Semoga yang meninggal di ampuni segala dosa dan kesalahannya
bagi yang hidup di beri ketabahan dan kesabaran, amin.

wassalam,
harman

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/274290/1/


Tiga Dusun Dijadikan Kuburan Massal  
Monday, 05 October 2009  
KUBURAN MASSAL, Salah satu bukit yang longsor akibat 
gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter yang kemudian mengubur tiga jorong (dusun) 
di Kanagarian Tandikat, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera 
Barat kemarin. Tim SAR kesulitan mencari ratusan korban yang tertimbun dan 
mengusulkan wilayah ini menjadi kuburan massal. 
 

PADANG(SI) – Tiga jorong (dusun) di 
Kanagarian (Desa) Tandikat,Kecamatan Patamuan,Kabupaten Padang Pariaman, 
Sumatera Barat (Sumbar), yang tertimbun longsor akibat gempa,akan dijadikan 
kuburan massal. Sebab, sekitar 360 korban yang tertimbun tanah longsor di 
ketiga 
dusun itu, yakni Cimanak,Kepala Koto dan Lubuk Laweh, tidak memungkinkan untuk 
dievakuasi lantaran sulitnya medan. 

Rencana menjadikan ketiga dusun ini 
sebagai kuburan massal sudah dibahas Satuan Koordinasi dan Pelaksanaan 
Penanggulangan Bencana Alam (Satkorlak PB) Sumatera Barat, yang dipimpin 
langsung penanggungjawabnya, Gubernur Sumatera Barat,Gamawan Fauzi, di 
Padang,kemarin. 

Namun, rencana ini harus terlebih dahulu mendapat 
persetujuan dari berbagai pihak, terutama warga yang sanak saudaranya menjadi 
korban di lokasi longsor. Satkorlak PB sudah meminta agar Pemerintah Kabupaten 
(Pemkab) Padang Pariaman segera berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia 
(MUI) Padang Pariaman mengenai rencana pembuatan kuburan massal tersebut. 

“Kita sudah meminta bupati agar MUI memberi penjelasan kepada keluarga 
korban,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar 
Dede Nuzul Putra di Padang kemarin. Dia menuturkan, rencana menjadikan tiga 
dusun itu sebagai kuburan massal lantaran evakuasi seluruh jenazah tidak 
memungkinkan. 

Satkorlak PB memilih untuk mengutamakan penyelamatan 
korban yang masih hidup di wilayah lain.Apalagi kemungkinan adanya korban yang 
masih hidup memang sudah tertutup.Sebab,sejak gempa berkekuatan 7,6 Skala 
Richter (SR) mengguncang Sumatera Barat pada Rabu (30/9) lalu,evakuasi pertama 
di ketiga dusun itu baru dilakukan pada 2 Oktober lalu. 

Selama dua hari, 
tim evakuasi hanya mengandalkan peralatan sederhana seperti cangkul dan parang. 
Padahal, timbunan tanah di ketiga dusun yang dikelilingi perbukitan dan Gunung 
Tigo itu juga disertai kayu besar dan pohon kelapa. Delapan alat berat sebagai 
tambahan alat evakuasi belum bisa masuk ke lokasi karena sulitnya akses jalan. 
Berdasarkan informasi, hingga kemarin sore, korban yang sudah dievakuasi dari 
ketiga dusun itu baru 28 orang. 

Sejak dua hari lalu, bau busuk mulai 
menyengat di lokasi itu. Pembusukan jenazah semakin cepat lantaran timbunan 
longsor merupakan tanah basah. Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh 
Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang,kemarin, juga mempercepat pembusukan 
jenazah. 

“Lagi pula, kalau diangkut (jenazah) akan butuh waktu yang 
lama,”ujar Nuzul. Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 
Priyadi Kardono mengaku, dalam hal rencana pembuatan kuburan massal, pihaknya 
hanya dalam kapasitas memberi saran.Walau demikian, tim evakuasi akan berusaha 
semaksimal mungkin untuk terus mencari korban dari timbunan tanah. 

Berdasarkan ketentuan yang berlaku,evakuasi korban bencana dilakukan 
selama tujuh hari. Jika selama tujuh hari evakuasi belum selesai,keluarga 
korban 
akan ditanyai untuk mendapat persetujuan menghentikan pencarian. Proses lain 
yang harus disepakati untuk menjadikan kuburan massal adalah alih fungsi 
lahan.

“Jangan nanti ada warga yang memprotes atau mengklaim tanah itu 
sebagai miliknya,” ujar Priyadi. Di ketiga dusun itu, hampir 90% rumah warga 
tertimbun tanah. Bahkan, di Kepala Koto, bangunan rumah sama sekali tidak 
tersisa.Rumah yang masih terlihat di Dusun Cumanak juga sudah roboh. 
Berdasarkan 
informasi dari warga, Dusun Cimanak dihuni sekitar 80 kepala keluarga 
(KK),Dusun 
Lubuk Laweh sekitar 50 KK dan Dusun Kepala Koto 40 KK. 

