FYI
Date: Monday, October 5, 2009, 8:36 AM
Dua Puluh Ribu Rupiah dari Emak Nurdianah
Today at 7:04am
Seorang ibu tua berusia diatas 70 tahun berjalan tertatih memasuki Posko Utama
ACT di Jl. Adinegoro no. 31, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu 4
Oktober 2009. Tangannya gemetar menggenggam sesuatu, “Ini posko kemanusiaan
ya?” bibirnya ikut bergetar. Serempak beberapa relawan mendekatinya, “Benar
mak, ada yang bisa kami bantu?”
Sebuah pertanyaan standar, sebab kami mengira bahwa Ibu tua itu hendak meminta
bantuan untuk korban gempa. Namun ternyata kami salah karena ia datang justru
untuk memberi bantuan, “Emak mau kasih bantuan, tolong disampaikan kepada para
korban gempa. Melihat kalian yang muda-muda ini bekerja, sebenarnya emak ingin
menjadi relawan. Tapi emak sudah tua, emak nggak kuat lagi, sudah nggak kuat
lagi,” ujar Emak Nurdianah bersemangat.
Emak Nurdianah mengaku lahir tahun 1938, mendatangi posko ACT menitipkan uang
dua puluh ribu rupiah untuk disalurkan kepada para korban gempa. Padahal ia
sendiri pun salah satu korban gempa di Kota Padang yang mengguncang tanah
Sumatera 30 September 2009 lalu. Lebih dari 600 orang menjadi korban jiwa,
belum termasuk lima ratusan lainnya yang belum ditemukan hingga hari ke -6
pasca gempa, mereka tersebar di beberapa titik seperti Tandikek dan Sicincin.
Sedangkan pengungsi mencapai ratusan ribu, tersebar di seluruh Sumatera Barat.
“Emak terharu melihat kalian, datang dari jauh untuk membantu tempat emak.
Sebagai orang Minang, emak merasa harus pula membantu tanah emak sendiri, emak
tidak mau kalah sama kalian. Dulu emak ini pejuang, angkat senjata…. Sekarang
emak sudah tidak sanggup bekerja berat. Emak cuma bisa titip ini,” sambil
menyerahkan uang digenggamannya kepada Romi, salah seorang relawan.
Ketika Romi hendak membuatkan tanda terima, Mak Nur menolak dengan halus, “Tak
perlulah catatan macam itu, cukup Allah saja yang mencatatnya. Emak hanya minta
doakan, tahun ini emak naik haji agar dilancarkan sampai kembali lagi ke sini
ya…” sebuah permintaan sederhana yang sudah pasti semua relawan yang ada di
Posko saat itu serempak mendoakan, “semoga dilancarkan mak, insya Allah mabrur”
Boleh jadi haji Mak Nur sudah diterima Allah bahkan sebelum ia bertamu ke rumah
Allah nanti.
“Sekali lagi terima kasih, kalian anak-anak muda, jaga kesehatan ya biar lebih
lama di tanah kelahiran emak, biar lebih banyak orang yang bisa dibantu…” Emak
Nur pun pamit pergi meninggalkan posko sambil memeluk satu persatu relawan yang
ada di posko, beberapa relawan perempuan pun tak luput mendapat ciuman hangat
bak seorang ibu yang tengah mengalirkan energi cinta kepada anak-anaknya. Jelas
pelukan hangat Mak Nur memberi energi lebih kepada para relawan untuk
menjalankan misi kemanusiaan tanpa kenal lelah. Semakin kami sadar bahwa di
belakang kami terdapat orang-orang yang terus menopang segala pengorbanan di
lokasi bencana.
Dua puluh ribu rupiah yang dititikan Mak Nur rasanya sangat bernilai tinggi
bagi kami yang diamanahkan untuk meneruskannya kepada para korban gempa. Sebuah
kehormatan bagi segenap relawan ACT yang mendapat amanah bernilai luhur dari
seorang Mak Nur. Sungguh, titipan dari sejuta Mak Nur di belahan bumi pertiwi
yang tak dapat kami berjumpa satu persatu merupakan amanah tertinggi yang wajib
kami panggul secara terhormat di pundak ini. Terima kasih Mak Nur, dua puluh
ribu rupiah milik Mak Nur menambah semangat kami… (Gaw)
ARYANDI
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---