>
> Date: Sat, 3 Oct 2009 04:06:34 
> To: rantaunet rantaunet rantaunet<[email protected]>
> Cc: BiroKerjasama Rantau PemdaSumbar<[email protected]>;
> Ir. Raja Ermansyah YAMIN<[email protected]>;
> Yulnofrins Napilus<[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] RUMAH KAYU TAHAN GEMPA
> 
> 
> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
> 
> Mengiringi kegiatan tanggap darurat yang telah dilaksanakan
> oleh para sanak sekalian, saya telah menghubungi Dr. Imam B
> Prasodjo yang berpengalaman dalam menangani kegiatan bencana
> dan pasca bencana di Aceh. Secara khusus saya meminta
> keikutsertaan beliau dalam menggerakkan pembangunan rumah
> kayu tahan gempa dengan bahan-bahan lokal.
> 
> Alhamdulillah beliau setuju, dan sedang mencari pendanaan.
> Jika ada di antara para sanak yang mempunyai akses ke
> pendanaan ini, mohon hubungi beliau.
> 
> Semoga Allah swt memberkahi amal jariah kita ini.
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta) 
> 
> 
> 
> 
> 
> > 
> 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

      • ... Dr.Saafroedin BAHAR
        • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
          • ... jamaludin mohyiddin
          • ... Fitr Tanjuang
            • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
            • ... Dr.Saafroedin BAHAR
            • ... Muljadi Ali Basjah
          • ... Nochfrie Emir
            • ... jupardi_jp
  • ... Dr.Saafroedin BAHAR
    • ... jupardi_jp
      • ... Dr.Saafroedin BAHAR
      • ... Fitr Tanjuang

Kirim email ke