Memang benar seperti yang dikatakan Dody . Tadi pagi menurut ahli gempa dari 
LIPI dan ITB yang diwawancarai TVOne, gempa yang ada di Sumatra dan pulau-pulau 
lain, kecuali Kalimantan dan Malaysia, akan sering terjadi. Jadi Sumatra pulau 
yang selalu akan ditimpa gempa. Bagaimana`menghadapi masalah ini kedepan? 
Apakah perlu eksodus ke Kalimantan ? Yang jelas kalau masih tinggal di Sumatra 
berarti resiko gempa masih akan dialami, seperti orang-orang yang tinggal di 
Jepang. Itu adalah pilihan hidup dan tentu takdir hidup kita sudah ditentukan 
Allah SWT.

 Zorion_Anas 
(53+)
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
[email protected], [email protected], 
Cel./HP No. : 0816857939




________________________________
From: dody osmon <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Monday, October 5, 2009 11:42:15 AM
Subject: [...@ntau-net] Mengapa Sumatera Sering Digoyang Gempa?


info nya sudah lama, alangkah baik nya di baca2 lagi .Sumber:
http://blog.muslim-nias.org/2007/09/mengapa-sumatera-sering-digoyang-gempa/


Mengapa Sumatera Sering Digoyang Gempa?
September 14th, 2007 · 6:59 am @ twa_h24  -  
Artikel ini merupakan kompilasi dari dua artikel yang dimuat oleh n...@indosiar 
dan Okezone.com.
Mengupas tentang apa dan bagaimana gempa bumi dan kenapa gempa bumi
sering terjadi di Sumatera?. Lalu apa yang harus kita lakukan ketika
gempa terjadi ?

Rabu petang, 12 September 2007, Provinsi Bengkulu, diguncang gempa
tektonik berkekuatan 7,9 skala richter. Badan Meteorologi dan Geofisika
(BMG) sempat mengeluarkan peringatan kemungkinan terjadinya gelombang
tsunami akibat gempa tersebut. Gempa yang sangat keras dirasakan di
Bengkulu juga dirasakan hampir diseluruh Pulau Sumatera. Mulai dari
Lampung, Palembang, Padang hingga ke Medan, Sumatera Utara. Bahkan
getaran gempa juga dirasakan di Jakarta yang berjarak sekitar 600
kilometer dari pusat gempa.
Apakah Gempabumi Itu ?
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gempabumi
adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng
bumi, patahan aktif aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan. Kekuatan
gempabumi akibat aktivitas gunungapi dan runtuhan batuan relatif kecil
sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempabumi akibat tumbukan
antar lempeng bumi dan patahan aktif.
Indonesia sering mengalami gempabumi dan bukanlah hal yang baru. Hal
ini terjadi karena Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama
dunia yaitu lempeng Australia, Eurasia dan Pasifik, di sekitar Sulawes.
Lempeng Eurasia dan Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau
Sumatera, lepas pantai selatan Pulau Jawa, lepas pantai selatan
Kepulauan Nusa Tenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku
sebelah selatan. Lempeng Australia dan Pasifik bertumbukan di sekitar
Pulau Papua.
25 Wilayah Rawan Gempabumi
Karena pertemuan 3 lempeng itulah, beberapa wilayah di Indonesia
merupakan wilayah yang rawan gempabumi, seperti Aceh, Sumatera Utara
(Simeulue), Sumatera Barat – Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten
Pandeglang, Jawa Barat, Bantar Kawung, Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur,
Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara,
Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku Utara, Maluku
Selatan, Kepala Burung-Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wamena, dan
Kalimantan Timur.
Kenapa Banyak Gempa Terjadi di Pulau Sumatera?
Menelusuri catatan sejarah gempa di pulau Sumatra, Kamis
(13/9/2007), okezone mencatat 20 gempa besar berpotensi tsunami ataupun
terjadi tsunami telah terjadi di pulau tersebut.
1.    Tahun 1833 9 SR di Mentawai.
2. Tahun 1881 8,5 SM di Nias.
3.    Tahun 1883 9 SR di Sumatera Barat, disusul Tsunami.
4.    Tahun 1892 berkekuatan 7,7 SR di Sorik Marapi.
5.    Tahun 1909 7,6 SR di Kerinci, Jambi.
6.    Tahun 1916 6,8 SR di Toba, Sumut.
7.    Tahun 1921 6,8 SR di Toba, Sumut.
8.    Tahun 1926 6,7 SR di Bukit Tinggi, Sumbar.
9.    Tahun 1933 7,5 SR di Liwa, Lampung.
10.    Tahun 1935 7,7 SM di Pulau Batu.
11.    Tahun 1943 7,3 SR di Bukit Tinggi, Sumbar.
12.    Tahun 1994 7,0 SR di Liwa, Lampung.
13.    Tahun 1995 7,0 SR di Kerinci, Jambi.
14.    Tahun 2000 7,3 SR di Bengkulu.
15.    Tahun 2000 7,8 SM di Pulau Enggano.
16.    Tahun 2002 7,6 SM di Pulai Sumelue.
17.    Tahun 2004 9,3 SR di Aceh, disusul Tsunami.
18. Tahun 2005 8,2 SR di Nias, Sumut. (dalam artikel aslinya ditulis Sibolga, 
Sumut).
19.    Tahun 2007, Maret, 5,8-6,4 SR di Sumatera Barat
20.    Tahun 2007, September, 7,9 di Bengkulu
Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI menyebutkan, sebelah Barat
Sumatera mempunyai banyak sumber gempa, karena posisinya dekat dengan
jalur tabrakan dua lempeng bumi, di mana lempeng samudra Hindia
bergerak ke arah dan menunjam ke bawah lempeng benua Sumatra.
Di hasil penelitian itu mengatakan, bagian lempeng yang
>menunjam di bawah Kepulauan Mentawai dan Nias umumnya melekat kuat pada
>tubuh batuan di atasnya. Sehingga pergerakan ini memampatkan tubuh
>batuan.
Akumulasi tekanan ini akan meningkat dari waktu ke waktu sampai
suatu saat melampaui daya rekat dua lempeng tersebut. maka ibarat
sebuah per gas raksasa yang sudah ditekan maksimal dan kemudian
dilepaskan, Kepulauan Mentawai akan terpental ke atas dan ke arah luar
secara tiba-tiba menimbulkan guncangan bumi yang sangat keras, yaitu
gempa bumi yang terjadi pada zona subduksi.
Lempeng samudra ini menabrak Sumatra agak miring, sehingga
menyebabkan ada tekanan yang mendorong daerah Sumatra ke arah utara.
Dorongan ke utara ini tidak bisa diserap oleh zona subduksi dan
Kepulauan Mentawai, tapi harus ditanggung oleh sebuah jalur patahan
besar di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan Sumatra yang disebut
Patahan (besar) Sumatra.
Sama halnya dengan zona subduksi, Patahan Sumatra menahan tekanan
lempeng dari hari ke hari sampai melampaui kekuatan batuan yang
merekatkan bumi di barat dan timur jalur patahan ini. Pada saat itulah
terjadi gempa besar dimana akumulasi tekanan akan dilepaskan tiba-tiba
menyebabkan bumi di bagian barat bergerak tiba-tiba ke arah utara dan
yang di bagian timur bergerak ke arah selatan.
Begitulah tentang kenapa di Sumatra banyak gempa terjadi tidak hanya di bawah 
lautan tapi juga di sepanjang Bukit Barisan. (uky)
Bagaimana Menghadapi Gempa
Beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum terjadi gempa bumi
adalah pastikan struktur dan letak rumah terhindar dari bahaya yang
disebabkan gempabumi semisal longsor, kenali lingkungan tempat bekerja
dan tinggal, memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat,
sehingga bila terjadi gempabumi, sudah mengetahui tempat paling aman
untuk berlindung.
Saat terjadi gempabumi :
- Jika anda berada dalam bangunan
1. Lindungi kepala dan badan anda dari reruntuhan bangunan (dengan bersembunyi 
dibawah meja dll).
2. Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan.
3. Berlari keluar apabila masih dapat dilakukan.
- Jika berada diluar bangunan atau area terbuka
1. Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar anda (seperti gedung, tiang 
listrik, pohon dll).
2. Perhatikan tempat anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah.
- Jika anda sedang mengendarai mobil
1. Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau 
kebakaran.
2. Perhatikan tempat anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah.
- Jika anda tinggal atau berada di pantai, jauhi pantai untuk menghindari 
terjadinya Tsunami.
- Jika anda tinggal didaerah pegunungan, apabila terjadi gempabumi hindari 
daerah yang mungkin terjadi longsoran.
Sesudah terjadi gempabumi
- Jika anda berada dalam bangunan.
1. Keluar dari bangunan tesebut dengan tertib.
2. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.
3. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.
4. Telpon/minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada anda atau sekitar 
anda
5. Periksa lingkungan sekitar anda
1. Periksa apabila terjadi kebakan.
2. Periksa apabila terjadi kebocoran gas.
3. Periksa apabila terjadi arus pendek.
4. Periksa aliran dan pipa air.
5. Periksa segala hal yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak 
menyalakan api dll)
- Jangan masuk kebangunan yang sudah terjadi gempa, karena kemungkian masih 
terdapat reruntuhan.
- Jangan berjalan disekitar daerah gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan 
masih ada.
- Mendengarkan informasi mengenai gempa dari radio (apabila terjadi gempa 
susulan).(berbagai sumber/Ijs)
Tags: gempa, iptek

Salam,
Dody




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke