Gempa Sumbar Hasilkan Ratusan Penderita Cacat Baru Lucky Savitri
* 04/10/2009 21:22 | Gempa Bumi Liputan6.com, Bekasi: Dampak gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang menimpa wilayah Sumatra Barat Rabu silam, akan memunculkan persoalan baru dengan bertambahnya ratusan penderita cacat baik kategori berat, sedang, maupun ringan. Ketua umum Persatuan Penyandang Cacat Seluruh Indonesia (PPCI), Siswadi, pada Ahad (4/9), mengatakan, dari laporan menyebutkan terdapatnya 700 orang penderita luka berat, sebagian besar berpotensi menderita kecacatan akibat tertimpa reruntuhan dan benda-benda saat terjadi gempa. "Penderita cacat yang ditimbulkan akibat dampak gempa kebanyakan masuk kategori tuna daksa. Kecacatan itu berpotensi menjadikan orang yang sebelumnya produktif menjadi beban bagi saudaranya dan orang lain," ujar Siswadi, seperti dilansir ANTARA. Kecacatan yang paling banyak dialami oleh korban gempa adalah berupa patah tulang belakang, yang berakibat kelumpuhan serta cacat anggota fisik lainnya yang mengharuskan dilakukan amputasi. Siswadi yang juga seorang pengusaha dibidang properti di Kota Bekasi itu menyatakan penderita cacat baru yang diakibatkan faktor bencana alam di Indonesia pertumbuhannya sangat cepat melebihi kecacatan yang diakibatkan kecelakaan kerja. Ia mengatakan, masih menunggu pendataan dari pengurus PPCI Sumatra Barat menyangkut berapa banyak penderita cacat baru yang diakibatkan gempa yang cukup besar itu. "Kalau sekarang kan fokusnya masih dalam taraf pencarian korban, nanti setelah fase rehabilitasi, psikologis dan medik, kita baru akan lakukan pendataan," ujarnya. Adanya ratusan potensi penderita cacat baru tersebut menurut Siswadi bukanlah sesuatu yang menggembirakan bagi pengurus PPCI. Ia mengatakan, organisasinya sangat berkeinginan agar anggota mereka justru berkurang dari waktu kewaktu sejalan dengan makin baiknya tingkat kesejahteraan dan majunya teknologi kedokteran. Ia mengatakan, penderita cacat di Indonesia didasarkan hasil penelitian mendalam mencapai 3,11 persen dari populasi penduduk Indonesia atau berkisar enam hingga tujuh juta jiwa. Sementara bila mengacu ke standar Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menerapkan standar kecacatan lebih luas, penderita cacat di Indonesia mencapai 10 juta jiwa.(LUC) http://kesehatan.liputan6.com/berita/200910/246358/Gempa.Sumbar.Hasilkan .Ratusan.Penderita.Cacat.Baru The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