Sejumlah korban 
selamat juga sudah tidak berharap untuk kembali tinggal di situ. Selain masih 
trauma,mereka juga merasa tidak aman tinggal di daerah itu karena perbukitan di 
sekitarnya rawan longsor. “Saya sudah tidak betah tinggal di sini lagi,” kata 
Zianan, 43, korban yang selamat bersama istri dan dua anaknya. 

Zianan 
yang kehilangan seorang anak bernama Silvi,8,berharap kepada pemerintah agar 
menyediakan permukiman baru bagi mereka.Jika permukiman baru itu tersedia, dia 
akan pindah dan meninggalkan rumahnya yang tertimbun kayu dan pohon kelapa. 
Puluhan warga yang masih hidup kini sudah mengungsi ke rumah saudara mereka 
yang 
tidak jauh dari dusun itu. Sebagian memilih tinggal di tenda pengungsian dengan 
memanfaatkan bantuan seadanya. 

Kawasan longsor lain di Kabupaten Padang 
Pariaman adalah Dusun Koto Tinggi, Desa Padang Alai,KecamatanV Koto Timur dan 
Dusun Talau,Desa Padang Alai Kecamatan V Koto Kampung. Selain longsor, jalan 
menuju dusun ini juga rusak berat dan terputus di sembilan titik,sehingga tidak 
bisa dilalui kendaraan roda empat. 

Di Kecamatan V Koto Timur 
diperkirakan 54 orang tertimbun dan yang sudah ditemukan baru 19 
orang.Sedangkan 
di Kecamatan V Koto Kampung masih tertimbun lima warga tertimbun dan sudah 
dievakuasi. Secara umum,menurut Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim, Padang 
Pariaman adalah daerah yang paling parah terkena dampak gempa.

Korban 
meninggal dunia, hingga kemarin siang tercatat 280 orang, belum termasuk yang 
tertimbun tanah longsor di sejumlah dusun. Padang Pariaman terdiri atas 261 
dusun, 46 desa, dan 17 kecamatan yang kebanyakan dikelilingi perbukitan. 

Kebanyakan warga Padang Pariaman yang selamat kini tinggal di 
tenda-tenda yang didirikan di depan rumah mereka. Penyaluran bantuan pun belum 
sepenuhnya tersalurkan ke warga. “Bantuan sudah kita salurkan, tapi memang 
belum 
maksimal,” ujar Muslim ketika dihubungi dari Padang,kemarin. 

Terus Bertambah 

Sementara itu, jumlah 
korban tewas yang telah ditemukan akibat gempa 7,6 Skala Richter (SR) di 
Sumatera Barat terus bertambah. Hingga tadi malam, berdasar data Satkorlak PB 
Sumatera Barat,korban tewas yang telah ditemukan mencapai 605 orang. 

Korban tewas terbanyak yang telah terdata ditemukan di Kabupaten Padang 
Pariaman sebanyak 276 orang dan di Kota Padang 231 orang.Korban tewas lainnya 
di 
Kota Pariaman 49 orang,Kabupaten Pesisir Selatan 10 orang, Kota Solok 4 
orang,Kabupaten Agam 32 orang, dan Kabupaten Pasaman Barat 3 orang. Gempa juga 
mengakibatkan 412 orang luka berat,2.096 luka ringan, dan 343 hilang. 

Selain itu 83.883 unit rumah rusak berat, 32.773 unit rusak sedang, dan 
66.419 unit rusak ringan. Sementara itu, para pengungsi korban gempa kini 
membutuhkan tenda darurat demi menampung keluarganya karena rumah mereka sudah 
rata dengan tanah.“Kami sangat bersyukur jika ada bantuan tenda tersebut karena 
kini kami tidak bisa mendiami rumah yang runtuh karena gempa itu,” kata warga 
korban gempa di Padang, Nel,kemarin. 

Korban gempa Sumatera Barat 
setidaknya membutuhkan 10.000 unit tenda darurat ukuran keluarga karena banyak 
yang rumahnya hancur karena gempa itu. Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman, 
mengatakan, kini sudah banyak bantuan yang masuk ke posko penanggulangan 
bencana 
Kantor Gubernur Sumbar,namun sedikit yang berupa tenda. “Bagi yang ingin 
memberikan bantuan, lebih efektif berupa tenda dan logistik, karena itu yang 
sangat dibutuhkan saat ini,”katanya. (rijan irnando purba/ant)     


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke